JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Menteri Luar Negeri RI berganti. Menteri lama Sugiono, digantikan oleh Arrmanatha Christiawan Nasir, Kamis (1/10).
Sebelumnya, Arrmanatha mengemban amanat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri mendampingi Sugiono, bersama jajaran Wamenlu Anis Matta dan Arif Havas Oegroseno.
Rekam jejak studinya, Arrmanatha menyelesaikan S1 di bidang ekonomi dari University of Buckingham, Inggris. Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister (S2) di University of Leicester serta Universitas Indonesia.
Baca Juga: Pekerja Berpenghasilan di Bawah Rp10 Juta per Bulan Tidak Lagi Kena PPh 21
Diplomat senior yang akrab disapa Tata ini kelahiran 30 Desember 1971. Dia bukan sosok baru di panggung diplomasi internasional.
Bekal keilmuan di bidang ekonomi, bisnis, dan hubungan internasional tersebut menjadi pijakan kokoh baginya saat memilih meniti karier profesional di lingkungan Kementerian Luar Negeri.
Nama Arrmanatha Nasir mulai dikenal luas oleh publik saat dipercaya menjadi Juru Bicara Kementerian Luar Negeri pada periode 2014 hingga 2019. Arrmanatha pernah ditugaskan di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sebagai sekretaris kedua sekaligus negosiator.
Baca Juga: Sudah 5 Tahun Delapan Bulan Menjabat, Presiden Copot Kapolri, Jokowi: Itu Hak Prerogatif Presiden
Ia juga sempat dipercaya mengemban jabatan sebagai Kepala Subdirektorat Pertanian di Direktorat Perdagangan, Industri, dan Hak Kekayaan Intelektual Kemenlu. Ketangkasannya dalam menyampaikan sikap diplomasi Indonesia menjadikannya figur utama dalam komunikasi luar negeri RI kala itu.
Karier diplomasinya kian menanjak ketika diangkat sebagai Penasihat Ekonomi untuk Presiden Majelis Umum PBB ke-65 pada rentang 2010–2011, serta Sekretaris Pertama pada Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) untuk PBB di New York.
Pada 2019, Presiden Joko Widodo melantiknya sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Republik Prancis, Kepangeranan Andorra, Kepangeranan Monako, serta UNESCO hingga tahun 2021.
Baca Juga: KPU Kampar Tetapkan 647.977 Pemilih, Temukan 26 Data Warga Meninggal dalam Uji Petik
Setelah menuntaskan tugas di Paris, Arrmanatha kembali dipercaya mengemban misi diplomasi vital sebagai Duta Besar RI untuk PBB dan Otoritas Dasar Laut Internasional di New York pada kurun waktu 2021 hingga 2024, sebelum akhirnya dipanggil kembali ke tanah air untuk mengisi posisi penting di jajaran kabinet.
Sumber: Jawapos.com
Editor : Rinaldi