JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan reshuffle atau perombakan pejabat Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Kamis (15/10). Letjen TNI Kristomei Sianturi dilantik sebagai kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dia menggantikan Letjen TNI Suharyanto.
Kristomei menegaskan akan menggelar konsolidasi internal untuk mempercepat respons terhadap penanggulangan bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan.
Dia juga memastikan tidak akan mengintervensi kasus yang sedang ditangani KPK. Pejabat BNPB yang diduga terlibat dan jadi tersangka akan diganti. ”Kalau memang harus karena ada proses hukum di situ, ya memang harusnya kita ganti,” ujar mantan Kapuspen TNI itu usai pelantikan.
Baca Juga: PLN Kijang Pulihkan Pasokan Listrik Interkoneksi Batam-Bintan
Sementara itu, Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan bahwa ruang pemeriksaan terhadap eks Kepala BNPB Suharyanto tetap terbuka lebar. ”Ya, kalau soal itu (pemeriksaan Kepala BNPB), tentu bergantung pada kebutuhan dan kesesuaian. Misalkan ada pihak (tersangka atau saksi) yang menyebutkan dan itu kemudian dianalisis oleh penyidik dianggap memang relevan, tentu akan dilakukan pemeriksaan,” tegasnya.
Terkait konstruksi perkara korupsi dana kebencanaan, Setyo membeberkan dalam kondisi darurat atau antisipasi bencana memang mengakomodasi mekanisme penunjukan langsung. Namun, letak tindak pidana dalam kasus itu mengerucut pada dugaan penyalahgunaan wewenang dan benturan kepentingan. “Para pejabat di internal lembaga yang seharusnya bertugas mengawasi jalannya pengadaan justru ikut bermain dan memetik keuntungan,” urainya.
Selain melantik Kepala BNPB yang baru, Presiden juga melantik lima perwira tinggi lainnya. Antara lain KSAD Tandyo Budi Revita, Wakil Panglima TNI Maruli Simanjuntak, Wakil Menteri Pertahanan Jenderal Richard Tampubolon dan Marsekal Yusuf Jauhari, serta Wakil Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional Mayor Jenderal TNI Sriyanto.
Baca Juga: Kasus Korupsi Dana Bencana: KPK Buka Peluang Periksa Kepala BNPB Suharyanto
Selain itu, ada M Maulana Bungaran dilantik sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dan Alim Setiawan Slamet sebagai Wakil Menteri Pertanian. Usai pelantikan, Alim menyatakan siap membantu Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam menjalankan program strategis nasional. Khususnya menjaga keberlanjutan swasembada pangan, memodernisasi pertanian, dan mendorong hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian.(bry/idr/jun/jpg)
Editor : Arif Oktafian