Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Tim Voli Putri Popwil Riau di Medan Kalah Memalukan

Redaksi • Selasa, 20 November 2012 | 17:39 WIB
Riau Pos Online-Tim voli putri Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) Riau yang berlaga di Medan sejak 18 November hingga 20 November ini membuat malu Provinsi Riau. Di laga hari perdana Ahad (18/11) tim putri Riau ini dikalahkan tim yang tak diandalkan dan tak diperhitungkan Tim Jambi dengan skor telak 3-0.

Sementara dalam pertandingan hari kedua Senin (19/11) kemarin juga kalah saat berhadapan dengan tuan rumah Sumut dengan skor 3-0. Dengan demikian tim voli putri Popwil Riau ini kalah memalukan dan masuk kotak dan harus angkat koper pulang kembali ke Pekanbaru.
Padahal selama ini tim voli putri Popwil Riau adalah tim kuat urutan kedua di Sumatera setelah Sumut. Sementara hari ini Selasa pagi tadi (20/11) tim putri Riau ini bertemu Kepri dan hasilnya belum didapat.

Kekalahan tim putri Riau ini sudah diprediksi oleh atlet lainnya yang memprotes pelatih
Syaiful Alam menjelang berangkat ke Medan beberapa pekan lalu. Di mana sepuluh atlet voli putri Popwil Riau yang tak dipilih pelatih Syaiful Alam melancarkan protes ke pelatih karena pelatih dituding tak obyektif memilih atlet voli putri untuk dikirim ke Popwil Medan ini.

Sepuluh atlet voli putri Popwil Riau yang tersingkir dari seleksi itu umumnya mantan-mantan
pemain andalan O2SN Riau, bintang Popda Riau, dan Popnas tapi tak dipakai pelatih.

Sementara pelatih Syaiful Alam juga tak direkomendasi oleh PBVSI Riau karena tak masuk
hitungan, namun dipakai oleh Dispora Riau. Uang APBD Riau habis terpakai untuk Popwil di
Medan tapi prestasi cabor Voli Putri Riau makin melorot dikarenakan pelatih yang tak profesional dan tak obyektif. Malah saat tim putri Riau berhadapan dengan Jambi, atlet putri Riau jadi bulan-bulanan tim Jambi karena salah satu atlet Riau (Nurul) kena smash kepalanya oleh pemain Jambi.

Sepuluh atlet yang protes beberapa pekan lalu yakni Vivi Novia, Suciani Sefialika, Yuwi
Lucianti, Sena Karla, Nurul Wahyu, Suci Sukmawati, Dewi Nurhayati, Mutiara Fitria, dan Siti
Putri Juwita.

Menurut atlet ini mereka sudah membuat surat pengaduan ke Kadispora Riau Drs Emrizal Pakis tentang kecurangan pelatih itu, namun Emrizal tak mengambil tindakan malah menyerahkan sepenuhnya kepada pelatih.

Dalam seleksi TC yang lalu, ada data dan fakta kejanggalan yang dilakukan pelatih Syaiful
Alam yang diprotes atlet. Antara lain merekayasa hasil nilai tes denyut nadi maksimum tak
ada dilakukan tes denyut nadi, tapi nilainya ada dibuat pelatih. Kemudian tak melakukan tes
VO2 maksimum yang menurut KONI adalah hal yang sangat penting dalam hal tes fisik seorang atlet.

Lalu memberi penilaian tidak konkret pada kemampuan teknik bermain pada atlet seperti dari
segi Blok Dea Ayu tinggi badan sekitar 160 Cm dalam melakukan gerakan blok mendapat nilai A. Sedang Mutiara Fitria tinggi badan sekitar 173 Cm dalam melakukan gerakan blok mendapat nilai C.
 
Kemudian dari segi Spike (serangan) Yuwi Lucianti melakukan pukulan 10 bola yang diberikan pelatih 7 kali masuk lapangan diberi nilai D, sedangkan Jelita Ayu melakukan pukulan 10 bola yang diberikan pelatih 4 kali yang masuk lapangan mendapat nilai A. Kemudian Rosi Aprilia mendapat nilai A pada gerakan spike (serangan) padahal Rosi adalah toser (pengumpan).

Dari segi passing bawah semua atlet SMAN Olahraga Riau yang terpilih mendapat nilai paling sempurna yaitu A karena guru olahraganya Syaiful Alam. Dari segi servis, bola yang diservis tidak masuk juga mendapat nilai paling sempurna yaitu A pada sebagian atlet. Dari segi pass atas, Mutiara seorang toser yang dipilih tapi mengundurkan diri karena pelatih tak obyektif mendapat nilai C paling rendah dibanding para Specker yang dipilih.

Dari segi receive (menerima servis) tidak dilakukan tes padahal receive adalah suatu permulaan permainan bola voli, kalau tidak bisa receive maka point untuk lawan. Dari segi Dig (bertahan) juga tidak terdapat nilai tes. Libiro yang dipilih pelatih dikatakan nilai pasingnya nol, berarti pelatihnya salah dalam memilih pemain Libiro tapi di catatan yang diberikan pelatih Syaiful Alam kepada Libiro Dewi Nurhayati adalah B. Ada beberapa atlet yang sudah diminta pelatih Syaiful Alam pada saat mau seleksi membawa pakaian untuk waktu sebulan, yang berarti si atlet telah dijanjikan oleh pelatihnya pasti terpilih.

Pelatih voli putri Popwil Riau Syaiful Alam yang dikonfirmasi Riau Pos Online beberapa waktu lalu menegaskan pihaknya sudah benar melakukan seleksi atlet. Sementara Kadispora Riau Drs Emrizal Pakis yang dikonfiirmasi wartawan mengatakan menyerahkan sepenuhnya masalah ini kepada penilaian pelatih.(azf)

Editor : RP Redaksi