JAKARTA (RIAUPOS,CO) - Perjuangan Timnas Indonesia di Piala Asia U-23 telah berakhir, dengan menjadi peringkat keempat turnamen di bawah Jepang, Uzbekistan, dan Irak. Hasil tersebut membuat peluang Garuda Muda lolos ke Olimpiade Paris 2024 harus melalui play-off kontra wakil Afrika, Guinea.
Dari turnamen kelompok usia tersebut yang diadakan di Qatar tersebut, Marselino Ferdinan dan kolega ternyata dipantau oleh mantan pelatih yang pernah membawa Manchester City juara Liga Inggris, Roberto Mancini.
Hal tersebut dikonfirmasi oleh Tenaga Ahli Menteri (TAM) untuk urusan Diaspora dan Kepemudaan, Hamdan Hamedan, Ahad (5/5/2024) saat menonton langsung bersama Roberto Mancini dan Fausto Salsano, di Abdullah bin Khalifa Stadium, Doha.
“Saat timnas Indonesia U-23 melawan Irak, alhamdulillah saya berkesempatan untuk berdiskusi dengan Mr. Roberto Mancini dan Mr. Fausto Salsano, setidaknya selama 90 menit pertama jalannya pertandingan,” tulis Hamdan di keterangan unggahannya.
Dalam pertemuan tersebut, Hamdan berdiskusi bersama Roberto Mancini dan Fausto Salsano, mengenai Timnas Indonesia yang sedang menghadapi Irak di lapangan.
“Di tengah atmosfir yang kurang kondusif, izinkan saya berbagi isi diskusi saya dengan beliau-beliau sebagai MOTIVASI dan INSPIRASI yang POSITIF. Poinnya adalah bahwa kita harus BANGGA dengan timnas dan para pemain kita,” terang Hamdan.
Hamdan mengklaim bahwa kini Timnas Indonesia U-23 telah berada dalam pencapaian yang luar biasa, ketika berhasil menembus play-off Olimpiade Paris 2024.
“Fakta bahwa kita sudah sampai ke level Playoff Olimpiade adalah capaian yang LUAR BIASA dalam sendirinya. Adapun kekurangan yang ada, marilah kita serahkan kepada tim kepelatihan kita yang kompeten dan mumpuni,” ujarnya.
Hasil diskusi antara Hamdan dan kedua sosok penting di dunia sepakbola tersebut memunculkan tiga nama pemain Timnas U-23 yang mampu mencuri perhatian mereka, yakni Marselino Ferdinan, Justin Hubner, Ivar Jenner, dan Nathan Tjoe-A-On.
Lebih lanjut, Roberto Mancini menyebut bahwa Garuda Muda asuhan Shin Tae-yong bermain baik dalam laga kontra Irak, dengan empat pemain yang paling menonjol.
“Secara umum, Indonesia bermain baik. Nomor 7 (Marselino), 10 (Justin Hubner), 6 (Ivar Jenner) dan 23 (Nathan Tjoe-A-On),” kata Mancini.
Baca Juga: 12 Cara Mudah Mencegah Kanker Paru-Paru dengan Gaya Hidup Sehat
Mengetahui empat nama yang telah dikantongi oleh Mancini sebagai pemain yang menonjol, Hamdan Hamedan menanyakan mengenai kelayakan keempatnya bermain di level Serie B dalam waktu dekat.
Dengan yakin, pelatih yang pernah Gli Azzurri menjuara Euro 2020 tersebut menjawab bahwa keempat pemain tersebut bisa menapaki level kasta kedua Liga Italia itu.
“Ya, saya pikir bisa (bermain di level Serie B),” tuturnya.
Alasan Hamdan menggunakan Serie B sebagai patokan untuk level keempat pemain tersebut, disebabkan karena keberadaan bek Timnas Indonesia yang bermain untuk Venezia, Jay Idzes. Venezia sendiri berada dalam ambang promosi ke kasta tertinggi Liga Italia, Serie A, sehingga Jay Idzes menjadi parameter.
“Mengapa saya tanya Serie-B? Karena saya jadikan Bang @jayidzes sebagai barometer dan itu liga yang mereka ketahui levelnya,” tutur Hamdan.
Hamdan Hamedan kemudian menyebut hasil dari diskusi tersebut menandakan bahwa Timnas Indonesia telah berkembang ke arah yang lebih baik.
“Diskusi ini semakin menguatkan fakta bahwa timnas kita semakin BAIK. Fakta bahwa kita adalah TIM TERMUDA menegaskan potensi DAHSYAT para pemain kita ke depan,” tutupnya.
Sumber: JawaPos.com
Editor : M. Erizal