Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Preview Leg 2 Semifinal Liga Champions, Real Madrid vs Bayern Munchen: Saling Respek

jpg • Rabu, 8 Mei 2024 - 11:40 WIB
INTERNET
INTERNET

MADRID (RIAUPOS.CO) – Duel klasik Eropa antara Real Madrid dan Bayern Munchen kembali tersaji dalam second leg semifinal Liga Champions di Estadio Santiago Bernabeu, Kamis (9/5) dini hari nanti (siaran langsung SCTV/Champions TV 1/Vidio pukul 02.00 WIB). Ini duel kelas berat dan harus saling respek.

Setelah imbang 2-2 di Jerman di first leg, Madrid mungkin memang sedikit lebih favorit karena status mereka sebagai tuan rumah. Apalagi, mereka punya rekor bagus menghadapi klub Jerman di Bernabeu. Dari 38 pertandingan kandang sebelumnya menghadapi wakil Bundesliga, Los Blancos mencatatkan 28 kemenangan. Selebihnya, mereka imbang di tujuh laga lain dan hanya kalah tiga kali.

Tapi apa pun bisa terjadi dini hari nanti. Makanya, Pelatih Real Madrid, Carlo Ancleotti yang baru saja mempersembahkan gelar La Liga ke-36 bagi Los Blancos mengharapkan performa terbaik di laga hidup mati ini. “Pada Rabu (Kamis) kami menghadapi tantangan yang sangat penting. Kami ingin mempersiapkan diri dengan baik untuk membuat para penggemar senang,” kata Ancelotti di situs Madrid.

Jude Belligham yang melakoni debut hebat setelah dibeli musim panas lalu dalam wawancara dengan UEFA menegaskan ambisi mereka sangat besar untuk mencapai final dan mengangkat trofi. “Jika kita berbicara tentang satu tahun dari sekarang, saya ingin meraih gelar Liga Champions dan berada di semifinal lagi (musim depan),” tegas playmaker Inggris itu.

Jude Bellingham langsung dibandingkan dengan sosok legenda Zinedine Zidane ketika kali pertama diboyong Real Madrid pada musim panas lalu. Bukan hanya posisi bermain, tapi juga gaya permainannya. Apalagi, Jude juga mengenakan jersey nomor 5, nomor yang dulu dikenakan Zidane.

Setelah sama-sama memenangi Supercopa de Espana, Jude menyamai dua gelar milik Zidane dalam musim pertama di Real (2001–2002). Bedanya, kalau Jude LALIGA, Zidane Liga Champions. Tapi, masih ada kesempatan bagi Jude mengangkat Si Kuping Lebar, sebutan trofi juara Liga Champions.

Gelandang 20 tahun asal Inggris itu hanya perlu satu laga untuk meloloskan Real ke final Liga Champions di negaranya, tepatnya di Stadion Wembley, pada 2 Juni mendatang. Ayah Jude, Mark Bellingham, adalah yang menancapkan Zizou, sapaan akrab Zidane dalam diri Jude sejak kecil.

Meloloskan Real ke final dengan menyingkirkan Bayern sekaligus bisa menyudahi kesialan Jude setiap berhadapan dengan Die Roten, sebutan Bayern. Sejak memperkuat Borussia Dortmund, Jude tidak pernah merasakan kemenangan atas klub Bavaria tersebut. Jude juga sudah melakoni 583 menit tanpa gol ke gawang Bayern. ”Dia (Jude) masih membawa urusan yang belum terselesaikan (atas Bayern, red),” tulis Mundo Deportivo.

Urusan yang belum selesai itu pula yang jadi penyebab buruknya performa Jude dalam first leg di Allianz Arena pekan lalu (1/5). Termasuk tindakan memprovokasi bomber Bayern Harry Kane saat akan mengambil eksekusi penalti.

Di kubu Bayern, terancam menutup musim tanpa trofi untuk pertama kalinya sejak 2012, mereka jelas tidak punya pilihan selain tampil habis-habisan dan mengalahkan Madrid. Namun, seperti halnya Madrid, kubu Bayern juga sangat menghormati lawan mereka.

Thomas Muller mengatakan, sukses Madrid merajai Eropa dalam beberapa musim terakhir adalah bukti ketangguhan pasukan Ancelotti. “Real sangat berbahaya, tapi Anda juga bisa bermain melawan mereka. Apakah mereka bisa dikalahkan bagi kami akan ditentukan oleh apakah kami bisa menguasai bola atau tidak,” jelas penyerang veteran tersebut.

Mulller yang sudah kenyang pengalaman menghadapi Madrid menyebut serangan balik adalah senjata mematikan Madrid yang harus mereka waspadai. “Mereka punya pemain-pemain hebat dalam serangan balik. Konsep itu sudah cukup sering terlihat berhasil. Bukan suatu kebetulan bahwa mereka selalu berada di semifinal dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya.

Sang pelatih, Thomas Tuchel sendiri meyakini peluang kedua klub masih 50:50. “Kami perlu memberikan performa yang sama seperti yang kami lakukan di leg pertama dan memanfaatkan peluang yang ada,” kata Tuchel.(amr/ren/c9/dns/jpg)

Editor : Rindra Yasin
#bayern munchen #Real Madrid vs Bayern Munchen #liga champions #RealMadrid