LONDON (RIAUPOS.CO) - Pelatih asal Argentina Mauricio Pochettino tidak takut dipecat Chelsea di akhir musim ini jika pimpinan klub merasa tidak puas dengan kinerjanya.
Mauricio Pochettino justru menyatakan bahwa keputusan bertahan atau pergi bukan hanya di tangan pemilik klub, namun pelatih pun memiliki hak untuk memutuskan masa depannya sendiri.
"Jika kami bahagia maka itu sempurna. Tapi ini bukan soal menyenangkan pemilik klub, kalian juga harus bertanya kepada kami (pelatih). Bisa jadi kami yang tidak bahagia di sini," kata Mauricio Pochettino sebagaimana diwartakan AFP pada Sabtu (11/5/2024).Baca Juga: Pemkab Pelalawan Usulkan 10.000 SR Jargas
Tim berjuluk The Blues itu awalnya tampil tak konsisten dan menempati papan tengah klasemen Liga Inggris. Namun penampilan mereka membaik dengan berada di peringkat tujuh dan berpeluang lolos ke Liga Europa musim depan.
Kendati demikian, pemilik Chelsea asal Amerika Serikat Todd Boehly belum puas dengan performa The Blues yang semestinya bisa bersaing untuk posisi Liga Champions, sehingga ada kemungkinan Pochettino akan dibebastugaskan pada akhir musim ini.
Sejak mengambil alih Chelsea dari Roman Abrahamovic pada 2022, Boehly sudah memecat Thomas Tuchel dan Graham Potter.
"Ini bukan pertama kalinya pelatih memutuskan untuk tidak melanjutkan. Besok pun saya bisa mengatakan 'saya pergi'," kata Pochettino.
Baca Juga: Aklamasi, Yuliarso Terpilih Pimpin Persani Kota Pekanbaru Periode 2024-2028
"Kalau kami berpisah itu tidak masalah, itu bukan akhir dari segalanya, bukan akhir dunia," kata mantan Mantan pelatih Paris Saint Germain (PSG), Tottenham Hotspur dan Southampton itu.
Di sisi lain, Pochettino yakin pimpinan Chelsea tidak tutup mata dengan kinerja Chelsea yang membaik. Bahkan saat ini posisi mereka di atas Manchester United dalam klasemen liga dengan tiga laga tersisa.
"Untuk sekarang, jika pemiliknya senang maka itu jauh lebih baik bagi klub, bagi para penggemar, bagi para pemain, dan juga bagi pemilik itu sendiri," kata dia.
Editor : RP Edwar Yaman