DUMAI (RIAUPOS.CO) - Putra SMAN 1 Dumai melenggang ke final usai mengalahkan SMKN 1 Dumai dengan skor 18-15 pada iven Riau Pos HSBL seri Dumai di Kelenteng Hock Liong Kiong Green Arena Dumai, Jumat (17/5).
Di laga lainnya, putri SMAN 1 Dumai menang telak atas SMAN 2 Mandau 20-0. Kemudian putra SMA Santo Tarcisius menundukkan SMAN 1 Mandau dengan skor 51-22.
Permainan apik antarkedua tim ini sudah terlihat sejak wasit meniup peluit sebagai tanda dimulainya pertandingan.
Di kuater pertama, SMAN 1 Dumai dan SMKN 1 Dumai membangun serangan dengan gaya dan polanya masing-masing. Permainan di kuarter pertama terkesan tidak begitu menarik lantaran kedua tim saling jajal.
Namun memasuki masa istirahat, kedua tim menampilkan suasana bermain yang berbeda. SMKN 1 Dumai sangat mendominasi permainan. Setiap kali bola yang dilemparkan masuk ke dalam jaring dan mengubah skor 2-0 untuk keunggulan SMKN 1 Dumai.
Namun SMAN 1 Dumai tetap terus memberikan perlawanan yang akhirnya juga dapat menjaringkan bola dan merubah skor menjadi 2-2. Skor sama kuat ini ternyata tidak berlangsung lama setelah pemain SMKN 1 Dumai kembali menjaringkan bola dan mengubah skor menjadi 4-2.
Upaya membalas serangan cepat turut dilakulan anak-anak SMAN 1 Dumai. Hasil poin bertambah setelah pemain SMAN 1 Dumai memasukan bola ke keranjang dan skor berubah menjadi sama kuat 4-4. Namun skor ini tak berlama bertahan setelah pemain SMKN 1 Dumai berhasil masukan bola dan skor berubah menjadi 4-6.
Di kuarter kedua, SMAN 1 Dumai langsung mengambil inisiatif penyerangan di waktu awal dan berhasil memasukan bola ke jaring yang dapat merubah skor kembali sama kuat menjadi 6-6.
Pada skor sama kuat 6-6, serangan demi serangan cepat terus tercipta. Pemain dari kedua tim ini saling unjuk kebolehan. Hingga sampai lima menit berlangsung berlangsung kedua tim saling gagal memasukan bola ke jaring lawannya masing-masing.
Usai time out, SMAN 1 Dumai langsung tancap gas. Hasilnya pemain SMAN 1 Dumai berhasil memasukan bola sehingga skor berubah menjadi 8-6. Tak lama berselang melalui serangan balik, SMAN 1 Dumai kembali berhasil memasukan bola ke jaring. SMAN 1 Dumai kembali unggul dengan skor 10-6 hingga berakhirnya kuarter kedua.
Kuartet ketiga, SMAN 1 Dumai kembali memegang kendali serangan. Asyik menyerang, SMAN 1 Dumai kecolongan. Dimana, salah seorang pemain SMKN 1 Dumai berhasil melakukan tebakan tiga angka yang bolanya mulus masuk ke jaring. Skor langsung berubah menjadi 10-9.
Di kuarter ketiga ini, SMKN 1 Dumai mencoba bermain santai dan tidak terburu-buru. Ternyata membuahkan hasil dimana pemain SMKN 1 Dumai berhasil memasukan bola ke jaring. Skorpun berubah menjadi 10-11 keunggulan buat SMKN 1 Dumai.
Tertinggal setengah bola ini, SMAN 1 Dumai terus memperbaiki daya dobrak untuk menyerang kubu SMKN 1 Dumai. Pemain SMAN 1 Dumai berhasil menjaringkan bola. Akhirnya untuk sementara waktu, SMAN 1 Dumai unggul dengan skor 12-11.
Keunggulan ini terus bertambah setelah pemain SMAN 1 Dumai kembali berhasil memasukan bola ke keranjang. Skor kembali berubah menjadi 16-11 keunggulan buat SMAN 1 Dumai hingga sampai berakhirnya kuarter ketiga ini. Di kuater keempat, SMKN lakukan serangan cepat namun gagal menambah skor. SMAN 1 Dumai mengambil alih serangan namun kecolongan. Di mana pemain SMKN 1 Dumai berhasil memasukan bola dan skor berubah menjadi 16-13.
Di tengah ketinggalan skor ini, SMKN 1 Dumai berusaha membuat lemparan tiga namun selalu gagal. Meskipun gagal, namun serangan demi serangan ke jantung pertahanan SMAN 1 Dumai terus dibangun dengan cepat dan terata.
Lagi asyiknya menyerang, pemain SMAN 1 Dumai berhasil merebut bola. Melalui lemparan dekat, bola itu masuk ke jaring. SMAN 1 Dumai kembali unggul dengan skor 18-13. Pemain SMKN 1 Dumai kembali berusaha membalas. Hasilnya, pemain SMKN 1 Dumai berhasil memasukan bola dan skor berubah menjadi 18-15. Hingga kuarter keempat selesai tidak ada penambahan poin. Akhinya SMAN 1 Dumai menang dengan skor 18-15 dan mengantarnya masuk ke final.
Pelatih SMKN 1 Dumai, Irfan Hanafi yang ditemui Riau Pos usai pertandingan mengapresiasi penampilan yang telah dibuat anak-anak. ‘’Anak-anak sudah tampil penuh semangat. Cuma penyelesaian akhir seperti memasukan bola ke keranjang itu yang belum maksimal,’’ kata Irfan.
Untuk ke depannya, lanjut Irfan, masalah penyelesaian akhir akan menjadi agenda penting yang harus diperhatikan. ‘’Semoga untuk tahun depan, kita tampil lebih bagus lagi,’’ kata Irfan.(eca)
Editor : RP Arif Oktafian