PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kapten tim sepaktakraw putri Riau, Sutini, berharap Riau bisa meraih medali emas dalam PON 2024 Aceh Sumatra Utara (Sumut), terutama di bagian putri. Sutini yakin, jika para pemain lebih bekerja keras lagi saat latihan, harapan itu bisa tercapai.
Sudah sebulan ini tim sepaktakraw putra-putri Riau menjalani Pelatda Mandiri yang dilakukan oleh PSTI Riau di GOR Purna MTQ, Pekanbaru. Mereka latihan dua kali sehari dan hanya istirahat satu hari dalam sepekan. Tim putri dilatih oleh duet Supardi Hutabarat dan Edi Isnanto, sedangkan tim putra dilatih Nabawi dan Anto Prawoto.
"Secara pribadi saya berambisi meraih emas di PON 2024 ini. Selain karena mungkin ini akan menjadi PON terakhir saya sebelum gantung sepatu, juga karena kami sudah persiapan cukup lama dan maksimal," ujar Sutini kepada Riaupos.co, Jumat (31/5/2024).
Pada akhir April 2024 lalu, tim putri Riau diundang timnas Malaysia untuk ujicoba di Kuala Lumpur. Menurut Sutini, dalam beberapa nomor yang dimainkan, tim Riau unggul atas timnas putri Malaysia yang dipersiapkan untuk SEA Games tersebut.
Sutini juga menjelaskan, putri Riau punya peluang besar meraih emas di dua nomor yang akan diikuti, yakni tim regu dan tim dobel. Dua nomor ini didapat setelah putri Riau menjadi juara dalam kulifikasi Wilayah I (Sumatra) pada Powil Sumatra akhir 2023 lalu.
Di dua nomor ini, ada enam daerah yang akan bertarung memperebutkan medali. Selain Riau adalah dua tuan rumah, Aceh dan Sumut. Lalu ada DKI Jakarta (juara Wilayah II), Jawa Timur (Jatim) yang menjadi juara Wilayah III, dan Sulawesi Selatan (Sulsel) sebagai juara Wilayah IV.
Pada PON 2024 nanti, jika tak ada aral melintang, tim putri Riau akan diperkuat Sutini, Cici Yuliherfi, Wan Anissa, Siti Nasoha, Elizabeth Agatha, Choirunnisa, Nabilah, Delpianti, Novia Dwi Andini, Puput Melnia, dan Ayu Shakira
Belum ditentukan skema pertandingan yang akan dipakai dalam PON nanti, apakah round robin (saling bertemu) atau dibagi dua grup. Berkaca pada PON 2021 di Papua, meski ketika itu hanya diikuti lima provinsi, tetapi pertandingan dilakukan dengan skema pembagian grup.
"Kami siap melawan siapa saja dan skema apa saja. Kami akan bekerja keras untuk itu," kata perempuan kelahiran Bengkalis ini.
Laporan: Hary B Koriun