Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Elkan Baggott Menghilang dari Timnas Indonesia, Lini Belakang Skuad Garuda Bikin Blunder Fatal Kontra Irak

Redaksi • Kamis, 6 Juni 2024 | 19:06 WIB
Tanpa keberadaan Elkan Baggott Timnas Indonesia dihajar 2-0 oleh Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Tanpa keberadaan Elkan Baggott Timnas Indonesia dihajar 2-0 oleh Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

JAKARTA (RIAUPOS.CO) -- Elkan Baggott, bek muda berbakat yang bermain untuk Ipswich Town, tiba-tiba hilang dari radar Timnas Indonesia. Pemain berusia 21 tahun ini tidak menjadi bagian dari Ipswich Town musim panas ini, termasuk tidak dipanggil untuk memperkuat skuad Garuda besutan Shin Tae-yong.

Absennya Elkan Baggott dari Timnas Indonesia terjadi setelah dia mengabaikan panggilan timnas U-23 Indonesia bulan lalu, yang menyebabkan hubungan dingin antara Baggott dengan PSSI dan pelatih Shin Tae-yong.

Kondisi ini tentu tidak menguntungkan bagi kedua belah pihak. Bagi Elkan Baggott, ini adalah peluang yang hilang untuk mengharumkan nama Ipswich Town dan memperkuat posisinya di kancah internasional. Bagi Timnas Indonesia, absennya bek tengah berpengalaman seperti Baggott memberikan dampak signifikan pada pertahanan mereka.

Dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Irak pada Kamis (6/6), Timnas Indonesia harus menelan kekalahan dengan skor 2-0. Gol pertama Irak dicetak oleh Aymen Hussein melalui penalti pada menit ke-54, setelah handball di kotak penalti yang dilakukan oleh pemain Indonesia.

Bahkan, bek berpengalaman seperti Jordi Amat harus keluar lapangan setelah melakukan tekel terlambat terhadap pemain Irak. Situasi itu tentu saja menyulitkan skuad Garuda dalam mengembangkan permainan.

Situasi menjadi semakin buruk ketika Ernando Ari melakukan blunder fatal pada menit ke-88, yang dimanfaatkan oleh Ali Jasim Elaibi untuk mencetak gol kedua. Kekalahan ini memperlihatkan betapa rapuhnya lini belakang skuad Garuda tanpa kehadiran bek tangguh seperti Baggott.

Sementara itu, Ipswich Town sebagai tim promosi Liga Inggris tetap melanjutkan musim mereka dengan baik. Klub ini memiliki sejumlah pemain berkualitas yang dipanggil untuk membela tim nasional masing-masing.

Media setempat, East Anglian Daily Times, mencatat tujuh pemain Ipswich Town dipanggil oleh negaranya. Tiga di antaranya, Nathan Broadhead, Wes Burns, dan Kieffer Moore, membela Timnas Wales. Sayangnya, Wales tidak lolos ke Euro 2024 setelah gagal di babak kualifikasi.

Cameron Burgess, rekan setim Baggott di Ipswich, dipanggil untuk memperkuat Australia di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Axel Tuanzebe, seperti Baggott, beralih untuk merepresentasikan negara leluhurnya dan kini membela Timnas Kongo di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Afrika.

Jeremy Sarmiento dipanggil untuk mewakili Ekuador di Copa America, sementara Cameron Slicker dipanggil oleh Skotlandia U-21 untuk pertandingan persahabatan.

Pelatih Ipswich Town, Kieran McKenna, lebih memilih agar para pemainnya beristirahat sepanjang musim panas untuk menghadapi kerasnya kompetisi Liga Inggris. Dalam wawancaranya dengan media setempat, McKenna menegaskan pentingnya waktu istirahat dan persiapan pramusim bagi timnya. "Pramusim akan sangat penting," ujarnya.

"Kami tidak memiliki banyak pemain seperti di klub lain yang bermain di Euro atau Copa America, atau semacamnya. Jadi kami harus menggunakan waktu dengan baik."

Berikut tujuh pemain Ipswich Town yang dipanggil tim nasional:

Wales (FIFA Matchday): Nathan Broadhead, Wes Burns, Kieffer Moore
Australia (Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia): Cameron Burgess
Kongo (Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Afrika): Axel Tuanzebe
Ekuador (Copa America): Jeremy Sarmiento
Skotlandia U-21 (Friendly Match): Cieran Slicker

Ketiadaan Baggott dalam skuad Garuda menimbulkan spekulasi mengenai masa depan hubungan sang pemain dengan PSSI dan Timnas Indonesia. Jika hubungan dingin ini terus berlanjut, Indonesia mungkin akan kehilangan salah satu bek tengah terbaiknya yang bisa memberikan kontribusi besar dalam kompetisi internasional.

Sementara itu, Baggott sendiri harus memikirkan langkah-langkah yang dapat memperbaiki hubungan dengan PSSI dan tim nasional, agar karier internasionalnya tidak terhenti di tengah jalan.

Absennya Baggott tidak hanya berdampak pada tim nasional, tetapi juga pada perkembangan kariernya sendiri. Bermain di pentas internasional memberikan eksposur yang lebih luas dan pengalaman berharga yang tidak bisa didapatkan di level klub saja.

Oleh karena itu, penting bagi kedua belah pihak untuk menemukan solusi yang dapat memperbaiki hubungan dan memastikan bahwa Baggott dapat kembali memperkuat Timnas Indonesia di masa mendatang.

Kesalahan yang terjadi dalam pertandingan melawan Irak menunjukkan betapa pentingnya kehadiran pemain bertahan berpengalaman. Blunder yang dilakukan oleh Ernando Ari pada menit-menit akhir pertandingan adalah cerminan dari kurangnya koordinasi dan pengalaman di lini belakang.

Hal ini seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi pelatih Shin Tae-yong dan PSSI untuk memperkuat lini pertahanan dengan pemain-pemain berkualitas seperti Baggott.

Dalam dunia sepak bola, hubungan antara pemain dan federasi sangatlah penting. Kedua belah pihak harus saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama, yaitu meraih prestasi terbaik di kancah internasional. Baggott masih muda dan memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan, sementara Timnas Indonesia membutuhkan pemain-pemain berbakat untuk memperkuat skuad mereka.

Harapannya situasi ini dapat segera diselesaikan dengan baik agar Baggott bisa kembali memperkuat Timnas Indonesia dan memberikan kontribusi maksimal dalam kompetisi mendatang.

Sumber: Jawapos.com

Editor : RP Rinaldi
#timnas irak #Ayman Hussein #timnas indonesia #lini belakang #Elkan Baggott #shin tae-yong