Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Euro 2024 Spanyol vs Kroasia, Antara Kaki Kaca dan Kaki Emas

Redaksi • Sabtu, 15 Juni 2024 | 15:50 WIB
Gelandang Spanyol Pedri - Kapten Kroasi Luka Modric.
Gelandang Spanyol Pedri - Kapten Kroasi Luka Modric.



JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Tanggal 9 September mendatang kapten Kroasia Luka Modric bakal berusia 39 tahun. Sekitar dua bulan berselang, tepatnya 25 November, gelandang Spanyol Pedri genap 22 tahun. Meski terpaut 17 tahun, justru fisik Modric jauh lebih baik ketimbang Pedri untuk urusan ketahanan dari cedera.

Dilansir Transfermarkt, total Pedri telah menepi selama setidaknya 435 hari akibat beragam cedera yang dideritanya. Memang, Modric lebih lama menghabiskan waktu di ruang perawatan dengan 515 hari selama kariernya. Tetapi, balik lagi, usia mereka selisih 17 tahun. Ketika Modric melakoni debut profesional bersama Dinamo Zagreb musim 2003–2004, usia Pedri bahkan belum genap setahun.

Kondisi fisik Modric juga terjaga di tiga tahun terakhir dengan tidak pernah cedera lebih dari 10 hari. Kali terakhir dia menepi lebih lama dari itu terjadi pada Agustus 2021 selama 21 hari karena cedera aduktor. Sedangkan di kurun waktu yang sama, Pedri telah menghabiskan 504 hari di ruang perawatan karena ’’kaki kacanya” alias rentan cedera.

Kondisi yang berbanding 180 derajat itu memperbesar keraguan selama ini bahwa Pedri bakal bisa sesukses para pendahulunya di skuad Spanyol di mana dia diidentikkan seperti Xavi atau Andres Iniesta. Termasuk juga masih tanda tanya besar dia bakal bisa berkarier sepanjang dan sesukses Modric.

Kebetulan, keduanya bakal bertemu pada matchday pembuka grup B Euro malam nanti (siaran langsung pukul 23.00 WIB). Pedri berkesempatan kembali mengalahkan Modric di ajang internasional seperti yang terjadi pada Euro 2020. Kala itu, Spanyol mengalahkan Kroasia di 16 besar dengan banjir gol 5-3 via babak tambahan.

’’Sangat krusial untuk memenangi laga pertama (sebagai fondasi juara, Red). Tetapi, kami juga sering melihat tim jadi juara meski kalah pada laga pertama mereka,’’ papar Pedri dilansir beIN Sports.

Boleh saja Modric keok dari Pedri di satu-satunya pertemuan mereka di level internasional. Tetapi, Modric tetap pede bahwa secara tim Kroasia jauh lebih stabil. Bagaimanapun, tim berjuluk Vatreni itu adalah runner-up Piala Dunia 2018 dan peringkat ketiga Piala Dunia 2022.

’’Saya harap ini (Euro 2024, Red) bukan turnamen mayor terakhirnya (Modric, Red) karena kondisi fisiknya luar biasa,’’ ujar bek Kroasia Josko Gvardiol dilansir laman resmi UEFA.

Sumber: JawaPos.com

Editor : M. Erizal
#kroasia #euro 2024 #spanyol #euro