Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Semifinal Euro 2024 Jerman, Prediksi Belanda vs Inggris: Andalkan Senjata Rahasia

jpg • Rabu, 10 Juli 2024 | 10:52 WIB
Grafis: Aidil Adri
Grafis: Aidil Adri

DORTMUND (RIAUPOS.CO) – Inggris melakoni laga lebih lama di antara semifinalis Euro 2024 Jerman. Di fase knockout, Inggris dua kali melewati waktu normal (2x45 menit) alias bermain 120 menit di babak 16 besar melawan Slovakia (30/6), lalu sampai adu penalti ketika melawan Swiss di perempatfinal (6/7).

Jika ditotal, The Three Lions (sebutan Inggris) menghabiskan 250 menit dalam fase gugur. Dibandingkan dengan Belanda, lawan Inggris dalam semifinal di Westfalenstadion, Dortmund, dini hari nanti (siaran langsung RCTI/Euro 1/Euro 2/Euro 3/Sportstars 3/Sporstars 4 pukul 02.00 WIB) itu bisa menyudahi 16 besar dan perempatfinal di waktu normal.

Meski begitu, Inggris malah merasa pengalaman bermain dengan durasi lama maupun adu penalti itu mengasah kemampuan Harry Kane dkk. Artinya, jika kembali harus menuntaskan laga dengan cara seperti itu, skuad Gareth Southgate sudah siap.

Untuk adu penalti, misalnya. Southgate beruntung menjadikan Jimmy Floyd Hasselbaink sebagai asistennya per Maret 2023. Hasselbaink yang punya bagian melatih striker punya andil dalam memoles Harry Kane dkk saat menjalani adu penalti.

’’(Bersama Hasselbaink, red) kami punya algojo penalti kelas dunia seperti Ivan Toney dan Cole Palmer yang tidak pernah gagal mengeksekusi,’’ kata gelandang serang Inggris Phil Foden kepada BBC Radio 5 Live.

Nilai plus Hasselbaink, pria 52 tahun itu merupakan mantan striker Belanda. Dia pernah membela De Oranje (sebutan Belanda) periode 1998 sampai 2002.

Bek kiri Inggris Luke Shaw menyebutkan, Hasselbaink bisa memberikan saran tentang permainan untuk meredam Virgil van Dijk dkk. ’’Saran Jimmy sering kami dapatkan. Dia punya peran vital,’’ kata bek kiri Manchester United tersebut seperti dilansir Daily Mirror.

Kalau adu penalti ada Hasselbaink, Inggris juga punya senjata rahasia lainnya pada diri Stuart Sandeman. Dia merupakan spesialis pernapasan. Kemampuan pemain Inggris dalam mengatur pernapasan pun dilatih Sandeman. Hal itu berguna supaya pemain tidak cepat kelelahan.

Di lapangan, Sandeman menjadikan gelandang Inggris Declan Rice sebagai corong ke rekan-rekannya. ’’Dia (Rice, red) selalu menenangkan semuanya dan mengingatkan kami teknik-teknik pernapasan. Itu berguna bagi kami,’’ cerita Shaw.

Terpisah, wide attacker Belanda Cody Gakpo tidak mempermasalahkan tentang pengalaman memainkan babak waktu tambahan dan adu penalti yang belum dirasakan timnya di Euro 2024. Oranje memang menjadi satu-satunya semifinalis yang tidak menjalaninya.

’’Kalau kami bisa memperjuangkan (kemenangan) dalam 90 menit di fase sebelumnya, kami akan melakukannya lagi (melawan Inggris, red),’’ koar pemain Liverpool FC tersebut.

 

Pemain Belanda di Premier League

Jika Inggris memiliki asisten pelatih asal Belanda, Belanda punya sederet penggawa yang berkiprah di Premier League. Saat ini ada delapan pemain De Oranje yang tercatat membela klub Premier League.

Antara lain, kapten-bek tengah Virgil van Dijk, wide attacker Cody Gakpo, dan gelandang Ryan Gravenberch di Liverpool FC (LFC), bek kiri Nathan Ake (Manchester City, AFC Bournemouth, Watford FC, Chelsea), bek tengah Micky van de Ven (Tottenham Hotspur), dan bek kiri Ian Maatsen yang baru direkrut oleh Aston Villa. Juga dua kiper, masing-masing Bart Verbruggen (Brighton & Hove Albion) dan Mark Flekken (Brentford FC).

Itu belum termasuk yang pernah membela klub Premier League seperti Memphis Depay dan Daley Blind (Manchester United), Wout Weghorst (Manchester United dan Burnley FC), Georginio Wijnaldum (Newcastle United dan LFC), serta Steven Bergwijn (Tottenham Hotspur).

Sementara Donyell Malen (Borussia Dortmund) dan Jeremie Frimpong (Bayer Leverkusen) juga masih berbau gaya sepakbola Inggris. Itu disebabkan Malen dididik oleh akademi Arsenal, sementara Frimpong jebolan akademi City.

’’Aku rasa permainan kami sedikit banyak terpengaruh dengan gaya bermain di Premier League. Yaitu, terbiasa bermain dalam intensitas yang tinggi,’’ ungkap Van de Ven yang baru musim lalu memperkuat Spurs, sebutan Tottenham Hotspur seperti dilansir The Guardian.

Ake yang malah memulai kariernya di Premier League (sejak 2012) menambahkan, gaya Premier League sudah semakin berkembang dibandingkan satu dekade lalu. ‘’Staf pelatih kami tentu sudah menganalisis permainan mereka (Inggris) secara intensif dan mencari tahu (strategi) apa yang tepat untuk kami mainkan,’’ tutur pemain yang direkrut oleh akademi Chelsea saat berusia 16 tahun tersebut.

Gakpo sepakat dengan Ake. Meski sudah sering berhadapan dengan pemain Inggris yang bermain di Premier League, bukan berarti tidak ada persiapan khusus yang dilakukan Belanda. Sebab, ada pemain Inggris yang bersinar di luar Premier League seperti Jude Bellingham di Real Madrid.(ren/c19/c6/dns/jpg)

Editor : RP Arif Oktafian
#Inggris #harry kane #belanda vs inggris #belanda #Euro 2024 Jerman #semifinal Euro 2024 #senjata rahasia