WARSAWA (RIAUPOS.CO) – Juara Liga Champions Real Madrid sah jadi yang terbaik di Eropa. Tim besutan Carlo Ancelotti itu sukses menjuarai Piala Super Eropa dengan mengalahkan juara Liga Europa, Atalanta 2-0 di Stadion Naradowy, Warsawa, Kamis (15/8/2024) dini hari WIB.
Kapten Timnas Prancis Kylian Mbappe mencetak gol dalam debutnya untuk memenangkan trofi pertamanya bersama Real Madrid. Bagi Real Madrid ini adalah trofi keenam mereka di Piala Super Eropa melewati pencapaian Barcelona dan AC Milan yang memenangi lima trofi.
Dalam laga di Warsawa, gelandang asal Uruguay Federico Valverde membawa Real Madrid unggul setelah laga memasuki 59 menit dari jarak dekat. Kemudian, Kylian Mbappe melepaskan tembakan ke sudut menyambut umpan Jude Bellingham untuk menggandakan keunggulan sembilan menit kemudian.
Mbappe, yang bergabung dengan Madrid pada bulan Juni dari Paris Saint-Germain, seharusnya bisa mencetak gol pada menit ke-15, tetapi tendangan pertamanya diblok pertahanan Atalanta.
Atalanta yang bermain di Piala Super pertama mereka setelah memenangkan Liga Europa, tidak menunjukkan rasa takut terhadap lawan mereka yang hebat.
Setelah menahan tekanan awal Real Madrid, tim asuhan Gian Piero Gasperini itu semakin percaya diri dan tembakan Marten de Roon yang dibelokkan membentur mistar gawang.
Atalanta terus menciptakan peluang, Ederson melepaskan tembakan melebar dari jarak jauh sebelum kiper Real Madrid, Thibaut Courtois menyelamatkan tendangan Ademola Lookman.
Rodrygo menyia-nyiakan peluang bagus bagi Real Madrid di waktu tambahan babak pertama, dengan umpan rendah dari Vinicius Junior membentur mistar gawang.
Atalanta terus menekan dan Mario Pasalic menguji Courtois dengan sundulan yang berhasil ditepis kiper Belgia itu dengan gemilang menggunakan ujung jarinya.
Pasukan Carlo Ancelotti memecah kebuntuan saat Valverde mengonversi umpan akurat Vinícius Junior. Madrid seharusnya bisa menggandakan keunggulan mereka melalui Vinicius setelah serangan balik yang apik dan Jude Bellingham menyia-nyiakan dua peluang bagus sebelum ia memberi umpan kepada Mbappe untuk gol kedua Real Madrid. Dia mengoper bola kembali kepada pemain Prancis itu untuk menyelesaikannya dengan apik.
Mbappe yang memenangkan tujuh gelar Ligue 1 bersama PSG dan Monaco, tetapi sebelumnya tidak pernah memenangkan kompetisi klub Eropa, digantikan tujuh menit menjelang akhir pertandingan.
Kylian Mbappe sangat puas dengan debutnya tersebut, mencetak gol dan meraih trofi. Dia mengatakan "tidak ada batasan" berapa banyak gol yang ia cetak untuk Real Madrid musim ini usai gol debutnya di Piala Super Eropa.
"Kami di Real Madrid, kami tidak punya batasan, saya tidak punya batasan," kata Mbappé kepada Movistar setelah pertandingan pada hari Rabu ketika ditanya apakah 50 gol merupakan target realistis baginya musim ini.
"Jika saya bisa mencetak 50 gol, itu 50. Namun, yang terpenting adalah menang dan berkembang sebagai sebuah tim, karena kami akan menang sebagai sebuah tim," ujar pemain 25 tahun itu.
Mbappe bergabung dengan Madrid dengan status bebas transfer dari Paris Saint-Germain musim panas ini, menandatangani kontrak lima tahun dan mengakhiri saga transfer yang berlangsung lama dan terkenal itu.
Pemain internasional Prancis itu memulai pertandingan lawan Atalanta dengan bermain sebagai penyerang tengah, hanya seminggu setelah bergabung dengan rekan setim barunya untuk latihan pramusim.
"Malam yang luar biasa," kata Mbappe.
"Saya sudah lama menantikan momen ini, bermain dengan seragam ini, dengan logo ini, untuk para penggemar ini. Ini momen yang luar biasa bagi saya. Memenangkan trofi sangat penting, kami tahu bahwa [di Madrid] kami harus selalu menang. Saya sangat senang, tentu saja dengan gol itu, untuk penyerang seperti saya, menjadi penentu dalam pertandingan pertama saya, tetapi yang lebih penting adalah kesenangan untuk bermain," jelasnya.
Madrid menurunkan pemain Brasil, Vinícius Junior dan Rodrygo di kedua sisi Mbappe, dan Jude Bellingham di belakangnya, dalam tim penyerang yang dipilih oleh pelatih Carlo Ancelotti.
"Mereka adalah dua pemain hebat," kata Mbappe, ketika ditanya tentang Vinícius dan Jude Bellingham, yang bekerja sama untuk menciptakan golnya.
"Tetapi di sini kami memiliki yang terbaik di setiap posisi. Saya senang bermain dengan seluruh skuad yang kami miliki. Kami pasti akan meningkat. Saya yang pertama, tetapi hari ini adalah langkah yang positif."
"Mereka pantas mendapatkannya," kata gelandang Federico Valverde, ketika ditanya tentang penyerang Madrid.
"Semoga kami dapat menikmati banyak pertandingan seperti hari ini. Mereka bisa bersenang-senang dan bermain dengan baik, dan kami yang berada di belakang akan berlari mengejar mereka!"
Jude Bellingham yang terpilih sebagai MVP pertandingan, menggambarkan Mbappe sebagai "luar biasa" saat berbicara kepada media setelah pertandingan.
"Saya pikir (Mbappe) luar biasa sebelumnya," kata Bellingham.
"Sekarang saya mendapat kesempatan untuk bermain dengannya dan melihat detailnya sedikit lebih dekat: kecepatannya, kualitasnya, pekerjaannya tanpa bola, caranya sebagai pemimpin, cara dia berkomunikasi. Saya tidak bisa cukup memujinya. Orang-orang sudah lama membicarakan dia akan datang ke sini dan rasanya dia sudah lama di sini. Dia langsung cocok."
Carlo Ancelotti mengakui perlu waktu bagi rekan setim baru untuk beradaptasi selama awal pertandingan yang lambat, tetapi setelah itu dia mengatakan timnya menemukan keseimbangan yang dicarinya.
"Mbappe memiliki kualitas untuk mencetak banyak gol," kata Ancelotti.
"Kami harus mencari keseimbangan sebagai sebuah tim. Hari ini kami berhasil melakukannya. Di babak pertama, level permainan kami tidak spektakuler, tetapi tim bermain bagus di lini belakang,” ujar Ancelotti.
"Kami sedikit kesulitan di babak pertama karena Atalanta banyak menekan, mereka sangat bagus dalam bertahan. Di babak pertama, mereka memenangkan lebih banyak duel daripada kami. Di babak kedua, kami memiliki lebih banyak ruang di lini depan. Dan tentu saja dalam hal ruang, Rodrygo, Vinícius, dan Mbappe sangat berbahaya."
Di sisi lain, Ancelotti kini mejadi pelatih tersukses di Piala Super Eropa. Ini adalah gelar kelimanya setelah sebelumnya memenangkan gelar bersama AC Milan pada 2003 dan 2007, Real Madrid pada 2014, 2022. Dia melewati prestasi Pep Guardiola yang memenangkan empat trofi.***
Editor : RP Edwar Yaman