Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Panggung Kenan Yıldız, Pecahkan Rekor Del Piero di Liga Champions

Redaksi • Rabu, 18 September 2024 - 06:53 WIB

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Debut gemilang Thiago Motta sebagai pelatih baru Juventus di kompetisi Eropa tercatat di Stadion Allianz. Juventus memulai petualangan di Liga Champions musim ini dengan kemenangan 3-1 atas PSV Eindhoven, Selasa (17/9/2024).

KENAN YILDIZ
KENAN YILDIZ

Pertandingan dimulai dengan momen bersejarah ketika Kenan Yıldız, pada usia 19 tahun dan 136 hari, mencetak gol pembuka untuk Juventus pada menit ke-21.

Yıldız yang menerima bola di sisi kiri lapangan, menggiring bola ke arah tepi kotak penalti sebelum melepaskan tembakan melengkung indah ke pojok atas gawang PSV.

Bola mengenai tiang gawang sebelum akhirnya masuk ke gawang yang dijaga Joel Drommel.

Gol wonderkid Turki ini tidak hanya membuka skor, tetapi juga mencatatkan Yıldız sebagai pencetak gol termuda Juventus di Liga Champions.

Yıldız memecahkan rekor yang dipegang Alessandro Del Piero 13 September 1995 pada usia 20 tahun dan 308 hari saat melawan Borussia Dortmund.

Juventus terus menunjukkan dominasi dengan menambah gol kedua pada menit ke-27. Nicolas Gonzalez yang menunjukkan kekuatan dan keterampilan untuk melewati lawannya di sisi kanan, masuk ke dalam kotak penalti.

Gonzalez mengirimkan umpan balik yang terdefleksi oleh seorang bek PSV. Bola jatuh ke kaki Weston McKennie yang berdiri bebas. Dengan tembakan keras dari jarak dekat, McKennie menambah keunggulan Juventus 2-0.

Ini adalah gol kedua McKennie dalam dua penampilan terakhirnya di Liga Champions. Gol pertamanya setelah Oktober 2022 saat melawan Benfica.

Di babak kedua, Juventus terus mempertahankan kontrol permainan dengan gol ketiga yang dicetak oleh Roberto González pada menit ke-52.

Gol ini berawal dari keberhasilan Juventus merebut bola di lini tengah. Dusan Vlahovic membelah pertahanan PSV dengan umpan terobosan yang mengirim bola kepada Gonzalez, yang berdiri bebas di sisi lapangan.

Gonzalez kemudian melepaskan tembakan ke pojok jauh dari sudut sempit yang tidak bisa dihentikan oleh Drommel.

Meski PSV Eindhoven jauh tertinggal, mereka tetap menunjukkan permainan menyerang yang berbahaya.

Tim asuhan Peter Bosz akhirnya mampu memperkecil ketertinggalan melalui gol Ismael Saibari pada menit ke-90+3.

Saibari memanfaatkan ruang di sisi kiri kotak penalti Juventus dan melepaskan tembakan keras yang mengarah ke tiang jauh. Ini satu-satunya gol yang berhasil menembus pertahanan Juventus awal musim ini.

Pemain Terbaik Pertandingan

Penampilan Kenan Yıldız sepanjang laga benar-benar memukau, dan ia dinobatkan sebagai Player of the Match oleh UEFA Technical Observer Panel.

Penampilan Yıldız memberikan "wow factor" di kompetisi ini, menegaskan potensi besar yang dimilikinya di fase grup Liga Champions musim ini.

Dengan kemenangan ini, Juventus menunjukkan bahwa mereka adalah salah satu tim yang patut diperhitungkan di Eropa.

Musim ini menandai ke-38 kalinya Juventus berpartisipasi di Piala/Liga Champions, menjadikannya sebagai rekor untuk klub Italia. Hanya Real Madrid (55), Bayern Munich (41), dan Benfica (41) yang memiliki jumlah musim lebih banyak di kompetisi ini.

Thiago Motta juga mencatatkan dirinya sebagai pelatih ke-10 yang memimpin Juventus di Liga Champions.

Menariknya, seluruh pelatih Juventus di kompetisi ini berasal dari Italia, dengan nama-nama besar seperti Marcello Lippi, Carlo Ancelotti, Fabio Capello, dan Antonio Conte yang pernah mengisi kursi pelatih.

Laporan: RPG (Padang)

Editor : RP Edwir Sulaiman
#Liga Chammpions #psv eindhoven #Kenan Yildiz #juventus