JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kevin Diks menjadi pemain terbaru untuk dinaturalisasi agar bisa memperkuat Timnas Indonesia. Berikut profil Kevin Diks, pemain FC Copenhagen yang sudah bersalaman dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Sosok Kevin Diks sebenarnya sudah cukup lama dikaitkan oleh Timnas Indonesia. Dalam beberapa bulan, bahkan tahun terakhir, namanya sudah disebut-sebut agar bisa memperkuat skuad Garuda.
Sebab, Kevin Diks punya nama belakang Bakarbessy. Marga itu sangatlah tidak asing karena Bakarbessy merupakan salah satu fam atau marga dari Maluku.
Kevin Diks pun kerap disebut sebagai Kevin De Bruyne-nya Indonesia. Tapi, bukan karena kualitas dan posisinya yang sama, melainkan karena memiliki inisial yang sama yakni Kevin Diks Bakarbessy.
Selain itu, Diks termasuk salah satu pemain yang bermain di level atas. Meski tak berkarier di liga top Eropa, tapi dia adalah pemain FC Copenhagen, klub asal Denmark yang rutin malang-melintang di kompetisi kasta tertinggi Eropa, Liga Champions, dan termasuk tim tersukses di kancah domestik.
Kehadiran Kevin Diks akan jadi tambahan amunisi untuk Timnas Indonesia. Nah, sebelum dia bergabung dengan skuad Garuda, ada baiknya mengetahui profil Kevin Diks lebih dahulu.
Profil Kevin Diks
Kevin Diks Bakarbessy di Apeldoorn, Belanda, pada 6 Oktober 1996. Dia mulai meniti karier sebagai pesepak bola profesional bersama klub muda VIOS Vaassen pada 2002-2004. Diks kemudian hengkang ke akademi sepak bola lokal kotanya, AGOVV Apeldoorn. Kariernya di sana sangat singkat karena hanya berlangsung selama setahun.
Pada 2005, asa Kevin Diks jadi pemain profesional kian jelas dengan akademi sepak bola Vitesse. Dia menimba ilmu di klub yang berbasis di Arnhem, Belanda, itu selama hampir satu dekade. Berbagai tim kelompok usia pun pernah dia rasakan mulai dari U-17 hingga U-19 bersama Vitesse.
Kemudian pada 2014, tim utama Vitesse akhirnya melirik Kevin Diks dan dia memulai karier profesionalnya. Dua tahun berselang, Diks dilirik oleh klub Italia, Fiorentina. Dia pun langsung ditebus oleh klub Serie A Italia itu dengan mahar 2,9 juta euro. Nilai yang cukup besar.
Tapi, kebersamaannya dengan Fiorentina tak begitu mulus. Dia banyak menjalani karier dengan dipinjam ke sejumlah klub, mulai dari Vitesse, Feyenoord, Empoli, Aarhus GF (Denmark). Penampilan yang ditorehkan bersama La Viola, julukan Fiorentina, pun hanya dua kali. Jumlah laga yang minim.
Baca Juga: Speedboat Rombongan Cagub Meledak, Anggota DRPD dan Ketua DPW PPP Tewas
Situasi itu membuat Kevin Diks akhirnya hengkang. Dia meninggalkan Fiorentina untuk bergabung dengan klub Denmark, FC Copenhagen, pada musim 2021/2022.
Keputusan itu terbilang tepat untuknya. Kevin Diks tak butuh lama untuk melakoni debut untuk FC Copenhagen, karena dia sudah mulai bertanding pada 18 Juli 2021 melawan AaB di 3F Superliga.
Hingga kini, pemain berposis bek itu sudah jadi andalan dan hampir tak tergantikan di FC Copenhagen. Total 144 pertandingan telah dimainkan dengan torehan 16 gol bersama klub pemilik 15 gelar liga Denmark tersebut.
Selain itu, pemain yang bisa bermain sebagai bek sayap kiri dan bek sayap kanan itu juga sudah pernah merasakan bermain di Liga Champions. Ya, dari 143 laga bersama Copenhagen, 14 di antaranya dia bermain di kompetisi sepakbola kasta tertinggi antarklub Eropa tersebut pada musim 2022/2023 dan 2023/2024.
Lawan yang dihadapi Kevin Diks di Liga Champions pun bukan kaleng-kaleng. Sejumlah klub raksasa Eropa pernah dia jajal untuk berduel, mulai dari Borussia Dortmund, Sevilla, Manchester City, Manchester United, hingga Bayern Munchen.
Sementara untuk level internasional, Kevin Diks pernah memperkuat Timnas Belanda di berbagai kelompok usia. Dia memulai debutnya untuk Timnas Belanda U-19 pada 9 Oktober 2014 dan mencatatkan empat penampilan. Kemudian di level U-20, Kevin Diks memainkan 5 pertandingan, serta yang terakhir pada 2016, dia dipanggil Belanda U-21 dan total mencatatkan tujuh penampilan.
Sayang, pemanggilan Timnas Belanda itu tidak berlanjut hingga level senior sampai saat ini. Kevin Diks tak kunjung mendapat tawaran untuk tim utama De Oranje hingga akhirnya memutuskan bersedia untuk dinaturalisasi agar bisa membela Timnas Indonesia.
Editor : RP Edwar Yaman