Dalam unggahan itu, Legenda Persebaya asal Brasil Jacksen F Tiago tampak mengenakan baju koko bernuansa cokelat dan mengucapkan kalimat syahadat di Pondok Pesantren Nabil Husein, Samarinda.
"Tidak ada kata-kata yang bisa menjelaskan perasaanku saat ini, ayah. Aku menyayangimu Mr Samir Fereirra Tiago," tulis Hugo Samir dalam unggahannya.
Tak mau kalah dengan putranya, Jacksen pun membalas unggahan dengan menyatakan rasa sayangnya kepada Hugo Samir. "Cintaku padamu dan keluarga kita abadi, anak muda," ujar Jacksen di kolom komentar unggahan sang anak.
Bagi para Bonek dan Persebaya, Jacksen F Tiago merupakan sosok yang disegani. Ia layak menyandang legenda hidup Green Force karena turut membantu tim kebanggaan Surabaya itu meraih gelar Liga Indonesia tahun 1997.
Kala itu, bersama Aji Santoso, Uston Nawawi, Carlos de Mello dan sejumlah pemain lainnya sukses mengalahkan Bandung Raya di final yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno.
Jacksen F Thiago juga pernah memperkuat Petrokimia Gresik dan menjadi pelatih di berbagai klub tanah air, mulai dari Assyabaab, Persebaya, Persita, Persiter Ternate, Persitara, Persipura, Barito Putera, hingga Persis Solo. Ia juga sempat melatih klub Malaysia yaitu Penang FC, dan juga menangani Timnas Indonesia pada 2013.
Sementara itu, putranya yang bernama Hugo Samir juga mengikuti jejak ayahnya berprofesi sebagai pesepak bola. Ia tercatat sebagai pemain Persik Kediri. Pada musim ini, Samir sudah bermain sebanyak empat laga. Ia juga tercatat sebagai pemain Timnas Indonesia U-20.
Kini, di usianya yang sudah 56 tahun, Jacksen masih aktif di bidang sepak bola. Mengutip dari akun Instagram pribadinya, Jacksen kini menjabat sebagai Direktur Teknik PSSI Kalimantan Timur.
Sumber: Jawapos.com
Editor : RP Rinaldi