Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Tolak Tandang ke Indonesia, Media Vietnam Sebut Bahrain Pengecut, Timnas Indonesia Bisa Menang 3-0

Redaksi • Sabtu, 19 Oktober 2024 | 09:45 WIB
Timnas Indonesia saat berhadapan dengan Bahrain.
Timnas Indonesia saat berhadapan dengan Bahrain.

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Keputusan Asosiasi Sepakbola Bahrain (BFA) untuk menolak bermain di Indonesia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia menjadi sorotan media internasional.

Salah satunya media asing asal Vietnam, Bongda24, menyebut sikap BFA sebagai pengecut, menyiratkan bahwa Timnas Bahrain takut menghadapi atmosfer pertandingan di Jakarta.

Keberatan BFA muncul setelah warganet Indonesia menggeruduk media sosial dan melontarkan kemarahan dan bahkan percobaan peretasan terhadap situs resmi BFA.

Selain itu, sejumlah nama tempat di Bahrain diubah di Google Maps sebagai bentuk protes atas performa wasit asal Oman yang dinilai curang dan berpihak kepada Bahrain di laga tandang Timnas Indonesia babak penyisihan grup C kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Bahrain National Stadium, Kamis (10/10/2024) lalu.

BFA secara resmi telah mengajukan permintaan kepada FIFA dan AFC untuk memindahkan pertandingan ke lokasi netral, dengan alasan demi keselamatan para pemainnya.

Laga yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 25 Maret 2025 mendatang, menurut BFA, tidak menjamin keamanan bagi tim Bahrain.

"Asosiasi Sepakbola Bahrain mengecam sikap tak bertanggung jawab fans Timnas Indonesia di dunia siber," tulis BFA dalam pernyataan resminya di Instagram pada Rabu, (16/10/2024). BFA menegaskan niatnya untuk meminta agar pertandingan dipindahkan dari Indonesia.

Pindah Lokasi Bisa Jadi Preseden Buruk

Media Bongda24 menyoroti bahwa jika permintaan BFA dikabulkan, ini bisa menjadi preseden buruk dalam ajang Kualifikasi Piala Dunia.

Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa keputusan untuk memindahkan pertandingan ke tempat netral bisa menjadi alasan bagi tim-tim lain yang merasa terancam untuk meminta perlakuan serupa.

"Pada kasus Bahrain, jika FIFA mengabulkan, ini bisa menjadi preseden buruk bagi tim lain," tulis Bongda24.

Sebagai perbandingan, Bongda24 menyinggung kasus sebelumnya ketika AFC memutuskan untuk tetap melaksanakan pertandingan di Iran meskipun klub asal India, Mohun Bagan, menolak bertanding dengan alasan keamanan.

Akibatnya, karena tidak hadir di lapangan, Mohun Bagan dinyatakan kalah dengan skor 3-0.

PSSI Jamin Keamanan Tim Tamu

Pihak PSSI melalui Exco Arya Sinulingga telah menyatakan akan berupaya meyakinkan AFC agar pertandingan tetap berlangsung di Jakarta.

Arya menegaskan bahwa Indonesia akan menjamin keamanan dan kenyamanan bagi tim Bahrain selama berada di Jakarta.

"Kita akan membuat surat ke AFC untuk menyatakan bahwa pertandingan supaya adil tetap di Jakarta. Karena sebelumnya tandingnya di Bahrain," ujar Arya.

Dia menambahkan bahwa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang ramah, sehingga kenyamanan dan keselamatan tim tamu akan menjadi prioritas.

Jika permintaan BFA untuk memindahkan pertandingan tidak dikabulkan dan Bahrain tetap menolak untuk bermain di Indonesia, maka Timnas Indonesia berpotensi diuntungkan.

Berdasarkan aturan FIFA, tim yang tidak hadir dalam pertandingan yang telah ditetapkan akan dinyatakan kalah WO dengan skor 3-0.

Hal ini bisa menjadi dorongan positif bagi Skuad Garuda yang tengah berjuang di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 untuk meraih kemenangan pertamanya.

Performa Timnas Indonesia di Kualifikasi

Di bawah asuhan Shin Tae-yong, Timnas Indonesia tampil impresif pada tiga pertandingan awal kualifikasi dengan meraih hasil imbang melawan tim kuat seperti Arab Saudi, Australia, dan Bahrain.

Namun, performa mereka sempat terganggu setelah menelan kekalahan perdana 2-1 dari tim Tiongkok di Qingdao Youth Football Stadium pada 15 Oktober 2024.

Meski demikian, Skuad Garuda tetap optimistis bisa meraih kemenangan dalam pertandingan-pertandingan selanjutnya.

Saat ini, keputusan terkait permintaan Bahrain masih berada di tangan AFC dan FIFA. Jika tidak ada perubahan, Timnas Bahrain tetap diwajibkan untuk datang ke Jakarta pada 25 Maret 2025 mendatang.


Sumber: Pojoksatu.id

Editor : M. Erizal
#garuda #STY #timnas indonesi #piala dunia #bahrain #timnas