BIRMINGHAM (RIAUPOS.CO) – Liga Champions dengan format baru musim ini telah menggelar 3 matchday. Klub asal Inggris, Aston Villa menyita perhatian. Tim yang dibesut Unai Emery itu tampil sempurna. Tiga kemenangan beruntun tanpa kebobolan, dan memuncaki klasemen dengan poin sempurna (9 poin).
Ya, kemenangan kandang Aston Villa 2-0 atas Bologna di Villa Park, Rabu (23/10/2024) dini hari WIB mempertahankan awal 100% untuk kampanye pertama tim Inggris tersebut di kompetisi klub papan atas Eropa sejak 1983 -- saat itu disebut Piala Eropa, yang dimenangkan Villa pada tahun 1982. Dan mereka tidak ingin awal mimpi itu berakhir di sini.
"Apa yang kami bangun di sini luar biasa," kata kapten Villa John McGinn, salah satu pencetak gol melawan Bologna di Villa Park yang megah.
"Tiga pertandingan, tiga kemenangan, dan yang terpenting bagi kami adalah tidak kebobolan gol. Kami tidak ingin berhenti di sini. Itu menempatkan kami pada posisi hebat. Beberapa pemain kembali dan sekarang kami terlihat sangat kuat," jelasnya.
Villa mengawali musim dengan kemenangan 3-0 atas klub Swiss yang kurang diperhitungkan, Young Boys, dan kemudian mengalahkan raksasa Jerman, Bayern Munich dengan skor 1-0 dalam pertandingan kandang pertama di Liga Champions format baru.
Di matchday ketiga Liga Champions formatbaru ini, Villa berada di posisi pertama dan tidak ada tim lain yang meraih sembilan poin.
"Kami bermain dengan serius, kami bermain dengan fokus, bertanggung jawab, dan tim ini terus berkembang dan matang dalam segala hal," kata manajer Villa Unai Emery, yang mengambil alih kursi kepelatihan dua tahun lalu dengan tim yang berada tepat di atas zona degradasi.
"Jika kami mempertahankan performa [kemenangan] yang sama seperti yang kami dapatkan dan mendapatkan poin melaluinya, tentu saja kami dapat mengubah tujuan kami dan menjadi delapan besar," ujar Unai Emery.
"Tetapi saya ingin merasakannya sebagai cara alami yang kami lakukan, dan bukan kejutan, karena kami bermain dengan baik... kami kami tampil konsisten dan kami mendapatkan poin, dan kami merasa nyaman,"tambha pelatih asal Spanyol yang pernah melatih Arsenal dan PSG itu.
Kunci musim ini adalah performa Jhon Durán, pemain internasional Kolombia berusia 20 tahun yang menjalani musim ketiganya di Aston Villa. Jhon Duran diberi kesempatan langka sebagai starter melawan Bologna dan memaksa penyerang utama Olivier Watkins bermain sebagai pemain pengganti.
Tendangan voli Jhon Duran pada menit ke-64 menyambut umpan silang Morgan Rogers merboek gawang Bologna yang dikawal kiper Polandia, Lukasz Skorupski. Gol pemecah kebuntuan bagi tim berjuluk The Villans itu.
Olivier Watkins yang berada di pinggir lapangan menunggu untuk masuk dan terlihat bertepuk tangan atas gol Jhon Duran, yang kini telah mencetak tujuh gol musim ini dalam 12 pertandingan -- sebagian besar sebagai pemain pengganti. Salah satunya adalah gol kemenangan jarak jauh yang mengesankan melawan Bayern.
"Ketika ia menonton itu, saya berpikir untuk menggantinya, ia berakselerasi dan mencetak gol," kata Emery sambil tertawa.
"Itu fantastis. Ia meminta lebih banyak [waktu] karena ia berpikir ia bisa mencetak lebih banyak gol."
Duran tampak marah ketika ia melangkah ke bangku cadangan, tetapi Emery menepis semua masalah di antara mereka, menyebut penampilan penyerangnya pada malam itu "fantastis."
"Tentu saja, saya yang mengatur segalanya dan juga aksi para pemain, tetapi kami mengirimkan pesan di ruang ganti, menghormati nilai-nilai kami dan mencoba untuk bersikap dewasa dan bertanggung jawab. Terkadang seseorang, karena ia bukan satu-satunya, terkadang mereka bereaksi sedikit, tetapi itu di bawah kendali saya," ujar Unai Emery.
Editor : RP Edwar Yaman