PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Final putra Honda DBL with Kopi Good Day 2024 Riau antara SMA Dharma Loka Pekanbaru melawan Witama Pekanbaru digelar di Gelanggang Remaja Pekanbaru, Sabtu (26/10) malam ini.
Semangat membara dan rasa “haus” kemenangan ditunjukkan kedua finalis ini untuk mengejar gelar juara.
“Ini kan tahun terakhir kami. Jadi selain latihan, kami fokus buat kekompakan tim seperti main game Mobile Legends dan bercanda biar mencairkan suasana,” ungkap perwakilan pemain Dharma Loka, Louis Jeffersen Kalim.
Meskipun berusaha santai menghadapi final, pemain yang kerap disapa Louis ini mengaku ingin tahu permainan apik tim lawan. “Jujur aku pengen ketemu semua pemain ya. Soalnya kalau mereka sampai final seperti kami, berarti mereka juga cukup bagus,” ucapnya.
Dengan rasa percaya diri tersebut, Louis juga mengungkapkan kesiapannya untuk menghadapi final malam nanti.
“Kami pasti siap. Karena kami memang bersiap meraih kemenangan,” tegas pemain yang duduk di bangku kelas XII tersebut.
Winners, julukan SMA Witama Pekanbaru perlu waspada. Sebab, semangat Dharma Loka yang dilatih Dewit memang sedang berapi-api untuk membawa pulang gelar juara musim ini. Namun, apakah mereka benar-benar bisa menembus pertahanan Winners?
SMA Witama Pekanbaru juga tak mau menyerah begitu saja. Apalagi, musim lalu, mereka hanya menembus Big Eight. Alih-alih gugup, Maxwell Jonathan Siaw yang mewakili Winners justru mengaku sudah tak sabar menunggu pertandingan final. “Sangat senang dan excited menunggu final besok (hari ini, red). Soalnya ini pertama kalinya kita berhasil masuk ke final DBL Riau,” ungkapnya.
Rupanya, perasaan tidak sabar itu juga muncul karena di pertandingan final malam ini, dirinya akan berhadapan koleganya di tim basket Pra-Popnas Riau. “Kalau ditanya pengen ketemu siapa? Sudah pasti Fabrizio. Soalnya kami sama-sama TC Pra Popnas dan satu kamar. Terus juga pernah satu klub,” terang pemain yang mengenakan jersey nomor 24 tersebut.
Wah terbayang keseruannya kan? Kalau teman sekamar ini akan bertarung untuk membawa nama baik timnya masing-masing. Meskipun begitu, Maxwell tidak ingin menganggap remeh Dharma Loka.
“Selain latihan, kami istirahat yang cukup saja supaya waktu final lebih all out. Soalnya mereka juga tim yang tangguh kan,” jelas pemain kelahiran 2008 tersebut. Mengakui ketangguhan tim lawan, bukan berarti membuat Maxwell dan Winners akan dengan mudah terkalahkan. Bahkan, dirinya menyempatkan untuk memberikan peringatan. “Buat lawan berikan yang terbaik ya. Soalnya yang juara sudah pasti Witama,” tutur salah satu guard Winners ini.
Apalagi pelatih Witama, Afwan telah mengingatkan kepada timnya agar tampil all out, bermain cepat, dan tidak kendor kepada tim lawan. “Target kami tahun ini rebut gelar champions. Dan itu sudah kami persiapkan jauh-jauh hari seperti rutin melakukan latihan. Kami akan bermain cepat,” ujarnya.
Diketahui, Honda DBL with Kopi Good Day 2024-2025 digelar di 31 kota dan 23 provinsi se-Indonesia. Setiap tahunnya, DBL Indonesia memilih student athlete terbaik dari masing-masing kota untuk diseleksi menjadi DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp. Honda DBL with Kopi Good Day 2024-2025 juga menampilkan kompetisi 3X3.(dof)
Editor : RP Arif Oktafian