MILAN (RIAUPOS.CO) - Piotr Zielinski mengonversi dua penalti untuk Inter Milan saat bermain imbang 4-4 dengan Juventus dalam lanjutan Serie A Italia di San Siro, Milan Senin (28/10/2024) dini hari WIB. Kenan Yildiz mencetak dua gol di untuk menyelamatkan Juventus dari kekalahan pertamanya di Serie A musim ini.
Pertandingan yang sangat seru itu menandai pertama kalinya dalam sejarah Serie A, di mana lima gol tercipta di babak pertama antara Inter dan Juve. Inter berada di posisi kedua klasemen dengan 18 poin, empat poin di belakang Napoli. Juve berada di posisi ketiga dengan 17 poin.
Babak pertama yang menghasilkan lima gol dimulai ketika Marcus Thuram menguasai bola di depan Danilo. Bek asal Brazil itu tidak sengaja menendang pergelangan kaki Thiram ketika hendak menghalau bola. Hal ini mendorong wasit untuk menunjuk titik penalti. Piotr Zielinski mengonversinya menjadi gol di menit ke-15 menit untuk membawa Inter unggul.
Juve menyamakan kedudukan lima menit kemudian ketika Weston McKennie memberikan umpan kepada Dusan Vlahovic, yang menceploskannya dengan kaki kiri dari jarak dekat. Setelah 26 menit, Juve memimpin ketika Francisco Conceicao berhasil masuk ke kotak penalti, menciptakan ruang sebelum mengumpankannya kepada Timothy Weah yang tidak terkawal. Putra Gheoge Weah yang memilih membela Timnas Amerika Serikat itu tanpa kesulitan membobol gawang Inter yang dikawal kiper Swiss, Yann Sommer.
Kemudian gelandang Inter Milan Henrikh Mkhitaryan menyamakan kedudukan menjadi 2-2, sepuluh menit sebelum turun minum dengan tendangan kaki kirinya ke sudut bawah gawang Juventus dari tepi kotak penalti.
Hujan gol terus berlanjut ketika Zielinski kembali membawa Inter unggul dari titik penalti setelah Pierre Kalulu menjegal Denzel Dumfries, membuat juara bertahan unggul 3-2 menjelang turun minum. Babak kedua dimulai dengan sengit ketika Dumfries mencetak gol menyambut tendangan sudut. Dia mengirim bola melewati pertahanan Juve yang padat untuk memperlebar keunggulan Inter menjadi dua gol.
Penyerang asal Turki Yildiz berusia 19 tahun, melepaskan tembakan rendah dari sudut sempit setelah berlari ke kotak penalti saat terjadi serangan balik, memperkecil ketertinggalan Juve pada menit ke-71. Delapan menit menjelang akhir pertandingan, ia mengendalikan umpan silang di dalam kotak penalti untuk melepaskan tembakan yang masuk ke gawang dan mengamankan hasil imbang yang spektakuler.
"Kami seharusnya bisa berbuat lebih banyak untuk menghindari gol-gol Juventus, itu terlalu mudah bagi mereka," kata Zielinski kepada wartawan.
"Kami semua seharusnya bisa berbuat lebih banyak, terutama pada gol ketiga. Kami seharusnya merebut bola lebih cepat. Kami memberi terlalu banyak ruang bagi mereka. Kami tahu Juventus punya pemain-pemain yang kuat; mereka cepat dan bisa mencetak gol," jelas mantan pemain Napoli asal Polandia itu.
Kiper Juventus Michele Di Gregorio mengatakan tekad timnya untuk terus berjuang hingga peluit akhir membuahkan hasil.
"Berjuang sampai akhir adalah motto kami, dan hari ini kami membuktikannya. Saya katakan ini akan menjadi pertandingan yang indah, dan memang demikian. Saya senang dengan reaksi tim. Itu memberi kami sinyal kuat untuk memulai lagi. Kekuatan tim kami terbukti; kami saling memberi tahu untuk tidak menyerah," katanya.
"Yildiz memberi kami dukungan yang hebat, dan saya senang untuknya. Dia sangat kuat, dan kami perlu memanjakannya," jelas Michele Di Gregorio yang musim ini didatangkan Juventus dari Monza.***
Editor : RP Edwar Yaman