Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Manajemen PSPS Kembali Tidak Memperpanjang Kontrak Dua Pemain, Termasuk sang Kapten Omid Popalzay

Dofi Iskandar • Kamis, 5 Desember 2024 | 20:55 WIB
Omid Popalzay resmi mengakhiri kerjasama kerja dengan PSPS Pekanbaru. Selain Omid Popalzay, striker Riki Dwi Saputro juga putus kontrak.
Omid Popalzay resmi mengakhiri kerjasama kerja dengan PSPS Pekanbaru. Selain Omid Popalzay, striker Riki Dwi Saputro juga putus kontrak.

PEKANBARU (RIAU POS.CO) - Manajemen PSPS Pekanbaru kembali memutus kontrak dua pemainnya, yakni kapten PSPS Pekanbaru, Omid Popalzay dan striker Riki Dwi Saputro.

Kedua pemain tersebut resmi mengakhiri kerja sama kerja berdasarkan komunikasi dan evaluasi tim pelatih. Sebelumnya manajemen PSPS juga telah mengakhiri kontrak lima pemain atau tidak memperpanjang kontrak lima pemain untuk pembenahan.

Lima pemain yang dimaksud adalah Marshell Huwae, Aimar Mohama, Abelard Tegar, Cakra Yudha, dan Papua Komboy.

Dalam postingan di akun instagramnya @opopalzay, pada Kamis 5 Desember 2024, Omid menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah adanya kesepakatan antara pihak manajemen dan agen sang pemain.

Dalam pernyataan resminya, Omid menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para penggemar dan masyarakat Pekanbaru.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para penggemar PSPS Pekanbaru dan semua orang baik di klub ini. Dukungan kalian selama ini sungguh luar biasa, setiap pertandingan di stadion menjadi motivasi terbesar bagi saya untuk selalu memberikan yang terbaik," ujarnya.

Meski mengaku berat hati, Omid menghormati keputusan manajemen klub.

"Meskipun saya tidak pernah berniat meninggalkan klub yang saya cintai ini, ada keputusan tertentu yang dibuat oleh manajemen dan situasi lain yang membuat saya sedih. Namun, saya menghormati keputusan tersebut," tambahnya.

Ia juga mengungkapkan harapannya untuk bisa kembali bertemu dengan para penggemar di masa depan.

"Kepada semua orang di Pekanbaru, ini adalah perpisahan yang manis sekaligus pahit. Saya berharap suatu hari nanti jalan kita akan bertemu kembali di lapangan. Untuk saat ini, saya menyerahkan masa depan saya sepenuhnya kepada agen saya. Saya percaya bahwa Allah Maha Mengetahui," pungkasnya.

Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) PSPS Pekanbaru, Effendi Syahputra mengatakan, kapten tim PSPS Pekanbaru Omid Popalzay dan striker Riki Dwi Saputro resmi mengakhiri kerja sama kerja berdasarkan komunikasi dan evaluasi tim pelatih.

"Manajemen sejalan dengan pelatih dan para pemain tersebut di atas, dengan semangat kekeluargaan kesepakatan ini di ambil dengan sama-sama memikirkan kepentingan dan target klub yang dicanangkan sejak awal yakni lolos ke Liga 1," ujar Effendi Syahputra, Kamis (5/12/2024).

Pihaknya selaku manajemen PSPS Klub mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan kerja-kerja luar biasa pemain serta mendoakan agar sukses di tempat selanjutnya dan dalam karier ke depan.

Diketahui, Omid Popalzay adalah pemain Timnas Afghanistan. Pemain kelahiran Kabul 25 Januari 1996 itu didatangkan PSPS Pekanbaru dari Nejmech FC (Lebanon) pada 4 Oktober 2023 itu dengan bebas transfer.

Bahkan gelandang produktif PSPS Pekanbaru, Omid Popalzay ikut meramaikan top skorer alias pemain tersubur di Liga 2. Omid pernah memimpin top skorer sementara dengan 6 gol.

Pada laga sebelumnya, PSPS Pekanbaru vs Persikota Tangerang, Omid Popalzay tidak diturunkan karena sedang mengalami cedera.

Aji Santoso mengatakan bahwa Omid Popalzay belum bisa diturunkan pada laga menghadapi Persikota Tangerang dan juga pada dua pertandingan ke depannya, karena kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan untuk diturunkan.

Karena Omid Popalzay saat ini tengah penguatan kondisi cedera yang dialaminya.

"Yang jelas untuk pertandingan selanjutnya laga tandang, Omid tidak diberangkatkan ke Jakarta," jelasnya.

Laporan Dofi Iskandar (Pekanbaru)

Editor : M. Erizal
#Riki Dwi #psps pekanbaru #omid popalzay psps pekanbaru #putus kontrak