MADRID (RIAUPOS.CO) – Real Madrid selamat dari kekalahan dalam laga derby Mandrid kontra rival sekota Atletico Madrid di Santiago Bernabeu, Sabtu (8/2/2025) waktu setempat. Kylian Mbappé mencetak gol Real Madrid pada babak kedua untuk menyamakan 1-1 setelah gol Atletico yang dicetak Julián Álvarez pada babak pertama.
Hasil itu membuat Real Madrid tetap berada di puncak LaLiga dengan 50 poin. Mereka unggul satu poin dari Atletico di posisi kedua yang kehilangan kesempatan untuk melompati mereka. Barcelona, yang berada di posisi ketiga dengan 45 poin, akan bertandang ke Sevilla pada Ahad (9/2/2025) waktu setempat dengan kesempatan untuk memperkecil ketertinggalan dalam perebutan gelar.
Dalam kisah dua babak di stadion Santiago Bernabeu, Atletico mendominasi 45 menit pertama dan memimpin saat Julian Alvarez mencetak gol penalti pada menit ke-35 setelah Aurélien Tchouaméni melanggar Samuel Lino di dalam kotak penalti.
Real bangkit setelah turun minum, dengan Kylian Mbappe menyambar bola pantul pada menit ke-50 untuk menyamakan kedudukan. Namun, mereka dibuat frustrasi saat berupaya meraih kemenangan melalui Jan Oblak yang tampil gemilang, yang melakukan serangkaian penyelamatan gemilang.
Atletico asuhan Diego Simeone datang dalam performa yang bagus, setelah memenangkan 19 dari 21 pertandingan sebelumnya di semua kompetisi dan mereka menunjukkan mengapa mereka memiliki pertahanan terbaik di lima liga top Eropa dengan kebobolan 15 gol dalam 23 pertandingan.
Saat laga di Santiago Bernabeu, meskipun kehilangan pemain bertahan andalan Robin Le Normand karena skorsing, tim besuta Simeone sekali lagi tampil solid di lini belakang. Mereka membuat frustrasi serangan gemilang Real yang tidak mampu menciptakan satu pun tembakan tepat sasaran di babak pertama.
Pemain sayap Samuel Lino dan penyerang Julian Alvarez terus-menerus mengancam di sisi kiri. Ini memperlihatkan kekurangan Lucas Vázquez dan Tchouameni yang menjadi starter di lini pertahanan Real yang kelelahan tanpa empat bek teratas mereka karena cedera.
Pada menit ke-25, para pemain Atletico mengeluh keras kepada wasit atas pelanggaran keras Dani Ceballos terhadap Pablo Barrios yang membuatnya mendapat kartu merah langsung. Namun, wasit Cesar Soto Grado hanya memberi kartu kuning.
Lima menit kemudian, keluhan Atletico didengar ketika Tchouameni membiarkan kaki Lino menyentuh bola saat bola masuk ke kotak penalti dalam serangan balik cepat. Awalnya, wasit tidak melihat pelanggaran tersebut, tetapi setelah ia diminta meninjau ulang permainan di bilik VAR, ia menunjuk titik penalti.
Julian Alvarez yang berdarah dingin tetap tenang di bawah sorakan keras dari penonton Santiago Bernabeu yang memadati stadion untuk dengan berani mencungkil bola penaltinya ke tengah lapangan saat Thibaut Courtois menunduk rendah.
Samuel Lino dan Julian Alvarez menyia-nyiakan peluang emas yang seharusnya memberi tim tamu keunggulan yang lebih nyaman dan mereka membayar harga yang mahal karena Real bangkit lebih bersemangat setelah jeda, dengan Vinicius Jr dan Rodrygo tampil mengesankan di lini tengah.
Mereka membutuhkan waktu lima menit untuk menyamakan kedudukan ketika Rodrygo berlari melewati dua lawan di sayap kanan dan mengumpan ke Jude Bellingham yang melepaskan tendangan sentuhan pertamanya dari jarak dekat. Gimenez berhasil memblok bola pantul yang jatuh ke Mbappe, yang melepaskan tembakan keras ke gawang.
Real tampil habis-habisan untuk meraih tiga poin namun harus berhadapan dengan Oblak, yang menggagalkan tendangan jarak dekat Vinícius, Rodrygo, Mbappe dan Jude Bellingham, yang juga memiliki peluang emas untuk mengamankan satu poin bagi Atletico.
Manajer Real Madrid Carlo Ancelotti mengatakan orang-orang sepak bola tidak mengerti penalti seperti yang diberikan kepada Atlético Madrid dalam hasil imbang derby 1-1 di Santiagi Bernabeu. Julián Álvarez mengonversi tendangan penalti pada menit ke-35 -- yang diberikan oleh VAR setelah Aurélien Tchouaméni dianggap telah melanggar Samuel Lino -- untuk membawa tim tamu Atlético unggul di Bernabéu.
"Saya pikir kami pantas mendapatkan lebih. Kami memiliki kendali penuh, kami mencetak gol, kami masuk ke kotak penalti, kami bermain sangat baik di babak kedua,” ujar Ancelotti.
"Babak pertama benar-benar berbeda, jauh lebih lambat, dan kurang agresif. Saya pikir dengan apa yang kami lakukan di babak kedua, kami pulang dengan perasaan yang baik. Penalti itu memengaruhi tim, tentu saja," lanjutnya.
Sementara manajer Atletico, Diego Simeone cukup puas dengan kepemimpinan wasit.
"Saya pikir wasit telah melakukan yang terbaik dalam mengambil keputusan," ujar Diego Simeone dalam konferensi persnya, mengutip keputusan babak pertama untuk memberikan kartu kuning kepada gelandang Real Madrid Dani Ceballos karena pelanggarannya terhadap Pablo Barrios.
"Bagi sebagian orang, pelanggaran Ceballos adalah kartu merah, dan bagi yang lain tidak. Saya pikir [wasit] memimpin dengan baik," ujarnya mengakhiri.***
Editor : Edwar Yaman