Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Leicester vs Arsenal 0-2: Dipaksa Arteta Jadi Penyerang Tengah, Mikel Merino Jadi Pahlawan The Gunners

Edwar Yaman • Sabtu, 15 Februari 2025 | 22:37 WIB
DipAksa bermain sebagai penyerang tengah, gelandang Mikel Merino jadi pahlawan Arsenal lewat sepasang golnya saat mengalahkan Leicester City 2-0.
DipAksa bermain sebagai penyerang tengah, gelandang Mikel Merino jadi pahlawan Arsenal lewat sepasang golnya saat mengalahkan Leicester City 2-0.

LEICESTER (RIAUPOS.CO) – Gelandang asal Spanyol, Mikel Merino jadi pahlawan Arsenal. Dia membukukan brace (dua gol) saat The Gunners (julukan Arsenal) mengalahkan tuan rumah Leicester City 2-0 dalam lanjutan Liga Premier Inggris di King Power Stadium, Sabtu (15/2/2025) malam WIB.

Mikel Merino dipaksa Manajer The Gunners Mikel Arteta bermain sebagai penyerang tengah sementara karena krisis cedera klubnya di lini depan. Ternyata eksperimen Arteta membuahkan hasil, di mana Merino tampil tajam hingga membukukan brace.

Arsenal kini mengantongi 53 poin dari 25 pertandingan. Mereka tertinggal empat poin dari pemuncak klasemen Liverpool setelah memainkan satu pertandingan lebih banyak. Sementara Leicester City tetap berada di zona degradasi dengan 17 poin dari 25 pertandingan mereka musim ini.

Pemain pengganti Mikel Merino menyundul umpan silang pemain remaja Ethan Nwaneri dari sisi kanan pada menit ke-81, sebelum mencetak gol tanpa pengawalan di tiang belakang ketika umpan Leandro Trossard berhasil menjangkaunya enam menit kemudian.

"[Manajer Arsenal Mikel Arteta] mengatakan kepada saya bahwa saya akan bermain sebagai penyerang dan memastikan saya bermain sesuai dengan kekuatan saya. Ini adalah pertama kalinya dalam karier saya bermain di posisi itu," kata Mikel Merino kepada TNT.

"Hari ini adalah pertandingan yang sulit, kami tahu bahwa kami akan menghadapi tim yang berjuang menghindari degradasi. Namun, pertandingan seperti hari ini sangat bagus untuk skuad,” ujar mantan pemain Real Sociedad itu.

"Dia [Nwaneri] adalah pemain yang luar biasa, dia sangat berbakat. Saya telah berbicara kepadanya sepanjang musim tentang memasok bola-bola seperti itu ketika saya berlari ke kotak penalti di akhir pertandingan," ujar pemain 28 tahun teesebut

Arsenal kini tak terkalahkan dalam 15 pertandingan liga, memenangkan 10 di antaranya, catatan terbaik mereka sejak mereka menjalani 16 pertandingan tanpa kekalahan pada musim 2010-11 saat Arsene Wenger masih bertugas.

Leicester kini telah menjalani 17 pertandingan liga sejak terakhir kali mereka tidak kebobolan dan ada protes dari penggemar yang diredam pada menit ke-14 pertandingan, dan di luar stadion sebelumnya, yang tampaknya ditujukan kepada direktur sepak bola Jon Rudkin.

Peluang sangat sedikit dan jarang terjadi di babak pertama, dan dua peluang terbaik jatuh ke gelandang Leicester Wilfred Ndidi. Tendangan volinya dari tepi area tepat ke kiper Arsenal David Raya, sebelum ia menyundul bola melebar dari tiang gawang saat babak pertama berakhir.

Arsenal mendominasi penguasaan bola di awal babak kedua dan mulai lebih banyak menyentuh bola di kotak penalti Leicester. Nwaneri yang luar biasa melihat tendangannya dari tepi area penalti melambung tipis di atas mistar gawang.

Dengan skor masih 0-0, Bobby De Cordova-Reid dari Leicester tampak akan melakukan tap-in di tiang belakang dari umpan silang rendah Jordan Ayew, tetapi Myles Lewis-Skelly mendapatkan sentuhan penting di saat-saat terakhir.

Sore yang membuat frustrasi bagi Arsenal berlanjut ketika Declan Rice memberi umpan kepada Nwaneri, yang melaju ke kotak penalti dan melepaskan tembakan keras yang membentur tiang gawang. Tetapi mereka akhirnya menemukan gol kemenangan mereka dari Mikel Merino, yang mungkin akan lebih sering berada di posisi penyerang menjelang akhir musim dengan Gabriel Martinelli, Gabriel Jesus, Kai Havertz, dan Bukayo Saka yang semuanya absen karena cedera jangka panjang.

"Saya pikir kami bermain baik selama 80 menit untuk meraih hasil hari ini. Namun Anda tidak boleh kehilangan konsentrasi melawan tim-tim itu. Mudah bagi Merino untuk menyundulnya. Kami harus bermain lebih baik dalam situasi seperti itu," kata pemain Leicester, Bilal El Khannouss.

"Kami berjuang bersama-sama sebagai satu tim. Kami tahu kami harus berjuang untuk setiap bola dan itulah yang kami lakukan selama 80 menit. Sulit untuk menerimanya," jelasnya.***

Editor : Edwar Yaman
#arteta #ARSENAL #Brace #Penyerang Tengah #Mikel Merino #liga premier #leicester #leicester vs arsenal