TURIN (RIAUPOS.CO) - AC Milan belum juga bangkit dari ketrpurukan usai tersingkir di Liga Champions. Kembali fokus ke Serie A, mereka justru gagal meraih hasil positif saat tandang ke Turin menghadapi Torino. Tim besutan Sergio Conceicao itu kalah 1-2, Ahad (23/2/2025) dini hari WIB.
AC Milan menjalani malam yang frustrasi di Turin. Bek tengah asal Jerman, Malick Thiaw mencetak gol bunuh diri di awal laga. Chrsitian Pulisic gagal penalti yang membuat AC Milan membuang peluang mendekati empat besar Serie A Italia.
Kekalahan itu membuat AC Milan berada di posisi ketujuh dengan 41 poin. Rossonerri berada 16 poin di belakang pemimpin klasemen Inter Milan dan enam poin di belakang Lazio yang berada di posisi keempat. Torino berada di posisi ke-11 dengan 31 poin.
Tim tamu memulai dengan kemungkinan terburuk ketika kiper Mike Maignan mencoba untuk menyapu bola di luar kotak penalti setelah lima menit, tetapi bola mengenai Malik Thiaw dan memantul ke gawang terbuka untuk menjadi gol bunuh diri.
Pulisic memiliki peluang emas untuk menyamakan kedudukan bagi AC Milan tepat setelah menit ke-32. Pemain Timnas Amerika Serikat itu melangkah ke titik penalti setelah handball pemain tuan rumah Marcus Pedersen. Namun, kiper Torino Vanja Milinkovic-Savic membaca tendangan itu dengan sempurna. Dia menukik ke kanan untuk menggagalkan tendangan Pulisic -- penalti pertama yang gagal dieksekusi pemain internasional Amerika Serikat itu.
Kiper asal Serbia itu telah menggagalkan empat penalti musim ini di Serie A -- lebih banyak dari kiper lain di lima liga top Eropa.
AC Milan terus menekan untuk menciptakan peluang sepanjang pertandingan, tetapi Milinkovic-Savic melakukan beberapa penyelamatan gemilang untuk mempertahankan keunggulan Torino hingga gol penyeimbang pemain berdarah Indonesia Tijjani Reijnders pada menit ke-74.
Saat harapan mulai muncul untuk Milan, pemain pengganti Torino Gvidas Gineitis memadamkannya dua menit kemudian dengan berlari cepat ke kotak penalti dan melepaskan tembakan rendah dari sudut sempit yang masuk, memastikan kemenangan Torino.
Saat peluit akhir dibunyikan, sorak-sorai terdengar dari para pendukung AC Milan yang datang, rasa frustrasi mereka meluap setelah penampilan yang goyah lagi.
"Kami mengalami banyak kesulitan," katanya Tijjani Rijnders kepada DAZN.
"Bahkan dalam pertandingan seperti ini, di mana kami berhasil menyamakan kedudukan, kami tidak boleh meninggalkan lapangan dengan kekalahan. Kami harus lebih dewasa dalam beberapa momen pertandingan. Kami harus tetap positif, sebelum tiba di sini ada optimisme dalam tim," ujar gelandang Timnas Belanda itu.
Bagi gelandang Torino asal Lithuania Gineitis, suasana hatinya berada di skala yang berbeda.
"Saya sangat senang telah mencetak dua gol musim ini. Sebagai seorang anak, saya bahkan tidak dapat membayangkan bahwa saya akan mencetak gol melawan Milan. Ini adalah mimpi bagi saya," jelasnya.***
Editor : Edwar Yaman