MADRID (RIAUPOS.CO) – Pertandingan Real Sociedad vs Real Madrid pada leg 1 semifinal Copa del Rey sempat dihentikan pada Kamis (27/2/2025) dini hari WIB. Ini menyusul nyanyian dari penonton yang ditujukan kepada bek Madrid, Raúl Asencio. Laga itu sendiri berakhir untuk kemenangan Real Madrid 1-0 lewat gol tunggal Endrick pada menit ke-19.
Pertandingan di Reale Arena San Sebastian itu dihentikan sesaat sebelum turun minum. Ini setelah wasit José María Sánchez Martínez diberitahu oleh kapten Madrid Vinícius Júnior bahwa para pemain telah mendengar nyanyian "Asencio, matilah."
Baca Juga: 5.764 Hektare Lahan Duta Palma Group Disita
Petugas tersebut mengaktifkan protokol antikebencian Spanyol, yang menyatakan bahwa pada awalnya, sebuah pesan ditampilkan di layar besar stadion, dan dibacakan melalui pengeras suara.
"Tidak untuk nyanyian rasis, xenofobia, atau intoleran. Dukung tim, hormati lawan," kata pesan tersebut.
Awal bulan ini, pengadilan di Kepulauan Canary memutuskan bahwa penyelidikan atas dugaan peran Asencio dalam penyebaran video eksplisit seksual yang melibatkan anak di bawah umur akan dilanjutkan.
Baca Juga: KPU Siak Segera Tetapkan Jadwal PSU
Asencio diduga telah membagikan video seksual yang direkam oleh tiga mantan pemain akademi Madrid lainnya tentang pertemuan dengan dua gadis, salah satunya adalah anak di bawah umur, pada Juni 2023.
Pelatih Madrid Carlo Ancelotti mengganti Asencio -- yang bermain di posisi bek kanan -- pada babak pertama, dan menggantinya dengan Lucas Vázquez.
"Vinícius berbicara kepada wasit, wasit menghentikan pertandingan dan menerapkan protokol," kata Ancelotti dalam konferensi pers pascapertandingannya.
"[Wasit] melakukan hal yang benar. Setelah itu saya menarik keluar [Asencio]. Pemain itu mengalami dua hal: ia terpengaruh oleh [nyanyian], dan ia mendapat kartu kuning. Jadi saya menarik keluarnya."
"Tidak seorang pun suka stadion meneriakkan 'mati' kepada mereka," tambah Ancelotti. "[Asencio] terpengaruh dalam hal itu. Ia tidak begitu senang. Jadi saya lebih suka menarik keluarnya. Emosinya mungkin telah memengaruhinya."
Bek tengah Asencio melakukan debutnya di tim utama pada November tahun lalu, saat tim mengalami krisis cedera pemain bertahan.
"Kami mengutuk penghinaan itu," kata kapten Real Sociedad Mikel Oyarzabal kepada Movistar.
"Kami tidak menyukainya. Saya pikir ada cara lain untuk mengutuk apa yang terjadi, atau tindakan yang mungkin telah dilakukan, tetapi ini bukan cara yang tepat untuk melakukannya."
Pelatih Real Sociedad Imanol Alguacil menambahkan: "Jika itu terjadi -- karena saya tidak mendengarnya -- saya mengutuknya. Kami tidak suka itu terjadi di stadion kami atau stadion mana pun. Kami mengutuk nyanyian itu, itu tidak boleh terjadi." Pemain berusia 22 tahun itu kemudian menjadi anggota penting tim, menjadi starter di kedua pertandingan playoff Liga Champions Madrid dengan Manchester City bulan ini.
Editor : Edwar Yaman