BURIRAM (RIAUPOS.CO) – MotoGP Thailand jadi seri pembuka MotoGP 2025. Pembalap bersaudara asal Spanyol, Marc Marquez dan adiknya Alex Marquez tampil gemilang dengan sukses finis 1-2 pada balapan utama di Sirkuit Buriram bertajuk MotoGP Thailand, Ahad (2/3/20025). Sebelumnya Marc dan Alex juga finis 1-2 di sprint race, kemarin.
Seperti halnya di sprint race, Marc Marquez yang musim ini membela pabrikan Ducati tampil prima. Memulai balapan sebagai pole-sitter, rider asal Spanyol itu memenangkan race setelah dengan sabar menaklukkan sang adik, Alex Marquez, pada hampir sepanjang balapan.
MM93 sukses mempertahankan keunggulan hingga memasuki garis finis. Alex Marquez di tempat kedua, disusul Francesco Bagnaia.
Marc Marquez langsung tancap gas memimpin balapan setelah lampu hijau balapan dinyalakan. Francesco Bagnaia di belakangnya, disusul Alex Marquez dan Ai Ogura. Alex Marquez menyalip Bagnaia untuk posisi kedua. Pedro Acosta jadi pebalap yang crash pertama saat memasuki Turn 1 di lap kedua.
Marc Marquez mengalami problem di lap ketujuh ketika mesin motornya tiba-tiba melambat. Alex Marquez memaksimalkan kesempatan ini untuk menyalip sang abang dan merebut posisi pertama.
Alex Marquez tetap memimpin balapan hingga memasuki lap ke-14. Marc terus menguntit di belakangnya, disusul Bagnaia dan Franco Morbidelli.
Bagnaia mulai mendekat ke Marc Marquez di lap ke-22. Alex Marquez masih mempertahankan posisi terdepan dengan 4 lap tersisa. Marc Marquez akhirnya menyalip Alex jelang memasuki lap ke-23. The Baby Alien langsung menjauhkan jarak hingga 1,5 detik dari saudaranya tersebut.
Race berakhir dengan Marc Marquez melintasi garis finis pertama. Alex Marquez di belakangnya, disusul Francesco Bagnaia yang mengisi P3.
Reakn Marc Marquez di Ducati, Francesco Bagnaia mengomentari kemenangan The Baby Alien. Dia menyebut Marc seperti ‘bermain-main’ sebelum finis pertama.
"Marc seperti bermain-main. Jika dia mau, dia akan memenangkan balapan dengan selisih lebih dari lima detik, sebab dia sudah unggul satu atau dua detik dari Alex," kata Bagnaia dilansir dari Marca
"Lalu dia membiarkan Alex lewat, dia ada di sana bermain di belakang dan kemudian, ketika tersisa dua putaran, dia memutuskan untuk memimpin. Dia langsung melesat, jadi dia unggul jauh dari kami," ujarnya.
Marc Marquez angkat bicara soal kejadian di lap ketujuh. Dia mengaku menurunkan kecepatan motornya demi menghindari penalti akibat tekanan ban depan motornya tak berubah.
"Saya melihat tekanan di ban depan tidak menurun setelah lap demi lap. Kemarin kami mencoba menguatkan beberapa hal dan mungkin, melampaui panjang jarak, gaya balapan berubah sedikit dan saya melihat tekanannya tidak bekerja," kata Marquez seusai balapan MotoGP Thailand 2025.***
Editor : Edwar Yaman