LOS ANGELES (RIAUPOS.CO) – Mantan juara dunia tinju kelas berat George Foreman yang meninggal pada hari Jumat (22/3/2025) di usia 76 tahun. Dikutip dari The Guardian, kabar meninggalnya sang legenda tinju diumumkan oleh keluarga Foreman melalui akun Instagram resminya, @biggeorgeforeman.
"Seorang humanis, seorang Olympian, dan juara dunia kelas berat dua kali," tulis pernyataan tersebut.
"Dia sangat dihormati, sosok yang memperjuangkan kebaikan, pria dengan disiplin, keyakinan, dan pelindung warisannya, yang berjuang tanpa lelah untuk menjaga nama baiknya – demi keluarganya," lanjutnya.
Mike Tyson dan sejumlah publik figur memberikan penghormatan kepada Foreman. Mike Tyson, sesama juara kelas berat yang tidak pernah bertemu Foreman di atas ring, memimpin penghormatan dengan unggahan emosional di X, termasuk dua foto kebersamaan mereka.
Pesan dan foto yang diunggah Mike Mike Tyson lewat akun X-nya sebagai ucapan bela sungkawa. (X @MikeTyson)
"Belasungkawa kepada keluarga George Foreman. Kontribusinya untuk tinju dan dunia di luar itu tidak akan pernah terlupakan," tulis Mike Tyson.
Mauricio Sulaimán, Presiden Dewan Tinju Dunia (WBC), menyebut Foreman sebagai juara legendaris, pendeta yang menginspirasi, suami, ayah, kakek, buyut, dan sahabat terbaik yang bisa dimiliki seseorang.
"Kenangan tentangnya akan abadi. Semoga Big George beristirahat dalam damai," tambah Sulaiman dalam unggahannya di X.
Bob Arum, promotor tinju terkemuka sekaligus ketua Top Rank, mengenang Foreman sebagai teman dekat yang sangat berharga bagi dirinya dan keluarganya.
"George bukan hanya teman baik saya, tetapi juga bagian dari keluarga kami. Kami sangat kehilangan dan merasa terpukul," ujar Arum.
Turki Alalshikh, tokoh penting dalam kebangkitan tinju di Arab Saudi dan ketua Otoritas Hiburan Umum Kerajaan, mengunggah foto menyentuh di X yang menampilkan Foreman tersenyum di antara Frazier dan Ali.
"Berita yang menyedihkan bagi saya dan dunia tinju Pilar terakhir dari era yang tak terlupakan telah berpulang hari ini," tulis Alalshikh.
Legenda basket Charles Barkley mengenang pengalamannya bertemu Foreman.
"Saya mengenal Tuan Foreman sedikit demi sedikit saat melihatnya di pertandingan tinju dan sering bertanya tentang cara menjadi pengusaha setelah karier selesai," kata Barkley.
"Dia jelas salah satu petinju terbaik sepanjang masa, tetapi juga pria yang lembut dan seorang pendeta. Ini benar-benar menyakitkan, tidak ada kata lain yang bisa saya ucapkan," tambah Barkley.
"Belasungkawa untuk keluarganya. Saya benar-benar terkejut karena berita ini sangat mengejutkan saya," ucap Barkley kembali.
Pebasket legendaris lainnya, Magic Johnson, juga menyampaikan belasungkawa.
"Saya menghadiri begitu banyak pertarungan kejuaraan George sepanjang karirnya. Dia adalah petinju yang luar biasa, dan merupakan kehormatan bisa mengenalnya, baik di dalam maupun di luar ring," sebut Johnson.
"Setelah meninggalkan ring, dia menjadi pengusaha hebat – saya bahkan membeli salah satu George Foreman Grill pertama yang diproduksi," ungkap Johnson.
Sementara itu, Chuck D, vokalis utama grup rap ikonik Public Enemy, juga mengenang Foreman dengan mengunggah potret hangat di X sebagai bentuk penghormatan terakhirnya.
George Foreman lahir di Texas, 10 Januari 1949. Dirinya mencetak sejarah dengan menjatuhkan Joe Frazier enam kali dalam dua ronde brutal untuk merebut sabuk WBC dan WBA pada Januari 1973, menandai pertama kalinya ia menjadi juara dunia kelas berat.
Foreman kemudian kehilangan gelar juara dunia plus rasakan kekalahan pertamanya di tangan Muhammad Ali. Dalam duel 'The Rumble in the Jungle' berlangsung di Zaire (sekarang Republik Demokratik Kongo), 30 Agustus 1974, Foreman kalah KO dari Ali di ronde delapan.
Foreman sempat pensiun pada 1977. Namun, semangat bertarungnya tak pernah padam. Pada 1987, Foreman kembali ke ring dengan misi besar yakni merebut kembali kejayaan. Meski banyak pihak meragukan kemampuannya karena faktor usia, Foreman membuktikan bahwa ia masih memiliki kekuatan, strategi, dan mentalitas seorang juara.
Puncak comeback luar biasanya terjadi pada 5 November 1994, ketika ia merebut kembali gelar juara dunia dengan mengalahkan Michael Moore. Di tahun yang sama, Foreman meluncurkan produk George Foreman Grill. Foreman meraih kesuksesan besar dari penjualan produk tersebut, bahkan lebih besar dari karier tinjunya selama tiga dekade.***
Editor : Edwar Yaman