JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Menang tipis lawan Bahrain membuat pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks makin optimistis menatap laga penting melawan China pada Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Skuad Garuda akan menjamu China di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada 5 Juni 2025 mendatang.
Kevin Diks tampil selama 74 menit dalam kemenangan 1-0 Timnas Indonesia atas Bahrain saat pertandingan berlangsung di SUGBK pada Selasa (25/3/2025).
Kemenangan ini menjadi momentum penting bagi Timnas Indonesia yang tengah berjuang mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026.
"Pertandingan berikutnya adalah pada Juni melawan China. Mari kita menang lagi," ujar Kevin.
Pemain FC Copenhagen tersebut merasa kemenangan atas Bahrain terasa spesial karena merupakan kemenangan pertamanya bersama Timnas Indonesia dalam putaran ketiga kualifikasi.
Sebelumnya, ia harus menelan kekalahan saat menghadapi Jepang (0-4) dan Australia (1-5), bahkan gagal mengeksekusi penalti dalam laga melawan Australia.
"Akhirnya kami menang di pertandingan ini. Senang sekali bisa mendapatkan tiga poin hari ini," ujarnya.
Kevin Diks dipastikan akan bergabung dengan Borussia Moenchengladbach pada musim depan.
Kemenangan Timnas Indonesia atas Bahrain bak suntikan semangat bagi Timnas Indonesia untuk tetap berusaha maksimal mencapai target lolos ke Piala Dunia 2026.
Saat ini, tim asuhan Patrick Kluivertmengoleksi sembilan poin dan berada di peringkat keempat klasemen.
Baca Juga: Perkuat Kemitraan, BRI RO Pekanbaru Buka Puasa Bersama Media
Skuad Garuda unggul tiga poin atas Bahrain dan China yang berada di posisi lima dan enam.
Dengan posisi ini, Indonesia memiliki peluang besar untuk melaju ke putaran keempat guna memperebutkan tiket tersisa ke Piala Dunia edisi ke-23.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, optimistis bahwa Timnas Indonesia bisa bersaing di level dunia jika para pemain terus bekerja keras.
“Kita bisa buktikan kalau kita mau kerja keras, kita bisa coba lagi. Kalau teman-teman media ingat waktu itu kita kalah sama Jepang, habis itu kita bisa menang lawan Arab Saudi. Karena kalau kita kalah sama Saudi tentu ya mimpinya sudah tidak tercapai juga,” kata Erick.
Erick juga menekankan pentingnya kekompakan dalam tim untuk mewujudkan mimpi tampil di Piala Dunia.
“Hari ini membuktikan bangsa kita bisa, bangsa kita bisa kalau mau kerja keras, kalau mau kompak. Kita buktikan setelah kita kalah sama Australia.
Ya mudah-mudahan ini menjadi bagian penting buat kita kembali coba menjaga asa dari mimpi kita untuk ke Piala Dunia,” tambahnya.
Namun, Timnas Indonesia harus menghadapi tantangan besar saat melawan China karena dua pilar utama, Marselino Ferdinan dan Maarten Paes, dipastikan absen akibat akumulasi kartu kuning.
Kehilangan mereka menjadi pukulan bagi skuad Garuda, terutama di lini tengah dan penjaga gawang.
Marselino, yang berperan penting dalam kemenangan atas Bahrain dengan memberikan assist untuk gol Ole Romeny, akan sulit digantikan.
Sementara itu, Maarten Paes menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang sejak resmi menjadi Warga Negara Indonesia.
Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, harus mencari solusi untuk menggantikan kedua pemain tersebut.
Emil Audero berpeluang besar menjalani debut sebagai kiper utama, dengan Ernando Ari dan Nadeo Argawinata sebagai opsi lain.
Di lini tengah, pengamat sepak bola Haris Pardede menyoroti kehilangan Marselino sebagai kerugian besar bagi tim.
"Ya, ini suatu kekurangan. Lino adalah pemain yang sangat penting. Dia memberikan assist kepada Ole Romeny," ujarnya.
Menurut Haris, salah satu opsi yang bisa diambil Kluivert adalah memainkan Dean James di posisi Marselino.
"Penggantinya bisa Dean James, tapi dia ke kiri, Ragnar (Oratmangoen) akan free role. Seperti yang diketahui, Dean James sejatinya adalah winger kiri, bukan tidak mungkin dia ditempatkan di sana," jelasnya.
Editor : M. Erizal