MADRID (RIAUPOS.CO) - Mikel Arteta telah mendesak Arsenal untuk menepis ekspektasi akan kebangkitan gemilang Real Madrid dan "berbicara di lapangan" dalam pertarungan leg kedua perempatfinal Liga Champions, Kamis (17/4/2025) dini hari WIB nanti.
Arsenal bertandang ke Bernabéu dengan tujuan mempertahankan keunggulan 3-0 pada leg pertama dan mencapai semifinal pertama mereka dalam kompetisi tersebut sejak 2009.
Real Madrid yang telah 15 kali jadi juara Piala Champions/Liga Champions sangat berpengalaman di kompetisi ini. Mereka bangkit damn melakukan comeback. Real Madrid hanya pernah bangkit dari defisit tiga gol dalam pertandingan Eropa satu kali: dalam kampanye Piala Eropa 1975-76 melawan Derby County.
Gelandang Madrid Jude Bellingham mengatakan pada hari Selasa bahwa situasi tersebut adalah malam yang diciptakan untuk Real Madrid dan mengklaim bahwa ia telah mendengar kata remontada -- bahasa Spanyol untuk comeback -- sekitar sejuta kali sejak minggu lalu di tengah pembicaraan di ibu kota Spanyol tentang kemungkinan comeback.
Berbicara pada hari Selasa waktu setempat menjelang pertandingan, Arteta mengatakan: "Kami telah mencoba untuk mengulang pesan yang berlawanan. Jadi di otak para pemain, apa yang mereka miliki di sini dalam 72 jam terakhir adalah sesuatu yang sama sekali berbeda.”
"Kami sangat dekat dengan mereka dan mudah-mudahan itu lebih kuat daripada apa pun. Tetapi sekali lagi, Anda harus berada di luar sana, Anda harus mengalaminya, Anda harus merasakannya dan Anda harus melewatinya. Itulah yang harus kami lakukan besok. Saya memahami bahwa narasi itulah yang akan memberi bahan bakar bagi mereka [Madrid]," ujar manajer asal Spanyol itu.
Arsenal tidak pernah kalah dalam satu pertandingan dengan selisih tiga gol selama hampir dua tahun dan hanya ada empat kali tim mana pun yang mampu mengejar defisit seperti itu dari 47 kesempatan dalam sejarah Liga Champions.
Berbicara tentang ketahanan Arsenal yang lebih besar, Mikel Arteta melanjutkan, "Kami harus membuktikannya sekarang dalam konteks ini dan itulah keindahannya. Itulah tantangannya dan itulah hal hebat tentang olahraga. Kami telah menunjukkan bahwa kami mampu melakukannya, yang seharusnya memberi kami keyakinan dan kepercayaan diri bahwa kami bisa melakukannya. Dan sekarang, mari kita bicara di lapangan dan melakukannya di lapangan. Itulah satu-satunya hal yang penting,” ujar mantan gelandang Everton dan Arsenal itu.
"Ada tiga aspek utama dalam permainan. Ada aspek fisik, aspek teknis dan taktis, dan aspek emosional. Aspek emosional itu sangat penting karena saya memiliki banyak keyakinan atas apa yang telah dilakukan tim sepanjang musim, dalam konteks positif dan dalam konteks yang sangat sulit, yang menurut saya mungkin merupakan jalan dan mengapa hal-hal itu terjadi."
“Jadi, [kami perlu] mempersiapkan diri untuk semifinal seperti ini dan yakin bahwa kami dapat menangani situasi apa pun dan kami akan menikmati permainan apa pun yang harus kami hadapi besok (Kamis dini hari WIB, red)."
Kiper David Raya menegaskan Arsenal tidak boleh berdiam diri dan mempertahankan keunggulan mereka meskipun mereka akan menghadapi lingkungan yang tidak bersahabat di Spanyol.
"Tujuannya adalah memenangkan pertandingan. Kami tahu bagaimana kami bermain di pertandingan pertama dan kami harus melakukan hal yang sama. Kami tahu kami unggul, tetapi kami datang ke sini hanya untuk memenangkan pertandingan,” ujar kiper asal Spanyol tersebut.
"Kami di sini hanya untuk menulis sejarah kami sendiri. Memenangkan pertandingan dan melaju ke semifinal adalah apa yang ingin kami capai besok."
Ben White dan Thomas Partey mengatasi masalah kecil dan fit untuk pertandingan setelah berlatih dengan skuad pada hari Selasa, tetapi Jorginho absen.***
Editor : Edwar Yaman