SAMARINDA (RIAUPOS.CO) - Borneo FC Samarinda kembali gagal meraih poin penuh saat bermain di laga kandang. Pada pekan ke-29 Liga 1, tim besutan Joaquin Gomez Blasco itu kembali bermain imbang di Stadion Segiri, Samarinda. Nadeo Arga Winata dkk ditahan imbang PSM Makassar 1-1, Jumat (18/4/2025).
Ini hasil imbang kedua secara beruntun yang diraih tim berjuluk Pesut Etam tersebut. Sebelumnya mereka ditahan seri juara bertahan yang juga pimpinan klasemen sementara Persib Bandung 2-2 di Segiri Samarinda
Ini adalah hasil yang mengecewakan bagi Borneo FC. Pasalnya tambahan satu poin, membuat mereka gagal menyodok ke 5 besar. Posisi yang kini ditempati PSM Makassar. PSM menempati posisi kelima dengan 45 poin dari 29 laga. Sementara Borneo FC berada di posisi ketujuh dengan 43 poin dari 29 laga.
Borne FC pantas kecewa. Pasalnya mereka mampu mendominasi permainan dengan penguasaan bola 63 persen berbanding 37 persen. Kendati begitu, tim tamu lebih banyak melepaskan tembakan 11 berbanding 7, empat di antaranya mengarah ke gawang dan 1 berbuah gol. Sementara dari 7 temnbakan Borneo FC, 3 mengarah ke gawang dan 1 berbuah gol.
Tuan rumah unggu lebih dulu melalui Habibi Jusuf pada menit ke-30 menyambut umpan Muhammad Fajar Fatturrahman. Keunggulan Borneo FC yang sudah di depan mata sirna. Di mana pada babak kedua, PSM Makassar menyamakan skor pada menit ke-80 melalui tendangan penalti Yuran Fernandes Rocha Lopes.
Dalam laga itu Muhammad Fajar Fathur Rachman terpilih sebagai player of the match alias pemain terbaik. Fajar mengatakan, timnya telah berjuang maksimal dan bermain bagus. Namun kecolongan di menit-menit akhir.
"Kami bermain bagus dari awal pertandingan. Kami menekan mereka juga dengan pressing yang tinggi. Namun itulah, pertandingan sampai 90 menit. Kami kecolongan di menit akhir melalui bola mati. Kami sudah mengantisipasi itu sebelumnya. Namun itu sepakboola, apa pun bisa terjadi,” ujar Fajar usai pertandingan sebagaimana dikutip dari Instagram Liga 1 Indonesia Baru.
“Tentu hasil ini sangat mengecewakan. Karena pada dua pertandingan home kami mendapatkan hasil draw. In sya Allah di pertandingan berikutnya pada tanggal 25 kami akan mendapatkan hasil yang lebih baik lagi,” ujar pemain 23 tahun itu.
Tentang assist-nya untuk gol Habibi Jusuf, Fajar mengatakan situasi seperti itu telah kerap mereka ciptakan saat latihan. Dan soal dirinya terpilih sebagai pemain terbaik itu merupakan bonus dari kerja keras selama ini.
“Yang terpenting hasil untuk tim. Terpilih sebagai pemain terbaik baik adalah bonus. Saya pikir ke depannya, kami akan lebih baik lagi,” ujarnya.***
Editor : Edwar Yaman