JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Dengan lima laga tersisa di Liga 1, Semen Padang FC masih terpuruk di zona degradasi. Tim berjuluk Kabau Sirah itu berada di posisi ke-17 dari 18 tim dengan 25 poin dari 29 laga. Semen Padang harus bekerja keras di lima laga terakhir agar tak kembali lagi ke Liga 2 musim depan.
Manajemen Semen Padang FC mengungkap keluh kesahnya dan merasa sedang jadi target untuk didegradasi di Liga 1 Indonesia 2024/2025. Kecurigaan ini muncul menyusul seringnya klub berjuluk Kabau Sirah itu dizalimi wasit dan Video Assistant Referee (VAR).
Penasihat Semen Padang FC Andre Rosiade mengatakan, timnya dalam beberapa pertandingan terakhir kerap dapat kezaliman dari wasit dan VAR. Terutama pada putaran kedua Liga 1 Indonesia 2024/2025. Hal itu dikatakan Andre Rosiade saat mendatangi Kantor PT Liga Indonesia Baru (LIB) bersama dengan CEO Semen Padang FC Win Bernadino pada Senin (21/4/2025).
"Jadi begini, kami di putaran kedua ini merasakan, berkali-kali dalam tanda kutip dizalimi," kata Andre.
"Dalam satu pertandingan ada delapan pemain inti kami yang tidak bisa main, sanksi kartu merah dan kartu kuning. Seakan-akan, dugaan kami, Semen Padang itu ditarget untuk degradasi," tambah dia.
Menurut dia, kezaliman paling nyata yang baru dirasakan Semen Padang FC adalah pada laga melawan PSIS Semarang 17 April 2025. Kabau Sirah disebut Andre banyak dirugikan keputusan wasit.
Andre Rosiade menilai dalam pertandingan hidup mati bagi kedua tim, Kabau Sirah seperti tidak boleh dapat poin. Contoh paling jelas adalah dua gol Semen Padang FC dianulir wasit.
“Gol pertama Bruno Gomes yang dibilang offside pada menit 54+3. Butuh berapa menit wasit VAR (Video Assistant Referee/Asisten Wasit Video) harus menyatakan offside. Bahkan ada dugaan, garis merahnya dibikin miring. Tidak sesuai dengan garis putih lapangan. Untuk menjustifikasi Bruno harus offside,” ungkap Andre Rosiade.
Yang kedua, kata Andre, gol Steward pada menit ke-79, disebut ada pelanggaran.
"Padahal wasit tengah sudah menyatakan itu play on, bukan pelanggaran," terang Andre.
Baca Juga: 95 Jemaah Calon Haji Kepulauan Meranti Masuk Manifes, Sisa 3 Cadangan Menunggu Kepastian
"Sudah beberapa menit kemudian diintervensi dan dinyatakan VAR sebagai pelanggaran. Kalau dilihat rekamannya, fifty-fifty. Itu dilihat langsung wasit tengah, yang dekat dengan kejadian," jelas Andre menambahkan.
Persoalan wasit duel kontra PSIS Semarang sebelumnya sudah disampaikan Andre Rosiade di media sosial. Dia meminta kepada Ketua Umum PSSI Erick Thohir untuk mengadakan wasit asing untuk wasit tengah dan wasit VAR untuk pertandingan zona degradasi ini.
Sementara itu, laporan Andre Rosiade dan manajemen Semen Padang FC diterima pengurus PT LIB. Di antaranya Direktur PT LIB Sadikin Aksa, Chief Marketing Officer PT LIB Budiman Dalimunthe, dan Public Relation PT LIB Hanif Marjuni.
Sadikin Aksa mengapresiasi langkah Andre yang datang langsung ke LIB. Dia pun menilai sekarang banyak klub yang datang ke markasnya untuk berdiskusi demi perkembangan liga ke depan. Karena banyak isu yang diangkat demi perbaikan liga.
“Kemarin salah satu yang hangat, kasus Semen Padang FC. Tapi alhamdulillah, ke depan kita akan cari solusi apapun yang terjadi untuk perkembangan sepakbola ke depan," kata Sadikin Aksa.
"Kami dari PT Liga berterima kasih, pak Andre turun tangan langsung. Kita berharap ke depan bisa kita bersama menyelesaikan masalah ini,” ucap Sadikin Aksa.***
Editor : Edwar Yaman