LONDON (RIAUPOS.CO) - Dalam sepakbola modern, mencetak gol bukan hanya tugas striker. Bagi Arsenal dan Paris Saint-Germain (PSG), konsep itu malah dipertegas karena dua klub tersebut sama-sama jarang memainkan pemain nomor 9 dalam skema main mereka.
Tactician Arsenal Mikel Arteta termasuk fanatik dengan false nine alias striker palsu. Peran tersebut sukses dimainkan gelandang serang Kai Havertz. Pemain timnas Jerman tersebut tampil produktif dan menjadi top skorer The Gunners –sebutan Arsenal–. Hanya saja Kai Havertz mengalami cedera. Arteta pun memaksa gelandang Mikel Merino sebagai false nine.
Sementara PSG punya winger kiri Bradley Barcola yang sudah mencetak 13 gol di Liga Prancis dan 3 gol di Liga Champions. Tetapi, bukan Barcola yang dipercaya entraineur Luis Enrique sebagai false nine, melainkan gelandang serang/winger Ousmane Dembele.
Di Stadion Emirates Rabu (30/4/2025) dini hari WIB, dalam leg 1 semifinal Liga Champions, Mikel Merino dan Dembele untuk menjadi false nine terbaik (siaran langsung SCTV/beIN Sports 3/beIN Sports Connect/Vidio pukul 02.00 WIB).
Mikel Merino dipaksa Manajer The Gunners Mikel Arteta bermain sebagai penyerang tengah sementara karena krisis cedera klubnya di lini depan. Ternyata eksperimen Arteta membuahkan hasil, di mana Merino tampil tajam hingga membukukan brace saat mengalahkan Leicester City pada Ferbuari lalu. Untuk diketahui Mikel Merino teklah mencetak 6 gol bagi Arsenal di Liga Inggris dan 2 gol di Liga Champions.
"[Manajer Arsenal Mikel Arteta] mengatakan kepada saya bahwa saya akan bermain sebagai penyerang dan memastikan saya bermain sesuai dengan kekuatan saya. Ini adalah pertama kalinya dalam karier saya bermain di posisi itu," kata Mikel Merino kepada TNT saat pertama kali dipercaya sebagai false nine oleh Arteta.
Sementara PSG mengandalkan Ousmane Dembele di lini depan. Kendati sang pemain biasanya bermain di winger kiri atau kanan. Dembele adalah top skorer PSG musim ini dengan mencetak 21 gol di Liga Prancis dan 7 gol di Liga Champions.(ren/c7/dns/eca)
Editor : Arif Oktafian