Rajawali Cup III 2025: SMAN 2 Bandung dan SMA PPOP Jakarta Tampil Impresif
Dofi Iskandar• Senin, 12 Mei 2025 | 22:11 WIB
Pemain SMAN 2 Bandung Reifan Djuang (biru) berusaha memasukkan bola ke ring tim SMAN 1 Pekanbaru saat pertandingan Turnamen Rajawali Cup III 2025 di GOR Tribuana Pekanbaru.
PEKANBARU (RIAU POS.CO)- Atmosfir pertandingan basket Rajawali CUP III 2025 semakin hari semakin memanas. Di hari ini, telah memasuki hari keempat, Senin (11/5/2025). Empat laga tersaji. Penampilan impresif ditunjukkan tim basket putra SMAN 2 Bandung dan SMA PPOP DKI Jakarta.
Ketua Pelaksana Rajawali Cup III 2025, Juaris Firdaus mengatakan, pada hari keempat pelaksanaan pertandingan basket Rajawali Cup III 2025, di laga game pertama berhadapan antara tim putra SMAN 1 Pekanbaru vs SMAN 2 Bandung, berhasil dimenangkan oleh SMAN 2 Bandung dengan skor yang cukup jauh.
"Ya memang seperti yang kita bilang, beda kelas. Karena SMAN 2 Bandung itu tim yang paling besar di Jawa Barat saat ini. Jadi mereka menunjukkan eksistensinya, mereka tim yang profesional yang sudah terstruktur, baik itu dalam pola maupun sistem permainannya. SMAN 1 tidak bisa mengimbangi dari kuarter pertama hingga terkahir," ujar Juaris Firdaus.
Lebih lanjut dikatakannya, begitu juga pada game kedua berhadapan antara tim putra SMA Darma Yudha vs SMA PPOP Jakarta juga tidak bisa diimbangi oleh SMA Darma Yudha.
"Karena saya melihat Darma Yudha kalah dari segala hal seperti fisik, stamina, skill dan postur tubuh. Basket itu kan postur tubuh mempengaruhi juga. Tetapi gak apa-apa artinya tim lokal kita ini bisa harus banyak belajar dan harus termotivasi untuk belajar lebih giat, berkembang dan maju," katanya.
Dijelaskannya, hingga besok masih game penyisihan terakhir. "Nah, besok itu yang seru memperebutkan runner up Grup A antara tim putra SMA Darma Yudha vs SMA Modial Batam nanti siapa yang menang akan menjadi runner-up grup untuk lolos ke semifinal. Saya pikir ini tim yang agak berimbang," jelasnya.
Sementara itu, pelatih SMA PPOP DKI Jakarta, Rifki mengatakan, hari ini anak-anaknya bermain cukup bagus dan disiplin.
"Saya juga meroling atau tidak memainkan empat pemain inti saya untuk menjaga kondisi agar nanti disemifinal bisa lebih siap lagi. Ini tadi yang main banyak yang kelas 1 nya ya, tujuannya menambah jam terbang mereka. Dan juga bisa belajar defense," ujar Coach Rifki.
Ia mengungkapkan, target pada event ini bisa kembali mempertahankan gelar juara. Ia berharap semoga target tersebut bisa tercapai dalam mempertahankan gelar dan menunjukkan penampilan terbaik dalam event ini.
Menurutnya, permainan tim basket lokal sesungguhnya secara skill seluruh daerah itu sama. Cuma yang menjadi perbedaan adalah jam terbang mereka bertanding.
"Saya ini orang Pekanbaru ni. Yang kurang di sini adalah, kalau di Jawa mereka menangnya mereka lebih banyak pertandingan. Jadi kami itu dalam sebulan sekali mengikuti game pertandingan. Itu aja yang menyebabkan pertandingan antara di sini dengan di Jawa. Soal jam terbang. Saya rasa kalau soal skill kemampuan sama aja, teknik tim lokal juga bagus-bagus kok. Cuma itu aja jam terbang mereka untuk bertanding itu belum banyak. Itu salah satu penyebab tim lokal disini mereka kehilangan momen," ungkapnya.(dof)