BILBAO (RIAUPOS.CO) -- Ruben Amorim mengatakan dia tidak akan meminta kompensasi dari Manchester United jika klub tersebut memutuskan tidak memperkerjakannya lagai setelah kalah di final Liga Europa dari Tottenham Hotspur. Amorim memiliki sisa kontrak dua tahun yang ditandatanganinya saat ditunjuk pada bulan November tahun lalu dan akan mendapatkan bayaran jika dia dipecat.
Namun setelah kekalahan dari Spurs, pelatih asal Portugal itu menawarkan untuk tidak mendapatkan apapun jika bos klub memutuskan mereka tidak lagi menginginkannya sebagai pelatih.
Dan setelah penampilan yang menyedihkan sejak kedatangannya -- yang hanya mencatat enam kemenangan Liga Primer dalam enam bulan -- ia meminta "kepercayaan" dari para penggemar.
Baca Juga: Tottenham Juara Liga Europa 2025: Rebut Tempat di Liga Champions, Postecoglou Tuntaskan Janjinya
"Saya tidak punya apa-apa untuk ditunjukkan kepada para penggemar, jadi saat ini hanya sedikit kepercayaan," kata Ruben Amorim kepada wartawan.
"Kita lihat saja. Saya selalu terbuka. Jika dewan direksi dan penggemar merasa saya bukan orang yang tepat, saya akan masuk keesokan harinya tanpa membicarakan kompensasi, tetapi saya tidak akan berhenti,” lanjut Ruben Amorim
"Saya benar-benar percaya diri dengan pekerjaan saya. Dan seperti yang Anda lihat, saya tidak akan mengubah apa pun dalam cara saya melakukan sesuatu," lanjut mantan pelatih Sporting CP itu.
Man United kalah 1-0 dari Spurs berkat gol Brennan Johnson sesaat sebelum turun minum. Tim besutan Amorim itu memiliki 16 tembakan, tetapi kesulitan menciptakan peluang bersih yang berarti.
Micky van de Ven menepis sundulan Rasmus Hojlund di garis gawang dan Guglielmo Vicario melakukan penyelamatan yang bagus dari Luke Shaw di waktu tambahan. Meskipun Man United tidak dapat mencetak gol dalam pertandingan lain, Amorim berpendapat bahwa para pemainnya lebih baik daripada Spurs pada malam itu.
"Saya tidak akan berbicara tentang masa depan, malam ini kami harus menghadapi rasa sakit karena kalah dalam pertandingan ini," kata Amorim.
"Jelas kami adalah tim yang lebih baik, tetapi kami berhasil tidak mencetak gol lagi. Para pemain mencoba segalanya untuk memenangkan pertandingan. "Di masa mendatang, kami dapat menilai," ujarnya mengakhiri.***
Editor : Edwar Yaman