MILAN (RIAUPOS.CO) – Presiden Inter Milan Giuseppe Marotta mengtakan, klub ingin melanjutkan kerja sama dengan manajer Simone Inzaghi jika dia ingin bertahan. Giuseppe Marotta menambahkan bahwa kekalahan 5-0 hari Sabtu dari Paris Saint-Germain di final Liga Champions tidak akan menjadi faktor dalam pengambilan keputusan mereka.
PSG asuhan Luis Enrique mengklaim gelar Liga Champions pertama mereka dengan margin kemenangan terbesar di final, sementara Simone Inzaghi yang putus asa menderita kekalahan keduanya pada tahap ini, dua tahun setelah kalah tipis dari Manchester City di Istanbul.
Kontrak Simone Inzaghi dengan Inter akan berakhir pada Juni tahun depan, dan Marotta mengonfirmasi bahwa pembicaraan dengan sang pelatih akan dimulai dalam beberapa hari mendatang. Media Italia berspekulasi bahwa ia bisa hengkang bulan ini menjelang Piala Dunia Antarklub di AS.
Simone Inzaghi masih memiliki sisa kontrak satu tahun dengan Inter Milan. Foto oleh Carl Recine/Getty Images
"Kekalahan ini tidak akan berdampak. Inzaghi masih memiliki kontrak selama satu tahun lagi dan kami telah memutuskan untuk bertemu dengannya minggu ini," kata Marotta kepada wartawan setelah kekalahan di Munich.
"Hampir semua pujian untuk siklus positif ini adalah karena profesionalisme dan kemampuannya. Jika dia ingin melanjutkan, kami senang. Kami bertemu dengan pelatih karena klub ini tidak terbiasa membiarkan seorang manajer memasuki tahun terakhir kontraknya. Tidak ada revolusi yang sedang berlangsung. Kami akan bertemu untuk mendengar apa yang dia katakan, saya ulangi, dari pihak kami, kami sangat bangga dan terhormat untuk terus bersamanya," lanjut Marotta.
Marotta mengucapkan selamat kepada sang juara dan setuju bahwa Inter kalah telak dari klub Paris.
"Mari kita lupakan dengan cepat dan menatap yang berikutnya, dengan dimulainya Piala Dunia Antarklub," tambahnya.
"Kami akan mewakili Italia bersama Juventus," lanjutnya.***
Editor : Edwar Yaman