PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Partai semifinal dan final Pelti Riau CTS Cup I 2025 di Lapangan Tenis Indoor Korem 031/Wira Bima berlangsung seru, Ahad (1/6). Bahkan pada final kategori putri bermain sampai tie break.
Tie break ini terjadi pada pertandingan kategori putri bebas yang mempertemukan pasangan Elsy/Dona Sasmita dan Yanti/Rita 9-8 (1). Pertandingan ini menggambarkan kompetitifnya turnamen tersebut kendati hanya turnamen komunitas alias Community Tournament Series (CTS).
Hal ini diakui Ketua Umum Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Riau Muhammad Rafee. Ia mengapresiasi para pemain dari berbagai daerah di Riau yang dengan antusias berpartisipasi pada kejuaraan ini.
‘’Untuk ukuran mereka ini bukan atlet, kami nilai sangat kompetitif terutama pada partai final dan semifinal. Pertandingan begitu seru, pemain dan juga penonton begitu antusias, mampu menampilkan pertandinvan yang menarik,’’ sebut Rafe.
Pelti Riau menurut Rafee juga mengucapkam terima kasih kepada seluruh peserta turnamen, wasit dan juga panitia. Terutama kepada Korem 031/Wira Bima yang telah menyediakan lapangan.
‘’Terima kasih kepada pihak Korem yang sudah menfasilitasi tempat dan keamanannya, termasuk kepada para sponsor yang ikut menyukseskan turnamen ini. Allah tahun depan akan kita tingkat lagi, akan kita adakan CTS II,’’ ucapnya.
Rafee pada kesempatan itu juga membeberkan rencana Pelti Riau ke depan. Salah satunya pembangunan lapangan tenis dan sekaligus mendirikan akademi tenis bagi generasi muda di Riau. Pihaknya juga akan terus menjalin kerja sama dengan semua pihak demi kemajuan tenis di Provinsi Riau.
‘’Kami akan menjalin kerja sama dengan semua pihak demi perkembangan tenis Riau. Kami segera menyelesikan lapangan dan fasilitas-fasilitas pendulung. Dengan demikian bisa membangun akademi, hingga kami dapat memberikan kesempatan kepada anak-anak muda mendapatkan fasilitas latihan standar nasional,’’ katanya.
Laporan hasil pertandingan lengkap dari panitia pada pertandingan yang dipimpin refree Rices Jatra.
Untuk kategori beginner keluar sebagai juara, pasangan Putri/Ati dan lawannya di final, Cici/Enjel, harus puas meraih runner-up. Sementara Rieke/Tia dan Yosi/Rumbi berbagi juara III.
Untuk kategori ganda putra yang ke semifinal adalah pasangan Husnul/Yolanda, Kasmir/Viktor, Marto/Malik dan Tommy/Sando. Pada final, Husnul/Yolanda berhasil meraih juara setelah mengguli Tommy/Sando.
Sementara itu, untuk kategori ganda putri bebas, keluar sebagai juara, Elsy/Dona Sasmita, sementara runner-up Yanti/Rita.
Dua semifinalis Ani/Yuli dan Yendratati/Suherna harus berbagai posisi juara III.
Salah seorang pasangan juara, Putri/Ati ditemui usai menjuarai turnamen kategori beginner mengaku harus berjuang keras untuk keluar sebagai juara. Sebagai pemula, kata Putri, mereka harus lebih banyak berlatih lagi.
‘’Kami sebenarnya lebih banyak melawan diri sendiri. Karena banyak pukulan dan gerakan yang kita lakukan tidak sesuai dengan keinginan kita. Karakter lawan yang berbeda-beda juga harus dipelajari, intinya harus lebih banyak practice,’’ ujar Putri yang diamini pasangan mainnha, Ati.
Putri dan Ati juga seakan terkejut, sebagai beginner mereka berdua terus rutin berlatih dan berupaya mengikut setiap ada turnamen. Ternyata pada turnamen ini pemain beginner lainnya juga berkembang pesat.
Ia mengenal hampir semua lawan yang memang sesama pemula dan kerap jadi partner latihan maupun turnamen sebelumnya.
‘’Semua pemain berkembang, walau kadang lawan itu-itu juga. Memang dari awal babak grup sampai final permainan alot, seru,’’ ujar Putri yang puas dapat meraih Juara pertama pada turnamen ini.(eca)
Laporan HENDRAWAN, Pekanbaru
Editor : Arif Oktafian