PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tim Singapura keluar sebagai juara Kejuaraan Bulutangkis Ikatan Keluarga Tionghoa Selatpanjang dan Sekitarnya (IKTS) Pekanbaru Cup ke-15 di Sekretariat IKTS Pekanbaru Jalan Tanjung Datuk, Pekanbaru, Ahad (1/6).
Diikuti sebanyak 60 peserta, partai final ajang Kejuaraan Bulutangkis Ikatan Keluarga Tionghoa Selatpanjang dan Sekitarnya (IKTS) Pekanbaru Cup ke-15 ditutup dengan pertandingan sengit di partai final yang akhirnya mengeluarkan Tim Singapura sebagai juara, Ahad (1/6).
Acara yang berlangsung di Sekretariat IKTS Pekanbaru Jalan Tanjung Datuk dihadiri langsung Ketua Umum IKTS Pekanbaru Tohan SE MM didampingi Wakil ketua bidang Olahraga IKTS Martin Hans yang mengalungkan medali kepada para pemenang.
Ketua Umum IKTS Pekanbaru Tohan SE MM mengatakan, IKTS Pekanbaru bukan hanya sebagai organisasi Tionghoa yang peduli terhadap sosial dan kesehatan masyarakat, khususnya warga Tionghoa kelahiran Selatpanjang yang tinggal di Pekanbaru saja. Tetapi juga sebagai organisasi yang ikut berperan penting dalam menjadi wadah bagi generasi muda Tionghoa yang memiliki prestasi di bidang olahraga. Itu sebabnya ajang kejuaraan IKTS Cup ini rutin dilaksanakan setiap tahun sebagian rangkaian acara perayaan HUT IKTS Pekanbaru.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengakomodasi minat dan hobi bermain bulutangkis para anggota, sekaligus menjadi cikal bakal terbentuknya Persatuan Bulutangkis (PB) IKTS,”ucap Tohan didampingi Wakil Ketua Bidang Olahraga IKTS Martin Hans usai mengalungkan medali kepada para pemenang.
Diungkapkan Tohan lagi, kegiatan pembinaan kader-kader pemain bulutangkis usia dini telah rutin diadakan setiap akhir pekan dan diharapkan, dengan adanya ajang dan pembinaan semacam ini, semangat muda-mudi untuk terus berlatih akan terangsang.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Olahraga IKTS Martin Hans menjelaskan, dalam pertandingan IKTS Cup ini para peserta yang diikuti 60 perserta dibagi dalam 10 tim yang dinamakan negara-negara di Asia.
Dalam final yang berlangsung sengit, tim Singapura berhasil meraih juara I usai membungkam Korea. Sedangkan juara III direbut Cina dan harapan I diboyong tim Thailand.
Atas prestasi yang diraih tersebut, tim Singapura yang dilakoni pasangan Akiong/Agus, Herizon/Calvin dan Achen/ Ahai berhak mendapat hadiah uang tunai Rp6 juta, serta medali dan raket untuk setiap pemain.
Sedangkan juara II dari tim Korea yang diisi pemain David/Adi, Edi/Asun Gen dan Ahau Windi/Edi Guo mendapat hadiah uang tunai Rp4.800.000 serta medali dan raket.
Untuk juara III dan ranking IV masing-masing berhak mendapat hadiah uang tunai Rp3 juta dan Rp1,5 juta, medali dan raket.(ayi)
Editor : Arif Oktafian