Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

FIFA Selidiki Gustavo Cabral dari Pachuca setelah Tuduhan Rasisme ke Rudiger

Edwar Yaman • Rabu, 25 Juni 2025 | 10:30 WIB
FIFA telah membuka proses disipliner terhadap pemain Pachuca Gustavo Cabral.
FIFA telah membuka proses disipliner terhadap pemain Pachuca Gustavo Cabral.

NORTH CAROLINA (RIAUPOS.CO) - FIFA mengatakan bahwa mereka telah membuka proses disipliner terhadap pemain Pachuca Gustavo Cabral. Ini menyusul insiden yang melibatkan sang pemain dengan Antonio Rüdiger dari Real Madrid selama pertandingan Piala Dunia Antarklub hari Ahad lalu waktu AS, yang mendorong pengaktifan protokol antidiskriminasi.

"Setelah penilaian laporan pertandingan, Komite Disiplin FIFA telah membuka proses terhadap pemain CF Pachuca Gustavo Cabral terkait insiden yang melibatkannya dan Antonio Rüdiger dari Real Madrid selama pertandingan Piala Dunia Antarklub FIFA yang dimainkan di Charlotte pada tanggal 22 Juni," ujar FIFA kepada Reuter, Selasa (24/6/2025) waktu AS.

Wasit pertandingan Ramon Abatti mengaktifkan protokol antidiskriminasi dengan menyilangkan lengan bawahnya di depan dada lima menit memasuki waktu tambahan setelah perkelahian singkat terjadi menyusul pelanggaran yang tampak pada pemain internasional Jerman Rüdiger.

Saat ditanya dalam konferensi pers pascapertandingan apakah Rüdiger telah menjadi korban rasisme, pelatih Real Madrid Xabi Alonso berkata:

"Itulah yang dikatakan Rüdiger, dan kami percaya padanya."

FIFA tidak menyebutkan sifat tindakan disipliner tersebut. Cabral membantah bahwa ia telah melakukan pelecehan rasial terhadap bek Madrid tersebut.

"Tidak ada yang rasis. Saya memanggilnya 'ayam---' seperti yang kami katakan di Argentina, itu saja," kata Cabral kepada wartawan dalam bahasa Spanyol setelah pertandingan.***

 

 

Editor : Edwar Yaman
#piala dunia antarklub 2025 #tuduhan rasisme #rudiger #gustavo cabral #fifa