Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Raja Faisal dari Pelatih Kepala, Kini Deputi CEO PSPS Pekanbaru

Denny Andrian • Minggu, 6 Juli 2025 | 20:50 WIB
Mantan pelatih PSPS Pekanbaru, Raja Faisal Fabnaldi kini dipercaya sebagai Deputi CEO klub berjuluk Askar Bertuah tersebut.
Mantan pelatih PSPS Pekanbaru, Raja Faisal Fabnaldi kini dipercaya sebagai Deputi CEO klub berjuluk Askar Bertuah tersebut.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Nama Raja Faisal Febnaldi disebut pemilik saham mayoritas PSPS yang juga pemilik Pancoran Soccer Field (PSF) Gede Widiade saat mengumumkan manajemen PSPS untuk Liga 2 musim 2025-2026 pada 16 Juni 2025 lalu. Raja Faisal ditunjuk sebagai Deputi Chief Executive Officer (CEO) PSPS yang merupakan jabatan baru di manajemen k;ub berjuluk Askar Bertuah itu.

Pria yang akrab dipanggil Raja Gopal itu tidak asing buat pencinta PSPS Pekanbaru. Raja Faisal pernah menjabat posisi pelatih kepala PSPS tahun 2019-2020. Kala itu, pelatih berlisensi B AFC lulusan Malaysia ini menggantikan Bona Simanjuntak yang dipecat karena Askar Bertuah gagal menang di lima laga beruntun. PSPS pun masuk zona degradasi saat itu, tepatnya di posisi 12 klasemen sementara.

Di tangan Raja Faisal, perlahan performa tim membaik. Laga perdananya berjalan mulus. Sriwijaya FC yang datang sebagai tamu di Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai dikalahkan 2-1. Selanjutnya, Persita ditaklukkan dengan skor sama di Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai. Di laga penutup kompetisi, giliran Persibat Batang dikalahkan 3-1 di Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai. PSPS pun menutup Liga 2 di posisi tiga.

Hebatnya, saat itu PSPS diperkuat mayoritas pemain lokal dan kondisi keuangan sedang sulit. Mereka adalah Ismail Hanafi, Ivan Fadhilah, M Mukhlis, Danil Junaidi, Darmawan, Redo Rinaldi, Yudhi Adytia, M Yoga Pratama, dan Riki Dwi Saputro.

”Saat itu, kondisi keuangan susah. Away ke Medan dan Aceh saja  kami hanya berangkat dengan 13 orang. Tapi, alhamdulillah kita kompak dan lolos dari degradasi,” kenang Raja Faisal, Ahad (6/7/2025).

Di musim 2021-2022, Raja Faisal kembali berada di tim pelatih. Tapi, kali ini Gopal menjadi asisten pelatih Raja Isa. Sayang, kompetisi berhenti karena Covid-19 melanda dunia, termasuk Indonesia. Setelah itu, Raja Faisal meninggalkan aktivitas melatih dan fokus pada pekerjaan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sekretariat DPRD Riau, menjadi Camat Tenayan Raya hingga saat ini menjabat Kepala Bagian Protokol-Biro Adpim Sekretariat Daerah Provinsi Riau.

Peran pria kelahiran 19 Febuarai 1982 di  Sungai Guntung Indragiri Hilir kini pun berbeda. Jika dulu sebagai pelatih yang mengatur pemain, kini suami dari Meliyani Zunita ini punya tugas lebih besar yakni ikut memenej tim.

“Saya akan terus belajar dan menyesuaikan diri. Pada prinsipnya, dengan saya ada di manajemen, saya ingin PSPS berprestasi lebih dibandingkan saat saya menjadi pelatih dulu,” ujarnya.

Ayah dari Raja Zianka Alfarani dan Raja Zidane Alfaran menegaskan, sesuai keinginan Gubernur Riau Abdul Wahid, PSPS harus naik ke Liga 1 nantinya.

“Harapan besar Pak Gubernur, musim ini PSPS naik ke Liga 1. Ini tantangan buat kami yang telah beliau percaya sebagai perpanjangan tangan di PSPS. Semoga bisa tercapai,” ujar pria yang pernah menjadi pelatih di Persih Tembilahan pada 2010 (asisten), 2012, dan 2017 ini.(das)

Editor : Edwar Yaman
#liga 2 #Deputi CEO PSPS Pekanbaru #psps pekanbaru #askar bertuah #raja faisal