BARCELONA (RIAUPOS.CO) – Nomor 10 adalah nomor ikonik yang dikenakan para legenda Barcelona. Para legenda itu telah memenangkan gelar pemain terbaik dunia dan Piala Dunia. Sebut saja Diego Maradona, Romario, Rivaldo, Ronaldinho dan tentu saja sang megabintang Lionel Messi. Hanya saja ketika Maradona memenangkan pemain terbaik dunia dan Piala Dunia pada 1986, dia sudah pindah ke Napoli.
Kini nomor 10 ikonik itu diserahkan kepada anak muda yang baru saja genap berusia 18 tahun. Sang wonderkid itu adalah Lamine Yamal yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-18 pada hari Ahad lalu. Dia akan mewarisi nomor tersebut musim depan dari Ansu Fati. Ansu Fati menggantikan Messi sebagai pemain No. 10 pada tahun 2021, tetapi serangkaian cedera membuatnya kesulitan mempertahankan tempatnya di tim. Sang pemain akan dipinjamannya selama semusim ke AS Monaco awal bulan ini.
Konfirmasi nomor punggung baru Lamine Yamal dilakukan dalam sebuah acara bersama sang winger dan keluarganya untuk merayakan kontrak barunya, yang disepakati bulan lalu dan berlaku hingga 2031.
Lamine Yamal telah menjelma menjadi salah satu pemain terbaik bagi Barcelona dan Spanyol. Remaja yang telah mencatatkan 106 penampilan untuk Barcelona dan mencetak 25 gol ini akan mengenakan salah satu nomor punggung paling penting dalam sejarah klub.
Dia telah mengisyaratkan perubahan tersebut dalam beberapa pekan terakhir ketika ia mengunggah foto-foto legenda Argentina Maradona, Ronaldinho, dan Messi di media sosial. Dua mantan pemain tersebut saat mengenakan nomor punggung 10 Barcelona.
Ini akan menjadi nomor keempat yang dikenakan Lamine Yamal bersama Barcelona. Ia mengenakan nomor punggung 41 saat debut pada musim 2022-2023, nomor punggung 27 pada musim berikutnya, dan kemudian tahun lalu nomor punggung 19, nomor yang sama yang dikenakan Messi sebelum mengenakan nomor punggung 10.
Messi mengenakan jersey No. 10 di Barcelona dari tahun 2008 hingga hengkang ke Paris Saint-Germain pada tahun 2021. Pemain legendaris Argentina ini menjadi legenda di Camp Nou. Dia membantu Barcelona memenangkan 10 gelar LaLiga dan empat Liga Champions sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Barcelona.
"Ketika saya masih kecil, impian saya adalah debut untuk Barça, tumbuh dewasa dan bermain dengan pemain No. 10," kata Lamine Yamal.
"Setiap anak yang lahir di Barcelona memimpikan itu. Messi telah meraih kesuksesannya, dan saya akan meraih kesuksesan saya," ujar Lamine Yamal.
Pengumuman ini muncul saat Lamine Yamal menghadapi penyelidikan dari pemerintah Spanyol atas kemungkinan pelanggaran undang-undang disabilitas menyusul tuduhan bahwa individu dengan dwarfisme dipekerjakan sebagai penghibur di pesta ulang tahunnya yang ke-18.
Lamine Yamal menghindari kontroversi tersebut pada hari Rabu.
"Pada akhirnya, saya bekerja untuk Barça, tetapi ketika saya jauh dari pusat latihan klub, saya menikmati hidup saya, itu saja," kata Yamal. "Saya acuh tak acuh terhadap kritik dan pujian, kecuali jika itu datang dari keluarga atau orang-orang terdekat saya," ujarnya.
Lamine Yamal telah memenangkan dua gelar LaLiga, satu Copa del Rey, dan satu Piala Super Spanyol bersama Barça. Ia membantu Spanyol memenangkan Kejuaraan Eropa musim panas lalu.
"Saya belum memenangkan Liga Champions dan Piala Dunia," katanya. "Itulah tujuan saya sekarang," ujarnya.***
Editor : Edwar Yaman