JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Semen Padang FC menatap asa yang tinggi di Super League 2025/2026. Ini setelah tim berjuluk Kabau Sirah ini nyaris terdegradasi ke Liga 2 musim lalu. Tim besutan Eduardo Almeida dari Portugal itu mengawali musim dengan kekalahan 0-2 dari juara bertahan Persib Bandung di GBLA pada 8 Agustus lalu.
Namun mereka bangkit dengan meraih kemenangan penting saat mengalahkan Dewa United Banten 2-0 di Stadion H Agus Salim, Jumat (15/8/2025). Dari dua laga yang telah dilakoni Semen Padang, gelandang kidal Filipe Chaby tengah jadi sorotan publik sepakbola Tanah Air.
Gelandang asal Portugal itu muncul sebagai mesin utama permainan Semen Padang FC di Super League 2025/2026. Laga lawan Dewa United menjadi panggung istimewa untuk Filipe Chaby. Tendangan bebas indah kaki kirinya menghujam gawang Dewa United yang dikawal Sonny Stevens.
Baca Juga: Awal Manis Tottenham, Richarlison Dipuji Thomas Frank setelah Tendangan Gunting yang Memukau
Gol itu tercipta di menit-menit akhir babak kedua ketika laga hampir berakhir imbang. Aksi brilian Chaby memberi Semen Padang keunggulan 1-0 yang mengangkat semangat pemain dan suporter Kabau Sirah.
Tak berhenti di situ, Bruno Gomes kemudian menambah gol bagi tuan rumah. Skor 2-0 memastikan Semen Padang meraih kemenangan perdana musim ini setelah sebelumnya tumbang dari Persib Bandung di pekan pembuka.
Momen tersebut menegaskan betapa vitalnya peran Chaby di lini tengah. Pemain 31 tahun ini langsung menjadi idola baru Semen Padang dengan visi bermain dan kaki kiri mematikan.
Carlos Filipe Fonseca Chaby lahir di Setubal, Portugal, pada 22 Januari 1994. Dengan tinggi badan 1,74 meter, dia dikenal lincah, memiliki kontrol bola bagus, serta spesialis tendangan bebas.
Chaby memulai karier sepakbolanya di akademi Sporting CP. Dia tumbuh bersama tim-tim muda raksasa Portugal tersebut hingga menembus level U-19.
Perjalanannya di sepakbola profesional sempat membawanya ke beberapa klub Portugal. Dia bahkan turun membela Belenenses hingga level Liga 3 sebelum akhirnya mencoba pengalaman bermain di luar negeri.
Kariernya sempat membawanya ke Azerbaijan sebelum kembali berkompetisi di Liga 3 Portugal. Dari sanalah kemudian Semen Padang merekrutnya pada putaran kedua Super League 2024/2025. Keputusan itu lahir dari situasi genting. Semen Padang saat itu tercecer di zona degradasi dengan hanya mengoleksi 10 poin dari 17 pertandingan.
Kehadiran Chaby pun menjadi angin segar. Dia datang menggantikan Charlie Thomas Scott yang hijrah ke klub Kamboja. Dalam 15 laga di paruh kedua musim 2024/2025, Chaby tampil impresif. Catatannya tiga gol dan dua assist menjadi bukti perannya sebagai pengatur serangan. Salah satu golnya bahkan lahir dari tendangan bebas penting yang memecah kebuntuan.
Baca Juga: SMAN 5 Tualang Juara Dance HSBL Siak
Selain itu, kualitasnya membuka ruang untuk rekan-rekan setim membuat serangan Kabau Sirah lebih hidup. Peran penting itu berlanjut hingga musim baru Super League 2025/2026. Chaby makin terlihat sebagai motor permainan yang mampu menghubungkan lini tengah dengan lini depan.
Dia tidak hanya mengandalkan gol atau assist. Kreativitasnya dalam membagi bola dan membaca permainan memberi keuntungan besar bagi tim. Selain pengalaman di level klub, Chaby juga punya catatan manis bersama timnas Portugal kelompok usia. Ia pernah membela Selecao mulai dari U-16 hingga U-19 dengan torehan empat gol.
Pengalaman internasional itu membuatnya tampil lebih matang di lapangan. Semen Padang pun mendapat nilai tambah karena memiliki pemain asing yang terbiasa bersaing di level tinggi. Semen Padang jelas berharap Felipe Chaby bisa konsisten sepanjang musim. Kehadirannya dianggap krusial untuk menjaga asa bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Di luar lapangan, Felipe Chaby dikenal sebagai sosok rendah hati. Dia mengaku nyaman dengan atmosfer Semen Padang dan merasa klub ini sudah seperti rumah sendiri.
Dia mengapresiasi dukungan suporter yang setia berada di belakang tim meski dalam situasi sulit. Baginya, dukungan tersebut menjadi energi tambahan untuk terus berjuang.
Meski belum memastikan masa depannya bersama Kabau Sirah, Felipe Chaby berkomitmen memberikan yang terbaik. Loyalitasnya sementara ini cukup untuk menenangkan hati para penggemar. Chaby pun mendapat tempat istimewa di hati fans karena sikapnya yang membumi. Dia tidak hanya bekerja keras di lapangan, tapi juga menunjukkan rasa hormat pada budaya lokal dan tim.
Maka tak berlebihan bila Chaby kini disebut sebagai mesin utama Semen Padang. Kaki kirinya bukan sekadar alat menendang bola, tapi sumber semangat baru bagi klub Sumatera Barat tersebut.
Kemenangan atas Dewa United menjadi bukti nyata betapa pentingnya kontribusi Chaby. Dengan peran sentralnya, Kabau Sirah bisa berharap lebih banyak kemenangan di musim panjang Super League.
Bagi Semen Padang, pemain kidal Portugal ini lebih dari sekadar rekrutan asing. Dia adalah simbol kebangkitan tim yang pernah terpuruk di dasar klasemen. Dengan pengalaman, ketenangan, dan kualitasnya, Felipe Chaby bisa jadi kunci sukses Kabau Sirah. Musim ini bisa saja menjadi panggung emas bagi gelandang kidal itu di Indonesia.***
Editor : Edwar Yaman