WROCLAW (RIAUPOS.CO) - Kylian Mbappé mencetak gol indah di menit-menit akhir saat Prancis memulai kampanye kualifikasi Piala Dunia 2026 mereka dengan kemenangan mudah 2-0 atas Ukraina di Stadion Miejski, Wroclaw, Polandia, Sabtu (6/9/2025) dini hari WIB.
Tendangan solo Mbappé pada menit ke-83, yang membuatnya menyamai Thierry Henry sebagai pencetak gol terbanyak kedua sepanjang masa Prancis dengan 51 gol. Gol itu memastikan kemenangan atas Ukraina.
Michael Olise membuka skor dengan penyelesaian akhir yang tajam, dan meskipun Les Bleus (julukan Timnas Prancis) memegang kendali hampir sepanjang pertandingan, gol kedua yang krusial itu sulit diraih hingga momen ajaib Mbappé.
Penyerang Real Madrid itu menyamai total gol Prancis milik Henry dalam 32 pertandingan lebih sedikit. Hanya Olivier Giroud dengan 57 gol yang lebih banyak.
"Sama-sama hebat, Titi. Tapi aku ingin menyalipmu sekarang," sindir Mbappé.
"Tidak, ini suatu kehormatan."
Itu adalah pertandingan Piala Dunia pertama Les Bleus dan Mbappé sejak hat-trick-nya dalam kekalahan epik melawan Lionel Messi dan Argentina di final 2022 ketika mereka masih menjadi juara bertahan.
"Kami harus kehilangan banyak hal, jadi sangat menyenangkan memulai babak kualifikasi dengan kemenangan ini," ujar pelatih Prancis, Didier Deschamps, kepada penyiar TF1.
Deschamps melakukan tujuh perubahan pada tim yang mengalahkan Jerman 2-0 dalam perebutan peringkat ketiga UEFA Nations League pada bulan Juni, dan dua pemain baru tersebut bergabung untuk membawa Prancis unggul pada menit ke-11.
Sebuah umpan panjang dilepaskan oleh penyerang Paris Saint-Germain, Bradley Barcola, di sisi kiri dan ia diberi waktu dan ruang untuk memberikan umpan kepada Olise yang tak terkawal, yang dengan mudah melesakkan bola ke sudut kanan bawah gawang.
Ukraina sempat menciptakan beberapa momen menjanjikan di awal pertandingan, tetapi tendangan Olise membuat mereka kehilangan ritme dan bintang Bayern Munchen itu tak lama kemudian gagal mencetak gol kedua berkat penyelamatan gemilang Anatoliy Trubin dengan satu tangan.
Mbappé melepaskan tembakan yang melambung di atas mistar gawang dan Barcola yang berbahaya justru menjadi ancaman terbesar bagi pertahanan Ukraina yang kewalahan melalui pergerakannya di sisi kiri.
Mbappé tampil lebih baik dalam meredam serangan Mbappé saat ia mencoba melepaskan Olise dan ketika babak pertama dimulai, statistik menunjukkan dominasi Prancis, termasuk tiga tembakan tepat sasaran dibandingkan dengan tim yang tidak diunggulkan.
Ousmane Dembélé dimasukkan menggantikan Désiré Doué di babak kedua, tetapi ancaman berikutnya datang dari Ukraina dengan Prancis harus berhadapan dengan tendangan sudut, umpan silang, dan tendangan bebas secara beruntun.
Olise mencoba peruntungannya dari jarak jauh saat Prancis kembali menyerang sebelum Trubin harus mewaspadai pergerakan licik Dembele.
Ukraina kemudian menampilkan momen terbaik mereka di pertandingan tersebut dengan Illia Zabarnyi menyundul tendangan bebas yang membentur tiang gawang dari jarak dekat sebelum Ibrahima Konaté turun tangan untuk menepis sundulan Ivan Kalyuzhnyi.
Menyadari mereka hampir kebobolan, Prancis merespons dengan Olise, Dembélé, dan Barcola yang masing-masing berusaha menambah gol kedua yang memastikan kemenangan. Barcola khususnya seharusnya bermain lebih baik setelah menerima umpan dari Olise, tetapi tembakannya melambung tinggi.
Dembélé tertatih-tatih keluar lapangan dan digantikan oleh pemain debutan Hugo Ekitike, dan dengan tujuh menit tersisa, Prancis mencetak gol kedua mereka ketika Mbappé menerobos masuk ke kotak penalti, mengecoh Zabarnyi, sebelum mencetak gol yang tak terhentikan.
Dembele Cedera
Ousmane Dembele masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua saat Prancis menang 2-0 melawan Ukraina dan hanya bermain kurang dari 35 menit. Ia keluar lapangan dengan cedera hamstring kanan, berjalan ke bangku cadangan dengan tangan kanan menekan bagian belakang paha kanannya.
Pemain sayap PSG tersebut hanya sedikit berlatih bersama Prancis minggu ini untuk mengatasi cederanya. Pelatih Prancis Didier Deschamps tampak frustrasi ketika cedera Dembélé terlihat jelas dan menunjuk dengan marah ke arah pinggir lapangan.
PSG memulai delapan pertandingan pembuka Liga Champions mereka pada 17 September di kandang melawan Atalanta. Sang juara Prancis akan bertandang ke Barcelona, mantan klub Dembélé, dua minggu kemudian pada 1 Oktober.***
Editor : Edwar Yaman