Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Paceklik 3 Poin PSPS Berlanjut, Ilham dan Kurniawan Mundur

Redaksi • Selasa, 30 September 2025 | 09:59 WIB

Striker PSPS Pekanbaru Cristian Alex (kiri) dan Jimmy A melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang  Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (29/9/2025).
Striker PSPS Pekanbaru Cristian Alex (kiri) dan Jimmy A melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (29/9/2025).


PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Paceklik tiga poin PSPS Pekanbaru di Liga 2 musim ini berlanjut. PSPS Pekanbaru hanya mendapatkan 1 poin atau bermain imbang 2-2 dengan Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (29/9). PSPS pun berada di peringkat 9 klasemen sementara wilayah barat dengan 2 poin.

Dalam laga ini, Askar Bertuah sempat tertinggal lebih dulu di menit ke-4 lewat sundulan Dheco Zacky. Namun, PSPS berbalik unggul 2-1 menjelang turun minum. Pada menit ke-41 Asir Asiz menyamakan skor 1-1 dan berselang empat menit giliran Cristian Alex da Silva Santos mencetak gol yang membawa PSPS unggul 2-1.

Di babak kedua, PSPS masih menguasai pertandingan dan sempat mengancam gawang Garudayaksa FC. Namun, jelang laga berakhir, PSPS lebih fokus bertahan. Sedangkan tuan rumah terus menekan. Alhasil, berawal dari sepak pojok di injury time, pemain belakang PSPS melakukan handball saat akan menghalau bola. Permainan sempat dilanjutkan. Namun, akibat protes dari pemain tuan rumah, wasit memutuskan untuk mengecek VAR. Alhasil, wasit menyatakan handball dan memberikan tuan rumah penalti di menit 90+2. Striker tuan rumah Everton Nascimento selaku eksekutor berhasil menjebol gawang PSPS.

Meski gagal meraih poin penuh, asisten pelatih PSPS Kristiawan dalam konferensi persnya usai laga mengatakan sangat bangga dengan para pemain yang telah berjuang keras. “Terus terang saya bangga dengan pemain, khususnya dengan upaya mereka dalam pertandingan ini,’’ ujarnya.

‘’Melawan tim pemuncak klasemen, mereka bisa memberikan penampilan yang bagus. Meskipun secara hasil belum berpihak kepada kami, tapi alhamdulillah diberi kelancaran. Saya juga memohon maaf kalau belum bisa mempersembahkan kemenangan untuk masyarakat Riau,” tambahnya.

Kristiawan mengaku sangat menyayangkan kebobolan di menit-menit akhir. “Kami memang sangat menyayangkan hal tersebut (penalti di akhir laga). Tapi kami menghormati apa yang sudah menjadi hasil VAR. Kita sebagai pelatih tetap mengikuti aturan dari PSSI dengan menerima hasil VAR,” katanya.

Sementara itu, pemain PSPS, Jimmy Arrongear mengatakan pertandingan berjalan cukup luar biasa. Meski di awal hilang fokus tetapi PSPS bisa perlahan berkerja keras dan berhasil membalik keadaan menjadi 2-1 jelang turun minum.

“Saya mewakili teman-teman, hari ini (Senin, red) cukup luar biasa. Saya apresiasi kepada teman-teman. Meski di awal kami hilang fokus tetapi kami bisa perlahan berkerja keras dan berhasil membalik keadaan menjadi 2-1. Tapi ketika di akhir kami kembali hilang fokus. Itu bukan masalah, kami tetap mengapresiasi teman-teman,” ujarnya. 

Ia berharap ke depan bisa memberikan yang terbaik. “Kami memohon maaf kepada masyarakat Riau khususnya, karena kami hari ini (Senin, red) belum bisa memberikan hasil terbaik. Tapi kami bersyukur bisa mencuri poin di kandang lawan,” tegasnya.

Pelatih Garudayaksa FC, Doel Khamid mengucapkan syukur atas hasil yang diraih. “Meskipun tidak bisa mencapai target meraih tiga poin, tetapi kami bisa meraih satu poin. Saya ucapkan luar biasa apa yang dilakukan rekan-rekan pemain saya, itu saja,” ujarnya.

Usai laga ini, pelatih Ilham Romadhona dan Direktur Teknik sekaligus manajer PSPS Pekanbaru Kurniawan Dwi Yulianto resmi mengundurkan diri. Ilham Romadhona mengatakan, seorang pelatih harus siap menghadapi tekanan dan  harus menjaga kondusifitas tim terutama untuk para pemain. 

“Demi kenyamanan pemain, untuk individu dan masa depan mereka. Jadi mundurnya saya ini bukan karena tekanan suporter, tapi demi kenyamanan pemain,” ujarnya.

Sementara itu, Owner PSPS Pekanbaru, Gede Widiade mengatakan usai pengunduran diri Ilham Romadhona sebagai pelatih, dirinya belum memutuskan siapa yang akan menjadi pengganti.  “Belum aku putuskan. Ada beberapa yang sudah dihubungi, aku masih perlu waktu untuk koordinasi,” ujar Gede Widiade kepada Riau Pos.(dof/das)

Editor : Arif Oktafian
#PSPS #liga 2 #garudayaksa fc #paceklik