JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Kiper Timnas Indonesia Emil Audero tengah berada dalam performa terbaiknya saat ini. Bersama klub promosi Serie A Italia, Cremonese, Emil Audero tampil gemilang dan kini berada di papan atas bersaing dengan klub raksasa seperti AC Milan, Napoli, AS Roma, Juventus, dan Inter Milan.
Sayangnya, Emil Audero, dipastikan absen dalam putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia menghadapi Arab Saudi dan Irak. Dilansir dari laman resmi Kita Garuda pada Jumat (3/10/2025), Cedera otot betis yang dialaminya membuat Emil tidak dapat memperkuat skuad Garuda menghadapi laga penting itu. Kondisi ini memaksa pelatih Patrick Kluivert melakukan rotasi pada sektor penjaga gawang.
Sebagai gantinya, Timnas Indonesia memanggil Nadeo Argawinata dan Reza Arya Pratama untuk menutup kekosongan.
Baca Juga: Daihatsu Gelar DAIFEST 2025, Hadirkan Banyak Kejutan Akhir Tahun
Kedua kiper tersebut diharapkan mampu menjaga kekuatan lini pertahanan Garuda di bawah mistar. Dengan tambahan keduanya, Kluivert optimistis tim tetap memiliki keseimbangan meski tanpa Emil. Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Arab Saudi pada 9 Oktober 2025 di Stadion King Abdullah Sports City.
Selanjutnya, Garuda akan bertemu Irak pada 12 Oktober 2025 di stadion yang sama. Dua laga ini dipandang sangat menentukan langkah Indonesia di fase kualifikasi.
Pelatih kepala Patrick Kluivert mengaku sudah berbicara langsung dengan Emil lewat sambungan telepon. Setelah menjalani MRI, Emil menyampaikan bahwa ia tidak mungkin tampil melawan Arab Saudi dan Irak. Menurut Kluivert, absennya Emil menjadi kehilangan besar bagi tim nasional.
Baca Juga: Berangkat Mandiri, Anggar Riau Juara Umum di Kejurnas 2025
Kluivert menilai kualitas Emil Audero sebagai penjaga gawang sudah terbukti dari penampilannya sebelumnya. Kluivert juga menyebut Emil memiliki kemampuan luar biasa dalam menjaga konsentrasi dan mengamankan gawang. Kehilangan sosok berpengalaman ini dianggap pukulan berat bagi persiapan Garuda.
Meski begitu, Kluivert memastikan tim tetap dalam kondisi siap menghadapi tantangan. Ia menegaskan bahwa setiap pemain harus mampu beradaptasi dengan cepat dan mengisi peran penting. Baginya, semangat mewakili negara harus menjadi motivasi terbesar seluruh anggota tim.
Kluivert menambahkan bahwa eksekusi permainan akan menjadi faktor penentu di lapangan. Fokus utama tim kini adalah ketajaman dalam bola mati dan strategi yang jelas untuk mencapai kemenangan.***
Editor : Edwar Yaman