JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Nasib apes dialami bek asing PSPS Pekanbaru Jeferson Sousa. Setelah mendapat kartu merah saat Askar Bertuah kalah 0-1 dari tuan rumah Persikad Depok dalam lanjutan Liga 2 di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, pada Sabtu (4/10/2025) lalu, kini dia terancam sanksi.
Pasalnya owner Persikad Abdullah Alatas minta kepada PSSI minta agar memberi sanksi Jeferson Sousa karena telah membuat pemain mudanya Bil'asqan Hi Tenang gegar otak. Momen itu terjadi di injury time saat Bil'asqan berduel udara dengan Jeferson Souza. Benturan keras membuat Bil'asqan kolaps. Bagian dagunya terkena sikutan Jeferson dengan cukup keras. Ia sampai terkapar tapi wasit masih melanjutkan pertandingan.
Laga baru berhenti tak lama setelahnya lantaran Bil'asqan terlihat kejang. Wasit meniup peluit dan tim medis langsung ke lapangan. Dia dapat pertolongan pertama sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans.
Baca Juga: Rekam Jejak Calon Sekda Meranti Dibedah Jelang Masuki Penentuan Tiga Besar oleh Pansel
Wasit kemudian melakukan pengecekan VAR untuk melihat tayangan ulang pelanggaran Jeferson. Keputusan kartu merah pun diberikan kepada pilar asing PSPS Pekanbaru tersebut, meski dapat protes dari rekan-rekannya.
Kondisi Bil'asqan kemudian dikabarkan sudah sadar. Tapi dia didiagnosa mengalami gegar otak dan harus dapat perawatan lebih lanjut. Owner Persikad Depok, Abdullah Alatas bereaksi keras terhadap insiden yang menimpa pemainnya,
Abdullah Alatas selaku pemilik Persikad, buka suara. Dia menyatakan bahwa insiden Bil'asqan sangat serius karena mengancam nyawa.
"Beliau bukan hanya pemain yang sangat bertalenta di lapangan, namun pribadi yang sangat berkomitmen dan dicintai seluruh rekan-rekan yang di Persikad," kata Abdullah dalam keterangan resminya.
Baca Juga: Sempat Terhenti karena Urusan Teknis dan Pergantian Akun, Kini SPPG MBG Tebingtinggi Kembali Pulih
Menurut Abdullah, kesehatan dan pemulihan Bil'asqan sebagai manusia jauh lebih penting dari apapun, termasuk prestasi dan performa di lapangan. Persikad pun akan bertanggung jawab penuh, baik secara finansial maupun praktek terkait dengan penanganan kondisi pemainnya.
"Melalui tim medis kami, kami akan mendampingi seluruh proses rehabilitasi Bili untuk memastikan beliau mendapatkan perawatan yang terbaik dan juga dapat pulih sepenuhnya," tegasnya.
Selain itu, Persikad juga meminta kepada PSSI sebagai federasi dan I.League mengambil tindak tegas. Ia tak ingin ada kejadian serupa terulang.
"Kami juga memohon terhadap PSSI selaku induk sepakbola nasional dan juga I.League sebagai penyelenggara kompetisi untuk menjatuhkan hukuman terhadap pemain siapa pun yang berperilaku tidak sportif," tutur Abdullah.
"Hal ini perlu terus ditegakkan untuk memproteksi seluruh pemain di lapangan dan juga mencegah kejadian serupa terulang," jelasnya menambahkan.
Persikad Depok, kata Abdullah, juga berkomitmen untuk berada di garis depan dalam upaya peningkatan standar keselamatan pemain di Indonesia.
"Kami siap bekerja sama dengan PSSI dan penyelenggara kompetisi untuk memastikan langkah-langkah nyata diterapkan di lapangan," tutupnya.***
Editor : Edwar Yaman