Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia: Kluivert Ingin Timnas Indonesia Mati-matian Lawan Arab Saudi dan Irak

Redaksi • Selasa, 7 Oktober 2025 | 17:40 WIB

 

Patrick Kluivert percaya diri Timnas Indonesia bisa mengalahkan Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, malam ini.
Patrick Kluivert percaya diri Timnas Indonesia bisa mengalahkan Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, malam ini.
 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Jarak timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026 tinggal 180 menit. Yakni 90 mneit lawan Asrab Saudi dan 90 lagi lawan Irak. Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert meminta skudnya tampil mati-matian di dua laga terakhir putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Mantan penyerang legendaris Belanda itu menegaskan, momen ini tidak boleh disia-siakan. Semua aspek permainan, mulai dari eksekusi bola mati hingga penguasaan bola, harus berjalan sempurna di atas lapangan.

Ya, Indonesia akan menjalani dua laga hidup-mati pekan ini di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah. Skuad Garuda bakal lebih dulu menantang tuan rumah Arab Saudi pada Kamis (9/10/2025) pukul 00.15 WIB, lalu menghadapi Irak pada Ahad (12/10/2025) pukul 02.30 WIB.

 Baca Juga: Penutupan Total Jembatan Sungai Rokan di Ujung Batu Diperpanjang hingga 15 Oktober, Pemasangan Karet Jadi Tahap Akhir Pekerjaan

Dua pertandingan tersebut menjadi penentu apakah Indonesia bisa meraih tiket langsung ke Piala Dunia 2026. Jika mampu menyapu bersih kemenangan, skuad Garuda berpeluang mencatat sejarah sebagai tim Asia Tenggara pertama yang lolos ke putaran final lewat jalur kualifikasi.

“Anda mempersiapkan mereka, tapi hari itu sendiri, eksekusinya harus bagus, bola mati, penguasaan bola, kehilangan bola, semuanya harus sempurna,” kata Kluivert dikutip dari Jawapos.com, Selasa (7/10/2025).

Pelatih 49 tahun itu menegaskan pentingnya konsentrasi penuh selama 90 menit di tiap laga. Dia menilai tidak boleh ada kesalahan sekecil apa pun karena setiap detail bisa menentukan nasib Indonesia di pentas dunia.

 Baca Juga: Mayat Perempuan Asal Pekanbaru Ditemukan Mengapung di Danau Maninjau, Begini Penjelasan Kapolsek Tanjung Raya

“Karena kita tinggal 180 menit lagi menuju Piala Dunia, jadi tujuan kita adalah melakukan yang terbaik dan lolos,” tegas Kluivert dengan nada optimistis.

Kluivert menyadari, menghadapi Arab Saudi dan Irak di tanah Timur Tengah bukan tugas mudah. Namun, dia menilai tekad dan semangat juang pemain Indonesia menjadi modal utama untuk menghadapi tantangan berat tersebut.

Timnas Indonesia datang ke Jeddah dengan membawa 29 pemain. Dari jumlah itu, empat di antaranya merupakan penjaga gawang yang disiapkan untuk mengantisipasi situasi darurat di bawah mistar.

 Baca Juga: Harry Kane Tepis Kemungkinan Kembali ke Liga Premier, All In di Bayern Munchen

Meski begitu, kabar kurang menggembirakan datang dari sektor kiper utama. Emil Audero, yang sebelumnya menjadi andalan Kluivert, dipastikan absen karena mengalami cedera betis saat membela Cremonese di Liga Italia melawan Como pada akhir September lalu.

Cedera tersebut membuat Kluivert harus melakukan perubahan mendadak dalam daftar pemain. Dua nama baru, yakni Nadeo Argawinata dari Borneo FC dan Reza Arya dari PSM Makassar, dipanggil untuk memperkuat posisi penjaga gawang.

“Kami punya Ernando (Ari Sutaryadi), jadi (posisi kiper) terlindungi dengan baik. Tentu saja, kita kehilangan ketika tahu Emil (Audero Mulyadi) mengalami robekan kecil di bagian betisnya,” ujar Kluivert.

Kehadiran Nadeo dan Reza menambah persaingan sehat di posisi penjaga gawang. Kluivert berharap mereka bisa cepat beradaptasi dengan sistem permainan dan atmosfer tekanan tinggi di level internasional.

Selain itu, Kluivert juga menekankan pentingnya mental dan disiplin tim. Dia menyebut pertandingan kualifikasi ini bukan hanya soal teknik, tetapi juga soal keberanian dan karakter di lapangan.

Dari dua grup di babak keempat ini, hanya dua tim terbaik yang akan lolos langsung ke Piala Dunia 2026. Sementara itu, tim yang finis di posisi ketiga akan gugur, sedangkan peringkat kedua harus melalui putaran kelima untuk memperebutkan tiket tersisa.

Artinya, Indonesia tidak punya ruang untuk kesalahan sedikit pun. Dua laga ini adalah segalanya, baik untuk pemain, pelatih, maupun jutaan pendukung yang menaruh harapan besar dari Sabang sampai Merauke.

Di bawah tangan dingin Kluivert, Indonesia tampil menjanjikan dalam beberapa laga terakhir. Dia berhasil mengubah gaya main skuad Garuda menjadi lebih terorganisir dan percaya diri menghadapi lawan-lawan kuat Asia.

Eks bintang Barcelona itu juga terus menekankan pentingnya pendekatan modern dalam strategi permainan. Ia ingin para pemain Indonesia tampil berani dalam penguasaan bola, cepat dalam transisi, dan disiplin dalam bertahan.

Dengan waktu persiapan yang terbatas, Kluivert memanfaatkan setiap sesi latihan di Jeddah untuk memperkuat chemistry dan pemahaman taktik tim. Fokus utama latihan adalah pada penyempurnaan eksekusi bola mati dan efektivitas serangan cepat.

Dia juga menuntut agar pemain bisa menjaga fokus dan kebugaran selama di Arab Saudi. Cuaca panas dan tekanan atmosfer pertandingan tandang disebutnya sebagai tantangan tambahan yang harus diatasi secara mental maupun fisik.

Dukungan penuh dari suporter Tanah Air diharapkan bisa menjadi energi tambahan bagi skuad Garuda. Meski bermain jauh dari rumah, semangat Garuda di Dadaku tetap menggema dari tribun dan media sosial.

Kini, tinggal dua pertandingan lagi untuk menentukan apakah mimpi besar itu akan menjadi nyata. Seluruh Indonesia menunggu, berharap, dan berdoa agar pasukan Kluivert bisa menuntaskan perjalanan bersejarah menuju Piala Dunia 2026.

Jika Indonesia berhasil lolos, sejarah baru sepak bola nasional akan tercipta. Setelah puluhan tahun menunggu, Garuda bisa terbang tinggi di panggung tertinggi dunia, membawa harapan dan kebanggaan seluruh rakyat Indonesia.

Namun, sebelum itu, 180 menit perjuangan harus dijalani dengan darah, keringat, dan semangat pantang menyerah. Karena bagi Kluivert dan anak asuhnya, tidak ada yang lebih penting selain memberikan segalanya untuk merah putih.***

 

 

Editor : Edwar Yaman
#Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia #Kluivert #timnas indonesia