PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kontingen Riau menambah satu medali emas dan satu medali perunggu pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVII/2025 di Jakarta, Rabu (5/11). Medali emas dipersembahkan dari cabang sepaktakraw, sedangkan medali perunggu dari menembak. Namun, Riau tak beranjak dari posisi ke-9 klasemen sementara perolehan medali dengan total 3 emas, 2 perak, dan 1 perunggu.
Tim sepaktakraw putri Riau berhasil meraih medali emas di nomor regu. Tim asuhan Syafruddin ini sukses mengalahkan DKI Jakarta dengan skor 2-0 dalam final nomor regu putri di GOR Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Pada set pertama, Choirunnisa dan kawan-kawan menang dengan skor 15-10, dan set kedua dimenangkan dengan skor 15-9. “Sejarah kembali kita ukir, terakhir kita meraih emas pada Popnas 2009,” ujar Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Riau, Yurnalis.
Hasil ini juga disambut gembira pelatih sepaktakraw Riau, Syafruddin. “Alhamdulillah, setelah sekian lama, akhirnya medali emas Popnas kembali kita raih. Terima kasih atas perjuangan atlet dan dukungan semua pihak, terutama Pak Kadispora Riau yang memotivasi secara langsung saat kami bertanding,” ujar pria yang akrab dipanggil Majid ini.
Di nomor regu, Riau diperkuat oleh Choirunnisa (smash), Sriani (tekong), Mitha Asmara (feeder), serta dua pemain cadangan Anjani Salsabilla (tekong) dan Nurvika Alyadi (tekong). Ofisial sepaktakraw Riau, Cahyadi, mengatakan, selain nomor regu, Riau juga akan tampil di nomor kuadran (quadrant). “Semoga di kuadran kita juga mendapatkan medali,” harapnya.
Sebelum melaju ke final, di babak semifinal Riau mengalahkan Jawa Tengah dengan skor 2-1 (15-12, 6-15, dan 13-15). Sebelumnya, Sumatera Selatan (Sumsel) dikalahkan dengan skor 2-0 (15-4 dan 15-8) di Babak 8 Besar. Mereka lolos ke Babak 8 Besar dengan status juara grup, menyisihkan Papua Barat dan Sumatera Barat.
Medali perunggu dipersembahkan cabang menembak dari nomor 10 meter air pistol mix yang diperkuat oleh Naufal Tri Anugrah dan Rihadtul Asyifa. “Alhamdulillah, satu emas dan satu perunggu didapatkan hari ini (kemarin, red). Untuk sementara kita tetap di peringkat ke-9. Semoga ada tambahan medali,” ujar Chef de Mission (CdM) Kontingen Riau, Rinov Eka Mondrie.
Dikalahkan Bali 3-1, Sepakbola Tak Lolos Harapan tim sepakbola Riau untuk melangkah ke Babak 8 Besar sirna. Tim asuhan Philep Hansen Maramis ini terhenti di penyisihan grup usai dikalahkan Bali dengan skor 1-3 dalam laga terakhir di Stadion Tugu, Rabu (5/11).
Tiket ke Babak 8 Besar dari Grup C ini pun diraih Bali bersama Banten. Hasil ini menempatkan Bali sebagai runner-up grup dengan 6 poin. Sementara itu, Banten menjadi juara grup dengan 9 poin dan mencatat hasil tak terkalahkan. Di laga terakhir, Banten mengalahkan Sumatera Barat dengan skor 2-0.
Riau harus puas di posisi ketiga dengan nilai 3, hasil kemenangan 5-3 atas Sumatera Barat dan dikalahkan Banten dengan skor 1-6 di laga perdana. “Sepak bola gagal ke Babak 8 Besar. Sempat unggul 1-0, kita akhirnya kalah 1-3. Inilah sepak bola,” ujar Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Riau Yurnalis kepada Riau Pos.co, Rabu (5/11).
Di Popnas 2025, sepak bola diikuti 12 provinsi dan dibagi menjadi empat grup. Dua tim yang menempati dua posisi teratas di masing-masing grup berhak melaju ke Babak Delapan Besar.
Grup A bersaing tuan rumah DKI Jakarta, Bengkulu, Lampung, dan Gorontalo. Grup B ada Nusa Tenggara Timur, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sumatera Utara. Grup C ada Sumatera Barat, Bali, Banten, dan Riau. Sedangkan Grup D bersaing Lampung, Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Utara.(das)
Editor : Rindra Yasin