Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Piala Dunia U-17 2025 Qatar: Kalah Telak 0-4 dari Brasil, Garuda Muda Masih Bisa Lolos ke 16 Besar, Ini Syaratnya

Redaksi • Sabtu, 8 November 2025 | 07:50 WIB
Pemain Timnas Indonesia U-10 Fadly Alberto Hengga berusaha melewati pemain Brasil U-17 Ruan Pablo saat kalah 0-4 pada laga kedua Grup H Piala Dunia U-17 2025 Qatar.
Pemain Timnas Indonesia U-10 Fadly Alberto Hengga berusaha melewati pemain Brasil U-17 Ruan Pablo saat kalah 0-4 pada laga kedua Grup H Piala Dunia U-17 2025 Qatar.

JAKARTA – Timnas Indonesia U-17 menelan kekalahan kedua di penyisihan Grup H Piala Dunia U-17 2025 Qatar. Ini setelah tim  besutan Nova Arianto itu kalah 0-4 dari Timnas Brasil U-17 di Lapangan 7 Aspire Zone, Qatar, Jumat (7/11/2025) waktu setempat.

Pada laga itu Brasil unggul 3-0 pada babak pertama lewat gol Luis Eduardo (3), gol bunuh diri Putu Panji (33), dan Felipe Morais (39). Pada babak kedua, tepatnya di menit ke-75, Ruan Pablo menggenapi kemenangan 4-0 Brasil melalui tendangan dari luar kotak penalti setelah menyambut umpan Arthur Ryan.

Hasil ini membuat Garuda Muda (julukan Timnas Indonesia U-17) masih berada di peringkat ketiga Grup H Piala Dunia U-17 2025 tanpa poin dari dua pertandingan, sementara Brasil kokoh di posisi pertama dengan enam poin. Mereka unggul selisih gol dari Zambia yang menang 5-2 atas Honduras U-17.

Penyerang timnas Indonesia U-17 Fadly Alberto Hengga memetik banyak pelajaran setelah kekalahan telak dari Brasil.

”Yang bisa kita ambil ya itu adalah perlawanan dari Brasil yang sangat ketat sekali pressing-pressing-nya. Namun, kami nggak lepas dari yang kami lakukan latihan waktu sebelum lawan Brasil,” kata Alberto seperti usai pertandingan.

”Dari build up, mungkin pressing, dan kami bertahan total ya, karena kami menggunakan counter attack juga, itu yang bisa membuat kami mungkin golnya sedikit lawan Brasil,” ungkap dia.

 Baca Juga: Langkah Awal Yulisman di Musda XI Golkar Riau, Bawa 18 Dukungan Pemilik Suara

Beberapa pemain timnas U-17 beberapa kali melakukan kesalahan mendasar saat melawan Brasil. Namun Alberto tidak mau menyalahkan rekan-rekannya.

”Mungkin ada yang nervous, sama kaget juga, mungkin dengan postur Brasil ataupun dengan pressing-pressing Brasil juga,” kata pemain Bhayangkara FC itu.

”Dari babak pertama sampai selesai, kami terus menguatkan sesama tim, sesama teman juga kan, meskipun ada yang buat kesalahan, kita bantu terus untuk jangan sampai dia merasa bersalah,” tutur Fadly Alberto Hengga.

Timnas U-17 masih memiliki sedikit harapan untuk lolos ke 32 besar. Mereka harus mendapatkan kemenangan pada laga melawan Honduras sambil berharap hasil-hasil pertandingan lainnya menguntungkan mereka.

”Tadi pelatih ngomong tidak ada yang tidak mungkin juga kan. Kami lawan Brasil cuma kalah 0-4, sedangkan Honduras 0-7. Nah itu menjadi tantangan kami untuk final besok untuk lawan Honduras masih bisa lolos,” jelas Fadly Alberto Hengga.

Baca Juga: Kebakaran Lahan di Jalan Lintas Riau-Sumbar Km 80-81 Berhasil Dipadamkan

Sementara itu, Ketua umum PSSI Erick Thohir mengakui bahwa kekuatan Brasil masih jauh di atas timnas Indonesia U-17. Kekalahan atas Brasil itu membuat Indonesia masih mengoleksi nol poin dari dua pertandingan, setelah pada laga pertama kalah 1-3 dari Zambia.

”Ya memang Brasil di atas kita jauh, dan kemarin kita ada kesempatan sama Zambia. Kita kecolongan tiga gol dalam tujuh menit. Di babak kedua kita main lebih bagus, ada banyak kesempatan tapi belum gol,” kata Erick.

”Tapi anak-anak saya rasa ini kesempatan, ini sejarah lho Indonesia lawan Brasil di Piala Dunia walaupun U-17,” imbuh dia.

Salah satu kelebihan para pemain Brasil dibanding Indonesia, menurut Erick, adalah banyaknya kesempatan bermain.

”Di Brasil itu mereka satu pemain bisa main 70 game (per tahun) tapi kita belum. Jadi kita harus buat terobosan sepertinya,” terang Erick.

Meski belum berhasil mendulang poin dari dua laga yang dimainkan, Erick mengaku tetap bangga kepada Pelatih Nova Arianto, segenap pemain, serta para pendukung timnas U-17.

Menatap laga terakhir fase grup melawan Honduras pada Senin (10/11), Erick masih optimistis timnas akan mendapat hasil positif. Apalagi Honduras kalah telah 2-5 dari Zambia.

”Artinya kita sama Honduras seimbang, jadi ada kesempatan. Tinggal semoga kita lihat cederanya. Tadi ada satu pemain back kita cedera, coba mudah-mudahan tidak begitu parah. Kita lihat saja,” ucap Erick.***

Editor : Edwar Yaman
#Piala Dunia U-17 2025 Qatar #timnas indonesia u 17 #Garuda Muda #Fadly Alberto