PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - PSPS Pekanbaru dikalahkan Garudayaksa FC 0-1 di Stadion Kaharuddin Nasution, Rumbai, Senin (24/11). Ironisnya, padahal di laga ini PSPS unggul jumlah pemain sejak menit ke-62 setelah bek Garudayaksa FC Birrul Walidain diganjar kartu merah oleh wasit.
Laga ini berakhir tanpa gol di babak pertama. Pertandingan sempat terhenti cukup lama ketika pemain PSPS, Yudhi Aditya, mengalami cedera serius dan harus ditarik keluar pada menit 32. Memasuki babak kedua, tensi pertandingan meningkat.
Namun, PSPS gagal memanfaatkan keuntungan saat unggul jumlah pemain di menit ke-62.
Sebaliknya, Garudayaksa justru mampu memecah kebuntuan. Pada menit ke-80, Agus Nova sukses menjebol gawang PSPS Pekanbaru setelah mendapat umpan dari Alfin Faiz dan membawa Garudayaksa unggul 1-0. Drama terjadi di masa injury time. PSPS sempat menyamakan kedudukan lewat sundulan Asir Asiz pada menit 90+7, tetapi gol dianulir wasit karena terjadi pelanggaran terhadap kiper Garudayaksa.
Situasi makin panas ketika kiper Rudi N Rajak mendapat kartu kuning kedua dan Garudayaksa harus memainkan striker Everton Nascimento sebagai kiper dadakan. PSPS mendapat hadiah penalti, namun peluang emas itu gagal dimanfaatkan. Tendangan Alek Da Silva berhasil ditepis Everton yang tampil heroik di bawah mistar gawang.
Pelatih PSPS, Aji Santoso mengaku kecewa dengan hasil tersebut. Ia menyebut timnya berada dalam kondisi darurat pemain, termasuk absennya Alvin yang tiba-tiba sakit jelang pertandingan. “Babak kedua kami unggul jumlah pemain, makanya saya masukkan Toni dan bermain dengan dua striker. Tapi gol dari corner itu sebenarnya sudah kami antisipasi di latihan, hanya saja pemain belakang masih melakukan kesalahan,” ujarnya.
Senada diungkapkan penyerang Asir Asiz. “Pastinya kecewa. Tapi kami harus lupakan hasil hari ini dan bangkit di laga selanjutnya,” katanya.(dof)
Editor : Arif Oktafian