CHIANG MAI (RIAUPOS.CO) - Indonesia dan Filipina tercatat lima kali bertemu dalam berbagai ajang di level U-22 dan U-23. Hasilnya, semua pertemuan dimenangkan Indonesia. Bahkan, tiga di antara lima pertemuan tersebut berakhir dengan kemenangan telak.
Kemenangan terbesar Indonesia atas Filipina terjadi pada 2019. Saat itu, Indonesia U-23 berpesta lima gol tanpa balas dalam ajang Merlion Cup 2019 di Stadion Jalan Besar, Singapura.
Dominasi Indonesia atas Filipina bisa berlanjut, Senin (8/12) malam ini (siaran langsung RCTI pukul 18.00 WIB). Tepatnya saat kedua tim bertemu pada fase Grup C SEA Games 2025 Thailand di Stadion Anniversary 700th, Chiang Mai.
Di atas kertas, Indonesia memiliki stamina yang lebih prima daripada The Azkals Muda, julukan timnas Filipina. Laga malam ini merupakan pertandingan perdana Indonesia pada fase grup. Sedangkan bagi Filipina, pertandingan melawan Indonesia menjadi laga kedua. Laga perdana Filipina berlangsung pada 5 Desember melawan Myanmar.
Pelatih tim Indonesia U-22, Indra Sjafri mengakui situasi ini menguntungkan bagi Indonesia. Keuntungan itu muncul setelah Kamboja mundur dari keikutsertaan SEA Games 2025 Thailand karena alasan keamanan.
Mundurnya Kamboja mengubah jadwal pertandingan. Indonesia, yang awalnya melakoni laga perdana fase grup pada 5 Desember bergeser menjadi 8 Desember. “Perubahan ini memberi ruang persiapan yang lebih baik,” ujar Indra.
Namun, Indonesia tetap wajib mewaspadai Filipina. Sebab, rasa lelah Filipina bisa tertutup oleh kepercayaan diri mereka yang sedang meningkat. Motivasi The Azkals Muda sedang tinggi setelah mengalahkan Myanmar dengan skor 2-0.
Di tengah naiknya kepercayaan diri lawan, Indra juga harus menerima kenyataan bahwa Marselino Ferdinan batal masuk skuad SEA Games 2025 karena cedera. Namun, the show must go on.
Pelatih asal Sumatera Barat itu yakin kekuatan Indonesia tidak berkurang meski tanpa Marselino. “Kami sepakat Marselino tidak bergabung. Dia lebih baik fokus pada pemulihannya. Kami memutuskan untuk memikirkan masa depannya,” tegas mantan pelatih Bali United tersebut.
The Azkals Muda Siap Bikin Kejutan
Di sisi lain, pelatih tim Filipina U-22, Garrath McPherson menegaskan, timnya siap membuat kejutan. Kemenangan atas Myanmar akan dijadikan modal untuk menghadapi Indonesia.
“Saya pikir ini adalah grup yang kuat karena ada banyak tim yang kuat. Namun, tim kami memasuki SEA Games ke-33 ini dengan keinginan besar. Kami siap membuat kejutan,” ujar McPherson seperti dikabarkan media Vietnam The Thao 247.
McPherson menilai pertandingan melawan Indonesia akan terasa berat bagi timnya. Menurut pelatih berusia 42 tahun tersebut, skuad Garuda Muda punya banyak pemain berkualitas.
“Indonesia memiliki banyak talenta. Tapi, tim yang menang tidak selalu yang memiliki pemain terkuat, melainkan yang memiliki sikap dan mentalitas lebih baik. Kami sangat antusias mendapat kesempatan berkompetisi melawan beberapa pemain terbaik di Asia Tenggara,” tegas pelatih berlisensi AFC Pro itu.(fiq/ali/jpg)
Editor : Rindra Yasin