Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Diperkenalkan, John Herdman Janjikan Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2030

Redaksi • Rabu, 14 Januari 2026 | 08:15 WIB
John Herdman diperkenalkan ke publik sebagai pelatih baru tim nasional (timnas) Indonesa di Jakarta, Selasa (13/1).
John Herdman diperkenalkan ke publik sebagai pelatih baru tim nasional (timnas) Indonesa di Jakarta, Selasa (13/1).

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – John Herdman diperkenalkan ke publik sebagai pelatih baru tim nasional (timnas) Indonesa di Jakarta, Selasa (13/1). Pelatih asal Inggris ini menyatakan kesiapan membawa Garuda lolos ke Piala Dunia 2030.

Mantan pelatih Kanada itu menilai Indonesia sejatinya sudah berada di jalur yang tepat menuju ajang akbar tersebut. Dalam perjalanan panjang kualifikasi Piala Dunia 2026, Jay Idzes dkk memang sudah hampir lolos.

“Saya ingin ada di sini, ketika mereka mengambil langkah untuk lolos (Piala Dunia). Saya ada di Kanada ketika mereka mengambil langkah itu, baik untuk timnas putra dan timnas putri,” ujarnya saat diperkenalkan, kemarin (13/1).

“Inilah pengalaman paling membahagiakan di sepakbola. Ini bukan soal ranking. Saya rasa di sini ada peluang besar buat Indonesia lolos Piala Dunia. Itulah visinya. Saya akan selalu berpikir setiap hari tentang bagaimana membawa negara ini lolos ke Piala Dunia,” tambahnya.

Herdman dikontrak dua tahun plus dua. Artinya, jika dia dinilai sukses, bakal diperpanjang lagi dua tahun. Pria yang belum pernah berkarier sebagai pesepakbola profesional tersebut bakal menangani timnas senior dan U-23. “Saya pernah mengalami hal ini di timnas Kanada (putra). Mereka menunggu 36 tahun untuk lolos. Itu tidak bisa terjadi dalam satu malam, harus lewat proses panjang,” katanya.

Ia berbicara banyak mengenai rencananya bersama skuad Garuda yang dimulai pada tahun ini.

Pelatih asal Inggris itu mengungkap ada tiga poin utama yang ingin dicapai bersama timnas Indonesia dalam waktu dekat. Langkah pertamanya adalah mendengarkan, lalu memahami, dan bertindak.

“Saya pikir dalam jangka pendek yang dilakukan adalah melakukan evaluasi, meluangkan waktu untuk mendengar dan memahami pengalaman orang-orang,” kata Herdman dalam sesi jumpa pers di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta.

Ia mengaku sudah melakukan evaluasi terhadap perjalanan dan pencapaian Timnas Indonesia dalam dua tahun terakhir, termasuk kegagalan skuad Garuda lolos ke Piala Dunia 2026.

“Anda tahu, itu nyaris tercapai, sangat dekat, tetapi pada akhirnya gagal. Dan, kita harus memahami di mana letak kesenjangan itu. Itu dilakukan dengan berbicara kepada kapten, membentuk kelompok kepemimpinan untuk benar-benar memahami apa yang mereka alami,” terang Herdman.

Lebih lanjut, John Herdman menyampaikan soal betapa pentingnya pembenahan dari sisi internal tim. Menurut dia, standar, sistem, dan struktur performa tinggi menjadi elemen penting dalam membangun tim yang kompetitif.

“Jadi ini adalah periode untuk mendengar, memahami, memastikan bahwa semua pihak yang perlu saya dengarkan benar-benar didengar. Setelah itu, baru mengambil tindakan,” jelasnya

Ayah dengan tiga anak ini juga menjelaskan mengenai pentingnya mengambil langkah-langkah taktis demi meraih hasil positif dalam waktu dekat. Herdman menyebut agenda pertama FIFA Series pada Maret mendatang sebagai momentum awal bagi Timnas Indonesia di bawah komandonya.

“Ini adalah langkah penting. Kami memiliki peluang yang sangat baik pada bulan Maret untuk mengambil langkah pertama bersama,” kata Herdman. John Herdman pun sudah mulai bekerja. Dia mengaku telah melakukan komunikasi dengan sejumlah pemain Indonesia. Jumlahnya bukan tak sedikit, melainkan hingga 60 sosok termasuk sang kapten, Jay Idzes.

“Saya sudah mulai berkomunikasi dengan kapten dan beberapa pemimpin kunci. Saya telah menghubungi lebih dari 60 pemain untuk memberi tahu mereka bahwa saya ada di sini, saya mengamati,” tutur dia.

Lebih lanjut John Herdman mengaku siap menggunakan pengalamannya sebagai pelatih yang sudah dijalani selama 15 hingga 20 tahun terakhir, untuk membentuk kebiasaan baru yang dibutuhkan timnas Indonesia agar bersaing di level tertinggi.

“Anda tahu, pekerjaan saya selama 15-20 tahun terakhir adalah meloloskan tim ke Olimpiade dan Piala Dunia. Ini tentang melihat apa yang kurang dalam kebiasaan tersebut dan membangunnya. Jadi, jangka pendeknya: mendengar, memahami, lalu bertindak. Mari kita bergerak. Ayo kita mulai,” ujarnya.

Dari pengalaman itu, ia merasa Indonesia punya bekal yang cukup baik untuk Piala Dunia 2030. Tugasnya adalah memperbaiki kekurangan Indonesia saat gagal ke Piala Dunia 2026.

Pelatih 50 tahun itu tahu tantangan dan tekanan yang bakal dia hadapi sangat besar. Sebab, Garuda punya basis suporter yang sangat besar dan fanatik. Namun, Herdman secara tegas menyatakan bahwa tekanan bukan beban. Melainkan energi dan peluang untuk membawa Indonesia melangkah ke target tertinggi.

“Tekanan adalah privilese. Tekanan bisa menjadi kutukan, tapi bisa juga jadi berkat buat kami. Saya akan bilang ke pemain bahwa pressure itu justru adalah hadiah,” jelas mantan pelatih Toronto FC tersebut.

Latar Herdman dan pelatih Garuda sebelumnya, Patrick Kluivert, sangat berbeda. Herdman tercatat sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang berhasil membawa timnas putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA.

Herdman juga menegaskan komitmennya untuk memantau langsung kompetisi domestik. Dia menilai liga domestik adalah fondasi utama timnas.

“Anda tahu, saya berkesempatan menonton El Clasico Indonesia (Persib Bandung melawan Persija Jakarta, red) di televisi beberapa hari lalu. Itu pertandingan yang sangat sengit dan penuh gairah seperti derbi pada umumnya,” ungkapnya.

Dia juga menyinggung sejumlah pemain lokal yang dinilainya menunjukkan performa positif. “Kita punya pemain seperti Rizky Ridho yang tampil bagus di liga dan mudah-mudahan dia bisa naik ke level berikutnya. Juga, pemain-pemain muda di klub seperti Borneo FC yang mendapatkan menit bermain,” jelas Herdman.

Agenda timnas terdekat adalah Maret saat FIFA matchday, meski PSSI belum mengumumkan siapa calon lawan uji coba. Yang jelas, dalam enam bulan pertama masa kerjanya, Herdman akan fokus pada analisis menyeluruh. Evaluasi dilakukan tidak hanya pada pemain, tetapi juga pada struktur dan perangkat kepelatihan.

Herdman juga akan bertemu staf kepelatihan secara individual untuk mendengarkan langsung pandangan mereka. Tapi, hingga kemarin belum ditentukan siapa asisten pelatih lokal yang akan mendampingi.

“Saya ingin mendengar perspektif mereka. Apa yang berjalan baik, apa yang tidak. Lalu kita tentukan apa yang dibutuhkan ke depan. Apakah ini awal masa depan baru, perombakan, atau penataan ulang,” kata Herdman.(fiq/ttg/jpg)

Editor : Arif Oktafian
#john herdman #piala dunia 2030 #pelatih baru #timnas indonesia